Keindahan Bunga Terompet Menawan Alam

Last Updated: 24 September 2025, 15:41

Bagikan:

Bunga terompet mekar dengan warna kuning cerah di halaman rumah. Sumber Gambar: Wikimedia Commons
Table of Contents

Keindahan Bunga Terompet Menawan Alam

Bunga terompet merupakan tumbuhan hias yang populer karena bentuknya yang menyerupai terompet dan warnanya yang menarik. Di banyak taman dan pekarangan rumah, tanaman ini digemari sebagai penghias yang mampu menarik perhatian.

Namun demikian, di balik keelokannya, bunga terompet juga menyimpan potensi bahaya karena beberapa spesies mengandung senyawa toksik jika dikonsumsi. Oleh karena itu, informasi ini penting untuk diketahui oleh penghobi tanam dan masyarakat luas agar tetap waspada.


Karakteristik dan Jenis Bunga Terompet

Morfologi dan Variasi

Secara morfologi, bunga terompet termasuk dalam keluarga Solanaceae dalam banyak kasus, dan memiliki corolla yang memanjang seperti terompet. Selain itu, beberapa spesies bisa tumbuh menjalar atau sebagai semak besar mencapai beberapa meter (RRI, 2024).
Selain warnanya yang beragam, mulai dari kuning, oranye, putih, hingga gradasi, daunnya juga relatif tebal dengan permukaan mengilap.

Spesies Umum dan Distribusi

Menariknya, salah satu varian populer adalah Allamanda cathartica atau bunga terompet emas, yang berasal dari Amerika Selatan dan tersebar ke berbagai negara tropis (Million Bloom, 2024).
Lebih jauh, ada juga tumbuhan lain yang disebut “bunga terompet” meskipun tak semua termasuk genus Allamanda. Dengan demikian, beberapa di antaranya tumbuh di Asia Tenggara dan dikenal di taman kota maupun pekarangan rumah.


Manfaat dan Risiko Bunga Terompet

Manfaat Estetika dan Ekologi

Keindahan bunga terompet menjadikannya tanaman hias favorit di banyak kebun dan taman kota. Lebih jauh, kehadirannya dapat memperkuat nilai estetika lanskap dan menarik serangga penyerbuk seperti kupu-kupu dan lebah.
Selain itu, dalam beberapa tradisi pengobatan lokal, bunga ini juga dimanfaatkan, meski dengan kehati­-hatian tinggi.

Senyawa Toksik dan Risiko Kesehatan

Di sisi lain, beberapa spesies bunga terompet diketahui mengandung alkaloid tropan seperti skopolamin, atropin, dan hyoscyamine (Priangan Timur News, 2024).
Sebagai akibatnya, konsumsi bagian tanaman ini—baik bunga maupun daun—dapat memicu keracunan yang serius, bahkan kematian dalam kasus ekstrem (Halodoc, 2022).
Oleh sebab itu, meski indah, bunga terompet harus ditangani dengan hati-hati terutama bila ada anak-anak atau hewan peliharaan di sekitar.


Cara Merawat Bunga Terompet dengan Aman

Pemilihan Lokasi dan Cahaya

Pertama-tama, bunga terompet menyukai sinar matahari penuh hingga setengah naungan. Untuk hasil terbaik, pastikan tanaman ditempatkan di lokasi yang mendapat minimal 4–6 jam cahaya langsung.

Penyiraman dan Drainase

Selain itu, tanah harus lembap tetapi tidak tergenang air. Drainase yang baik akan membantu mencegah akar membusuk.

Pemupukan dan Pemangkasan

Selanjutnya, gunakan pupuk seimbang, terutama yang kaya fosfor, untuk merangsang pembungaan. Pemangkasan rutin juga dianjurkan agar pertumbuhan tetap rapi dan bunga sehat.

Keamanan dan Jarak Aman

Terakhir, karena risiko toksisitas, tanaman bunga terompet hendaknya ditanam agak jauh dari area bermain anak atau jalur hewan peliharaan. Gunakan sarung tangan saat melakukan pemangkasan atau perawatan.


Perkembangan Terkini tentang Bunga Terompet

Belakangan ini, media-media Indonesia beberapa kali memberitakan kasus keracunan akibat konsumsi bunga terompet secara tak sengaja. Misalnya, artikel kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi bunga ini dapat menyebabkan efek serius, termasuk disfungsi organ tubuh (Halodoc, 2022).
Selain itu, media berita lokal juga menyebut bahwa tanaman ini sering masuk dalam daftar “tanaman cantik namun mematikan” dalam publikasi taman dan lingkungan (RRI, 2024).


Tips Aman untuk Pecinta Tanaman

  • Pertama, kenali spesies bunga terompet yang kamu miliki dan cari data toksisitasnya.
  • Kedua, jauhkan tanaman dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.
  • Selain itu, gunakan pelindung saat merawat tanaman (sarung tangan, masker bila perlu).
  • Terakhir, jika ada dugaan keracunan (mual, muntah, halusinasi), segera cari pertolongan medis.

Bunga terompet memang memukau mata dan sering dijadikan tanaman hias pilihan, tetapi bukan tanpa risiko. Dengan demikian, memahami karakteristik, manfaat, dan potensi bahayanya membantu kita menikmati keindahannya dengan lebih aman dan bijaksana.

Sebagai penutup, jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media. Oleh karena itu, ayo terus pantau situs kami dan temukan artikel mendalam lainnya yang bisa memperkaya wawasan Anda.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /