Kenapa Brand Besar Suka Rebranding? Simak Alasannya!
Rebranding seringkali dianggap sebagai strategi berisiko karena dapat mengubah identitas yang telah dibangun bertahun-tahun. Namun, kenyataannya, banyak brand besar justru memilih untuk melakukan rebranding secara berkala. Sebut saja perusahaan seperti Dunkin’, Burberry, hingga Grab yang pernah melalui proses perubahan nama, logo, atau bahkan citra secara keseluruhan. Kenapa hal ini dilakukan? Apa saja manfaat dan fungsi rebranding bagi sebuah brand? Artikel ini akan membahas secara tuntas alasan di balik fenomena ini.
Pengertian Rebranding
Rebranding adalah proses strategis yang dilakukan perusahaan untuk mengubah citra merek mereka di mata publik. Perubahan ini bisa mencakup elemen visual seperti logo, warna, hingga slogan, namun juga bisa menyentuh aspek yang lebih dalam seperti nilai merek, target pasar, atau bahkan nama brand itu sendiri.
Jenis-Jenis Rebranding
Partial Rebranding
Perubahan sebagian dari identitas merek, biasanya hanya pada tampilan visual seperti logo, warna, atau desain kemasan.Total Rebranding
Perubahan menyeluruh yang melibatkan nama, visi, misi, strategi pemasaran, dan identitas visual. Biasanya dilakukan ketika brand mengalami krisis atau ingin masuk ke pasar baru.
Alasan Brand Melakukan Rebranding
1. Menyesuaikan Diri dengan Tren Pasar
Dunia bisnis sangat dinamis. Apa yang populer hari ini bisa usang besok. Brand yang ingin tetap relevan harus bisa beradaptasi dengan tren yang berubah, baik dari sisi desain maupun cara komunikasi.
Contoh: Instagram melakukan penyegaran logo dari ikon kamera retro ke desain yang lebih flat dan berwarna untuk menyesuaikan dengan tren minimalis modern.
2. Memperluas atau Mengganti Target Pasar
Kadang brand ingin menjangkau segmen audiens yang baru atau lebih luas. Rebranding menjadi cara efektif untuk menarik perhatian audiens tersebut.
Contoh: Dunkin’ mengganti nama dari “Dunkin’ Donuts” menjadi “Dunkin’” untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya menjual donat, tapi juga kopi dan makanan cepat saji lainnya.
3. Mengatasi Citra Negatif
Brand yang pernah mengalami kontroversi atau penurunan reputasi kadang memilih rebranding sebagai upaya pemulihan citra.
Contoh: Uber pernah menghadapi krisis reputasi yang memaksa mereka melakukan rebranding dan mengganti logonya untuk menandai era baru yang lebih positif.
4. Merger atau Akuisisi
Ketika dua perusahaan bergabung atau satu perusahaan mengakuisisi lainnya, biasanya diperlukan identitas baru untuk menyatukan nilai-nilai dari kedua entitas.
Contoh: Setelah merger, Gojek dan Tokopedia meluncurkan brand baru bernama “GoTo”.
5. Evolusi Produk dan Layanan
Saat perusahaan mengembangkan lini produk atau layanan, rebranding dapat membantu menyampaikan pesan bahwa mereka kini lebih dari sekadar produk lama.
Contoh: Grab yang awalnya dikenal sebagai layanan ojek online, kini menjadi superapp dengan berbagai layanan digital — dari pesan makanan hingga layanan keuangan.
Manfaat Rebranding bagi Brand
1. Meningkatkan Daya Saing
Dengan tampilan baru dan pendekatan yang lebih segar, brand bisa terlihat lebih modern dan menarik dibanding kompetitor.
2. Memperkuat Posisi di Pasar
Rebranding dapat memperjelas positioning brand di pasar, membantu konsumen memahami nilai dan diferensiasi brand.
3. Meningkatkan Loyalitas Konsumen
Ketika dilakukan dengan baik, rebranding bisa membuat konsumen merasa lebih terhubung dan bangga menjadi bagian dari perubahan positif.
4. Meningkatkan Engagement dan Awareness
Proses rebranding sering diiringi dengan kampanye marketing yang masif. Ini membuka peluang untuk menjangkau konsumen baru dan memperkuat awareness.
Risiko dan Tantangan Rebranding
Meski punya banyak manfaat, rebranding bukan tanpa risiko. Salah langkah bisa membuat brand kehilangan identitas dan membingungkan konsumen. Oleh karena itu, proses ini harus dilakukan berdasarkan riset pasar yang kuat dan strategi yang matang.
Rebranding bukan sekadar mengganti logo atau nama, tapi adalah strategi menyeluruh untuk memperkuat posisi sebuah brand di tengah persaingan pasar yang ketat. Banyak brand besar memilih langkah ini untuk tetap relevan, menjangkau pasar baru, dan membangun citra yang lebih baik. Jika dilakukan dengan tepat, rebranding bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga.
Ingin tahu lebih banyak tren dan strategi bisnis lainnya? Baca terus berita-berita menarik hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
