Kelinci Laut yang Menggemaskan, Fakta Unik Mengejutkan
Dunia bawah laut selalu menghadirkan kejutan dengan ragam makhluk uniknya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kelinci laut, hewan mungil yang viral karena bentuknya menyerupai kelinci berbulu dengan telinga kecil. Meski terlihat imut, kelinci laut sejatinya adalah sejenis nudibranch atau siput laut tanpa cangkang.
Popularitas kelinci laut bukan hanya karena tampilannya yang lucu, tetapi juga karena perannya dalam ekosistem laut dan potensi ilmiah yang dimilikinya. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang kelinci laut, mulai dari ciri-ciri, habitat, hingga perannya di dunia biologi.
Mengenal Kelinci Laut
Kelinci laut memiliki nama ilmiah Jorunna parva. Ukurannya sangat kecil, sekitar 1–2 sentimeter, sehingga tidak mudah ditemukan di lautan tanpa peralatan menyelam. Tubuhnya ditutupi bulu halus yang sebenarnya adalah papillae, struktur sensorik yang membantu mereka mengenali lingkungan.
Sementara itu, dua tonjolan kecil yang mirip telinga kelinci disebut rhinophores. Organ ini berfungsi untuk mendeteksi bahan kimia di dalam air sehingga kelinci laut bisa menemukan makanan atau menghindari bahaya. Kombinasi inilah yang membuatnya tampak seperti kelinci mini di dasar laut.
Habitat dan Makanan Kelinci Laut
Kelinci laut tersebar luas di wilayah Samudra Indo-Pasifik, termasuk perairan Jepang, Filipina, Indonesia, hingga Australia. Mereka hidup di terumbu karang yang kaya akan spons laut, karena spons merupakan makanan utama mereka.
Uniknya, kelinci laut tidak hanya memakan spons sebagai sumber energi, tetapi juga menyerap racun dari spons tersebut. Racun ini kemudian disimpan dalam tubuhnya sebagai pertahanan alami agar predator enggan memangsa mereka.
Peran Ekologis dan Potensi Ilmiah
Walaupun kecil, kelinci laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan memakan spons, mereka membantu mengatur pertumbuhan spons agar tidak merusak terumbu karang.
Selain itu, racun yang terkandung dalam tubuh nudibranch seperti kelinci laut menarik minat para peneliti. Beberapa studi menyebutkan racun ini berpotensi menjadi bahan penelitian dalam bidang biomedis, terutama untuk obat-obatan yang berkaitan dengan sistem saraf.
Popularitas Kelinci Laut di Media Sosial
Kelinci laut mulai populer sekitar tahun 2015 ketika banyak foto dan video hewan ini beredar di internet, khususnya di Jepang. Bentuknya yang unik membuat orang menyebutnya sebagai “sea bunny” atau kelinci laut.
Namun, meski imut, kelinci laut bukanlah hewan peliharaan. Mereka hanya bisa bertahan hidup di habitat alami dengan kondisi laut yang seimbang. Mengambil mereka dari alam liar justru mengganggu ekosistem yang sudah rapuh.
Kelinci laut adalah bukti betapa luar biasanya keanekaragaman hayati di lautan. Wujudnya yang menyerupai kelinci mungil membuat banyak orang terpesona, tetapi perannya dalam ekosistem jauh lebih penting. Dengan mengenal lebih dalam tentang kelinci laut, kita diingatkan untuk lebih peduli terhadap kelestarian laut.
Terus ikuti berita dan artikel sains menarik lainnya hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
