Kenapa Kurs Bisa Naik dan Turun? Ini Penjelasannya!

Last Updated: 2 June 2025, 02:49

Bagikan:

Perubahan nilai tukar mata uang sering kali dipengaruhi oleh faktor seperti inflasi, suku bunga, stabilitas politik, dan kondisi ekonomi global. Foto ini menggambarkan seseorang yang sedang memantau pergerakan kurs sambil menghitung uang Rupiah—simbol nyata dari bagaimana fluktuasi kurs berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Table of Contents

Kenapa Nilai Kurs Tiba-Tiba Naik Drastis? Simak Faktanya!

Kenapa kurs bisa naik dan turun? Pertanyaan ini sering muncul saat masyarakat menyaksikan nilai tukar mata uang berubah-ubah di layar berita atau aplikasi keuangan. Nilai tukar (kurs) adalah salah satu indikator penting dalam ekonomi yang bisa mempengaruhi harga barang, daya beli, bahkan stabilitas negara. Perubahan nilai kurs ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga kebijakan pemerintah. Artikel ini akan membahas secara lengkap alasan kenapa kurs bisa naik dan turun secara drastis.


Apa Itu Kurs dan Mengapa Penting?

Kurs adalah nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Misalnya, jika 1 USD = Rp16.000, maka kurs rupiah terhadap dolar adalah Rp16.000. Kurs sangat penting karena mempengaruhi harga barang impor, ekspor, investasi asing, dan daya beli masyarakat.

Kurs yang kuat menandakan ekonomi yang sehat, sementara kurs yang lemah bisa menunjukkan ketidakstabilan. Oleh karena itu, banyak negara menjaga stabilitas nilai tukar sebagai bagian dari kebijakan moneter mereka.

Faktor-Faktor Penyebab Naik Turunnya Kurs

Permintaan dan Penawaran Mata Uang

Hukum ekonomi dasar berlaku: ketika permintaan terhadap mata uang suatu negara naik, kursnya juga naik. Sebaliknya, jika penawaran mata uang lebih tinggi dari permintaannya, kurs akan melemah.

Contohnya, saat banyak investor asing membeli aset di Indonesia, mereka membutuhkan rupiah. Permintaan rupiah naik, sehingga nilainya pun menguat.

Inflasi dan Suku Bunga

Tingkat inflasi yang rendah biasanya membuat mata uang suatu negara lebih menarik bagi investor asing, karena nilainya lebih stabil. Begitu pula suku bunga. Negara dengan suku bunga tinggi cenderung menarik investasi asing karena menawarkan return lebih besar.

Namun, jika suku bunga terlalu tinggi tanpa didukung ekonomi yang kuat, investor justru akan ragu.

Stabilitas Politik dan Keamanan

Ketidakpastian politik atau konflik dalam negeri dapat membuat investor menarik dana mereka dari negara tersebut. Akibatnya, permintaan terhadap mata uang negara itu menurun dan kurs menjadi lemah.

Sebaliknya, stabilitas politik akan meningkatkan kepercayaan pasar, memperkuat kurs mata uang.

Intervensi Bank Sentral

Bank sentral seperti Bank Indonesia (BI) dapat melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Mereka bisa membeli atau menjual mata uang asing untuk menyesuaikan jumlah mata uang lokal di pasar.

Misalnya, saat rupiah melemah tajam, BI bisa menjual cadangan devisa dalam bentuk dolar untuk membeli rupiah, sehingga permintaan rupiah meningkat dan nilai tukarnya menguat.

Neraca Perdagangan dan Cadangan Devisa

Jika suatu negara lebih banyak mengekspor daripada mengimpor, maka akan ada arus masuk mata uang asing. Ini meningkatkan cadangan devisa dan memperkuat kurs mata uang lokal.

Namun jika neraca perdagangan defisit, artinya lebih banyak uang asing keluar dari negara tersebut, dan ini dapat melemahkan kurs.

Sentimen Pasar Global

Kondisi ekonomi global, seperti krisis keuangan, pandemi, atau perang, juga memengaruhi nilai tukar. Investor akan cenderung memindahkan investasinya ke negara yang dianggap lebih aman, menyebabkan fluktuasi besar dalam nilai tukar mata uang negara berkembang.


Contoh Kasus: Kurs Rupiah terhadap Dolar AS

Misalnya pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 melanda, banyak investor menarik dananya dari negara berkembang termasuk Indonesia. Akibatnya, rupiah sempat melemah ke angka Rp16.500 per dolar AS. Hal ini menunjukkan betapa rentannya kurs terhadap sentimen global dan kondisi ekonomi.

Namun pada saat yang sama, saat kondisi mulai stabil, intervensi BI dan kebijakan fiskal pemerintah berhasil menstabilkan nilai tukar kembali.


Naik turunnya nilai kurs bukanlah fenomena yang terjadi begitu saja. Banyak faktor kompleks yang saling berhubungan, mulai dari ekonomi makro, kebijakan moneter, hingga sentimen investor global. Memahami penyebab fluktuasi nilai tukar penting bagi siapa saja, baik pelaku bisnis, investor, maupun masyarakat umum.

Tetap update dengan perkembangan nilai kurs dan berita ekonomi terkini hanya di Garap Media. Baca berita selengkapnya dan dapatkan insight mendalam setiap harinya!

Lampiran Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /