Kebun Mawar Situhapa Garut, Surga Bunga di Tengah Pegunungan yang Bikin Lupa Pulang
Kebun Mawar Situhapa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Garut, Jawa Barat, berkat keindahan alamnya yang memukau. Terletak di kawasan Samarang, taman bunga ini menawarkan panorama pegunungan yang berpadu dengan warna-warni bunga mawar yang bermekaran. Udara sejuk dan suasana tenang menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat dan mencari ketenangan. (Pikiran Rakyat Garut)
Tak hanya menawarkan keindahan visual, Kebun Mawar Situhapa juga dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti vila, restoran, dan area bermain yang ramah keluarga. Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut membuat udara di sini terasa sejuk sepanjang hari. Tidak heran jika taman ini sering disebut sebagai “surga bunga di kaki gunung”. (Ayo Bandung)
Daya Tarik dan Lokasi Kebun Mawar Situhapa
Kebun Mawar Situhapa berlokasi di Jalan Raya Kamojang KM 5, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Akses menuju lokasi tergolong mudah karena dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun empat. Dari pusat Kota Garut, waktu tempuh hanya sekitar 30 hingga 40 menit. (Liputan6)
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh hamparan bunga mawar dan tanaman hias lain yang jumlahnya mencapai ratusan jenis. Tak hanya mawar lokal, di sini juga terdapat beberapa varietas bunga impor yang menambah keindahan taman. Lanskap taman dirancang dengan jalur berliku, spot foto estetik, dan area bersantai di bawah pepohonan rindang. (Kumparan)
Fasilitas, Harga Tiket, dan Aktivitas Menarik
Harga tiket masuk ke Kebun Mawar Situhapa cukup terjangkau, yakni sekitar Rp17.500 untuk hari biasa dan Rp22.500 pada akhir pekan atau hari libur nasional. Jam operasionalnya dimulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Area parkir juga luas dan aman, dengan tarif parkir motor sekitar Rp3.000 dan mobil Rp6.000. (Travel Galau)
Fasilitas yang tersedia meliputi restoran dengan pemandangan taman bunga, penginapan berupa vila dengan desain klasik, dan area bermain untuk anak-anak. Beberapa vila yang populer di antaranya Villa Damascena, Villa Geranium, dan Villa Hortensia. Tarif menginap bervariasi antara Rp400.000 hingga lebih dari Rp1 juta per malam, tergantung tipe dan fasilitasnya. (YourSay Suara)
Selain bersantai dan berfoto, pengunjung juga bisa menikmati sajian kuliner di restoran taman yang menyuguhkan makanan khas Sunda serta minuman hangat. Aktivitas populer lainnya adalah berjalan santai menyusuri labirin bunga atau menikmati sunrise dari balkon vila.
Tips Kunjungan ke Kebun Mawar Situhapa
Agar pengalaman lebih maksimal, sebaiknya datang pada pagi hari ketika udara masih segar dan taman belum ramai. Kenakan pakaian hangat karena suhu di area pegunungan bisa turun hingga 17°C. Jika berencana menginap, disarankan untuk melakukan reservasi vila lebih awal, terutama saat musim liburan. Jangan lupa membawa kamera, sebab hampir setiap sudut taman memiliki latar belakang yang cantik untuk foto.
Alasan Kebun Mawar Situhapa Layak Dikunjungi
Kebun Mawar Situhapa bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang terapi alam yang menenangkan. Keindahan taman bunga, udara segar, serta pemandangan pegunungan menciptakan kombinasi sempurna bagi siapa pun yang mencari ketenangan. Baik datang bersama keluarga, pasangan, maupun teman, tempat ini cocok untuk segala kalangan dan usia.
Dengan harga tiket yang terjangkau, fasilitas yang lengkap, dan suasana yang sejuk, Kebun Mawar Situhapa menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi di Garut. Tak berlebihan jika banyak wisatawan menyebut tempat ini sebagai spot healing terbaik di Jawa Barat.
Kebun Mawar Situhapa menghadirkan pengalaman wisata yang menyegarkan mata dan pikiran. Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berlibur di tengah taman bunga dengan udara pegunungan yang menenangkan, tempat ini adalah pilihan yang tepat.
Untuk berita wisata lainnya dan ulasan tempat menarik di Indonesia, kunjungi Garap Media. Temukan inspirasi perjalanan, destinasi hidden gem, dan pengalaman wisata autentik dari berbagai penjuru negeri.
Referensi
