Kenapa Harga Bitcoin Anjlok Tajam, Apa Penyebabnya?

Last Updated: 25 November 2025, 10:01

Bagikan:

Harga Bitcoin Anjlok
Ilustrasi Bitcoin Menurun Downtren. Sumber Foto coindoo.com
Table of Contents

Harga Bitcoin kembali mengalami koreksi besar dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan investor kripto global. Pergerakan harga yang sempat menyentuh level aman kini turun drastis hanya dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat banyak investor bertanya tanya, faktor apa yang sebenarnya memicu jatuhnya harga Bitcoin secara tiba-tiba.

Menurut laporan berbagai media keuangan, penurunan harga ini bukan sekadar reaksi pasar biasa, melainkan dipicu oleh kombinasi sentimen negatif global, aksi jual besar-besaran, dan tekanan ekonomi internasional. Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, berikut adalah rangkuman faktor utama penyebab anjloknya harga Bitcoin berdasarkan laporan media Indonesia dan internasional.

1. Sentimen Negatif Pasar Global Tekan Harga Bitcoin

Salah satu penyebab utama jatuhnya harga Bitcoin adalah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. Indeks ketakutan pasar kripto meningkat tajam setelah munculnya isu pelemahan ekonomi di beberapa negara besar.

Dalam laporan tersebut disebutkan adanya “panic selling” yang terjadi secara masif, terutama di kalangan trader jangka pendek. Kondisi ini membuat volatilitas pasar semakin tinggi dan menempatkan Bitcoin dalam tren penurunan yang sulit dibendung.

Baca Juga: Investasi Gen Z 2026: Solusi Cuan Lawan Inflasi (Emas & Crypto)

2. Aksi Jual dari Investor Besar (Whale)

Koreksi harga Bitcoin juga dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor kategori “whale”. Beberapa dompet kripto besar tercatat melakukan transfer Bitcoin dalam jumlah besar ke bursa, yang biasanya merupakan sinyal pelepasan aset.

Aksi jual ini menyebabkan tekanan tambahan pada harga Bitcoin yang sebelumnya sudah berada dalam fase konsolidasi. Ketika pasokan yang masuk bursa meningkat secara ekstrem, harga secara otomatis terdorong turun.

3. Kebijakan Moneter Ketat Berpengaruh pada Pasar Kripto

Kebijakan moneter global juga memainkan peran penting. Ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat membuat banyak investor beralih ke aset yang lebih stabil. Hal ini membuat Bitcoin kehilangan daya tarik sebagai aset lindung nilai jangka pendek.

Semakin ketatnya kebijakan moneter membuat investor institusi menahan diri untuk masuk ke pasar kripto, sehingga volume perdagangan menurun dan harga semakin terdorong ke bawah.

4. Tekanan Pasar Akibat Manipulasi Harga Jangka Pendek

Tekanan tambahan juga muncul dari adanya manipulasi jangka pendek yang dilakukan oleh pelaku tertentu di pasar. Exchange mencatat lonjakan order penjualan yang tidak wajar dalam waktu bersamaan.

Manipulasi seperti ini dapat menimbulkan efek domino, di mana trader lain panik dan ikut menjual aset mereka. Akibatnya, harga semakin jatuh dan pasar kehilangan kestabilannya.

5. Analis Market Overheated Sebelum Koreksi

Sebelum terjadi koreksi besar ini, pasar Bitcoin sudah berada dalam kondisi overheated. Artinya, harga naik terlalu cepat dalam waktu singkat tanpa ditopang oleh fundamental yang kuat.

Ketika pasar berada dalam kondisi seperti ini, sedikit sentimen negatif saja sudah cukup memicu aksi jual besar-besaran. Inilah yang kemudian membuat harga Bitcoin jatuh lebih dalam dari perkiraan.

6. Altcoin Crash Ikut Seret Harga Bitcoin

Penurunan tajam yang terjadi pada altcoin turut memengaruhi Bitcoin sebagai aset utama. Ketika altcoin mengalami koreksi besar, investor biasanya menjual portofolio mereka secara luas, termasuk Bitcoin.

Pemberitaan dari berbagai media menunjukkan bahwa altcoin seperti Ethereum, Solana, dan Avalanche juga mengalami penurunan signifikan. Ketika pasar kripto merosot secara kolektif, Bitcoin sebagai pemimpin pasar tidak bisa menghindari dampaknya.

Penutup

Penurunan harga Bitcoin yang terjadi minggu ini merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari sentimen negatif global, aksi jual investor besar, hingga tekanan dari kebijakan moneter internasional. Krisis ini menjadi pengingat bagi investor bahwa pasar kripto sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan reaksi pasar yang cepat.

Ke depan, pergerakan harga Bitcoin masih sulit diprediksi, namun banyak analis percaya bahwa pasar kripto akan tetap volatil dalam beberapa bulan mendatang. Untuk mendapatkan update terbaru tentang pasar kripto, regulasi, dan analisis tren digital, terus ikuti perkembangan berita terkini hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /