Kenapa Orang Bisa Kena NPD? Cek Faktanya di Sini!

Last Updated: 2 March 2025, 05:21

Bagikan:

Antara percaya diri dan narsistik, bedanya tipis! Simak bagaimana NPD mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Table of Contents

Narcissistic Personality Disorder (NPD): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi psikologis yang sering disalahpahami. Individu dengan NPD cenderung memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, tetapi di baliknya terdapat masalah mendalam terkait harga diri dan empati. Mengapa seseorang bisa mengalami gangguan ini? Apa saja gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak artikel ini untuk memahami lebih jauh!


Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD)?

Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi mental yang ditandai dengan pola pikir grandiose, kebutuhan akan pengakuan berlebihan, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Orang dengan NPD sering merasa dirinya lebih unggul dan sulit menerima kritik.

Menurut American Psychiatric Association dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition), NPD termasuk dalam kategori gangguan kepribadian klaster B yang berkaitan dengan perilaku dramatis, emosional, dan tidak stabil.


Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan gangguan ini meliputi:

1. Faktor Genetik

Penelitian menunjukkan bahwa faktor keturunan dapat berperan dalam perkembangan gangguan ini. Jika ada anggota keluarga yang memiliki kecenderungan narsistik, risiko seseorang mengalami hal serupa meningkat.

2. Pola Asuh yang Tidak Sehat

Lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang. Anak yang dibesarkan dengan pujian berlebihan tanpa batasan atau, sebaliknya, mengalami pengabaian emosional, berpotensi mengembangkan sifat narsistik.

3. Trauma atau Pengalaman Buruk

Beberapa kasus gangguan kepribadian ini berasal dari trauma masa kecil, seperti diabaikan atau mengalami kekerasan. Kondisi ini dapat mendorong seseorang membangun kepribadian narsistik sebagai mekanisme pertahanan.

4. Faktor Neurologis

Beberapa penelitian mengindikasikan adanya ketidakseimbangan pada struktur otak tertentu yang mempengaruhi cara seseorang memproses empati dan penghargaan diri.


Gejala dan Ciri-Ciri NPD

Agar lebih mudah mengenali gangguan ini, berikut beberapa tanda umum yang sering muncul:

  1. Merasa Superior – Cenderung menganggap diri lebih baik, lebih pintar, atau lebih berbakat dibanding orang lain.
  2. Membutuhkan Pengakuan Berlebihan – Selalu ingin dipuji dan dihargai secara berlebihan oleh orang di sekitarnya.
  3. Kurangnya Empati – Sulit memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain.
  4. Manipulatif – Sering memanipulasi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
  5. Sulit Menerima Kritik – Cenderung defensif atau bahkan menyerang balik ketika dikritik.
  6. Hubungan Sosial yang Bermasalah – Sulit menjalin hubungan yang sehat karena kecenderungan egois dan eksploitasi terhadap orang lain.

Dampak NPD dalam Kehidupan Sehari-hari

Gangguan ini dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, antara lain:

1. Hubungan Sosial yang Terganggu

Orang dengan gangguan ini sering kesulitan menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, atau rekan kerja karena sifat egois dan kurangnya empati.

2. Tantangan dalam Karier

Sifat narsistik yang berlebihan dapat menyebabkan konflik di tempat kerja, seperti sulit bekerja dalam tim, tidak menerima kritik, atau cenderung meremehkan orang lain.

3. Risiko Gangguan Mental Lainnya

Gangguan kepribadian ini sering dikaitkan dengan kondisi lain seperti depresi, kecemasan, dan penyalahgunaan zat akibat tekanan emosional yang dialami.

4. Isolasi Sosial

Karena sulit menjalin hubungan yang sehat, penderita gangguan ini berisiko mengalami isolasi sosial yang dapat memperburuk kondisi psikologis mereka.

5. Masalah Finansial

Beberapa individu dengan gangguan ini memiliki kecenderungan boros dan ingin selalu tampil superior, yang dapat berujung pada masalah keuangan akibat keputusan impulsif.


Perbedaan NPD dan Sindrom “Pick Me”

Istilah “Pick Me” sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mencari validasi dari orang lain dengan cara merendahkan orang sejenisnya atau berusaha terlihat berbeda agar diterima dalam suatu kelompok sosial.

Perbedaan utama antara gangguan kepribadian narsistik dan perilaku “Pick Me” adalah:

  1. Motivasi di Balik Perilaku
    • NPD: Motivasi utama adalah perasaan superior dan keyakinan bahwa mereka lebih baik dari orang lain.
    • Pick Me: Motivasi utama adalah ingin diterima dan mendapat validasi dari kelompok tertentu, sering dengan mengorbankan harga diri sendiri.
  2. Cara Berinteraksi dengan Orang Lain
    • NPD: Kurang empati, cenderung memanipulasi dan mengeksploitasi orang lain untuk keuntungan pribadi.
    • Pick Me: Bisa memiliki empati tetapi sering bertindak berdasarkan ketidakamanan pribadi dan keinginan diterima.
  3. Tingkat Keparahan
    • NPD: Merupakan gangguan kepribadian yang memerlukan diagnosis profesional dan bisa berdampak jangka panjang pada kehidupan sosial, karier, serta kesehatan mental.
    • Pick Me: Bukan gangguan mental, tetapi lebih kepada pola perilaku sosial yang dapat diubah dengan kesadaran dan perbaikan diri.

Dalam hal keparahan, gangguan kepribadian narsistik jauh lebih serius dibandingkan perilaku “Pick Me” karena merupakan gangguan mental yang berdampak luas dan sulit diatasi tanpa bantuan profesional.


Cara Mengelola dan Mengatasi Gangguan Kepribadian Narsistik

Meskipun merupakan gangguan kepribadian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya:

  1. Membangun Kesadaran Diri – Menyadari pola pikir dan perilaku yang narsistik dapat membantu seseorang untuk berubah ke arah yang lebih baik.
  2. Terapi Psikologis – Terapi kognitif dan psikoterapi dapat membantu individu dengan gangguan ini memahami penyebab perilaku mereka dan mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
  3. Melatih Empati – Latihan untuk memahami perasaan dan perspektif orang lain dapat membantu mengurangi sifat narsistik.
  4. Menghindari Lingkungan Toksik – Orang-orang dengan pengaruh negatif yang terus menerus memberikan validasi berlebihan atau tekanan tinggi bisa memperparah gejala gangguan ini.
  5. Latihan Pengendalian Diri – Menahan keinginan untuk selalu menjadi pusat perhatian dan mulai mendengarkan orang lain lebih dalam dapat membantu mengurangi perilaku narsistik.

Gangguan kepribadian narsistik bukan hanya tentang rasa percaya diri yang berlebihan, tetapi juga tentang ketidakseimbangan emosi yang dapat berdampak pada kehidupan sosial seseorang. Jika kamu atau seseorang di sekitarmu memiliki gejala NPD, ada baiknya segera mencari bantuan profesional. Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar dunia psikologi dan kesehatan mental, baca terus berita hanya di Garap Media!

Referensi

  • American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
  • WebMD.
  • Mayo Clinic.

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /