Benarkah Gula Lebih Adiktif dari Narkoba?
Kita semua suka makanan manis—kue, es krim, minuman soda—tetapi tahukah kamu bahwa gula tidak hanya menggoda lidah, tetapi juga bisa membuat kecanduan? Beberapa studi menyebutkan bahwa kecanduan gula bisa menimbulkan efek serupa dengan kecanduan narkoba. Lalu, seberapa seriuskah dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental kita? Apakah benar gula bisa membuat kita “sakau” layaknya pengguna zat adiktif lainnya? Artikel ini akan membahas mengapa gula bisa membuat ketagihan dan sejauh mana kemiripannya dengan narkoba dalam mempengaruhi otak.
Apa Itu Kecanduan Gula?
Kecanduan gula adalah kondisi ketika seseorang merasa sulit mengontrol keinginannya untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis, meskipun tahu bahwa itu berdampak buruk bagi kesehatan. Gejala yang umum termasuk:
- Hasrat berlebih untuk makan makanan manis
- Merasa lelah atau murung jika tidak makan gula
- Merasa lebih baik secara emosional setelah makan manis
- Kesulitan berhenti meskipun sudah mencoba
Fenomena ini bukan sekadar “doyan manis”, tetapi bisa menjadi pola perilaku yang menyerupai kecanduan.
Bagaimana Gula Bekerja di Otak Kita?
Saat kita mengonsumsi gula, tubuh akan melepaskan dopamin, yaitu senyawa kimia yang memicu perasaan senang dan puas. Proses ini mirip dengan reaksi tubuh terhadap zat adiktif seperti kokain atau heroin.
Bagian otak yang terlibat adalah sistem reward (nucleus accumbens), yang juga berperan besar dalam semua jenis kecanduan. Jika seseorang terlalu sering makan makanan manis, otak akan terbiasa mendapatkan “reward” instan dari gula, dan keinginan itu terus meningkat.
Menurut penelitian dari Princeton University, tikus yang diberikan gula menunjukkan gejala-gejala kecanduan seperti peningkatan konsumsi, penarikan (withdrawal), dan keinginan yang kuat untuk mendapatkan gula kembali setelah penghentian.
Apakah Kecanduan Gula Sama dengan Narkoba?
Persamaan:
- Pelepasan dopamin: Baik narkoba maupun gula memicu pelepasan dopamin dalam jumlah besar.
- Efek toleransi: Semakin sering dikonsumsi, tubuh memerlukan jumlah yang lebih besar untuk mendapatkan efek yang sama.
- Withdrawal: Menghentikan konsumsi bisa menimbulkan gejala seperti lelah, depresi, dan sakit kepala.
- Perilaku kompulsif: Pengguna tetap mengonsumsi meski tahu dampak negatifnya.
Perbedaan:
- Dampak fisiologis: Narkoba merusak organ tubuh secara langsung, sedangkan gula berdampak perlahan melalui obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
- Tingkat kecanduan: Meskipun gula dapat menyebabkan ketergantungan psikologis, kecanduan narkoba lebih berat karena juga menyebabkan ketergantungan fisik akut.
- Legalitas dan penerimaan sosial: Gula adalah zat legal dan dikonsumsi secara luas tanpa stigma sosial, tidak seperti narkoba.
Dengan kata lain, gula memang punya efek adiktif, tetapi tidak serta-merta disamakan dengan zat narkotika dari sisi hukum dan dampak akut.
Mengapa Banyak Orang Tidak Menyadari Kecanduan Gula?
Konsumsi gula sering disamarkan dalam bentuk makanan sehari-hari: sereal, saus tomat, roti, bahkan makanan “sehat” seperti yogurt kemasan. Karena tidak terasa ekstrem seperti narkoba, orang cenderung meremehkan efek jangka panjangnya.
Selain itu, gula sering dikaitkan dengan kenangan menyenangkan—ulang tahun, hadiah, makanan keluarga—sehingga menimbulkan ikatan emosional yang memperkuat kecanduan.
Cara Mengurangi Ketergantungan Gula
- Baca label nutrisi dengan seksama untuk mengenali gula tersembunyi
- Ganti camilan manis dengan buah segar yang mengandung serat
- Perbanyak konsumsi protein dan lemak sehat untuk menjaga kestabilan gula darah
- Kurangi konsumsi bertahap, bukan langsung berhenti
- Tidur cukup dan kelola stres, karena kurang tidur bisa meningkatkan keinginan terhadap gula
Kecanduan gula adalah masalah nyata yang sering diremehkan. Meskipun tidak seberbahaya narkoba secara langsung, efek jangka panjangnya tetap membahayakan kesehatan fisik dan mental. Mengenali tanda-tandanya dan mengurangi konsumsi secara sadar bisa membantu kita menjalani hidup lebih sehat.
Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar gaya hidup dan kesehatan hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
