Keajaiban Platypus: Hewan Unik yang Bikin Ilmuwan Terpukau
Hewan platypus kembali mencuri perhatian dunia ilmiah setelah serangkaian penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan tentang umur panjang dan keunikannya di alam liar (ABC, 2024). Hewan asal Australia ini dikenal sebagai salah satu makhluk paling aneh di dunia karena memiliki paruh bebek, tubuh berambut seperti berang-berang, dan kemampuan bertelur meski termasuk mamalia.
Penemuan terkini menambah daftar panjang keajaiban dari spesies monotreme ini. Salah satunya adalah ditemukannya platypus liar tertua yang berumur hingga 24 tahun — usia yang jauh melampaui perkiraan sebelumnya (Smithsonian, 2024). Fakta ini membuka wawasan baru tentang daya tahan dan adaptasi hewan unik ini di habitat aslinya.
Keunikan dan Evolusi Hewan Platypus
Hewan platypus telah lama menjadi topik menarik bagi para ilmuwan evolusi. Menurut penelitian National Geographic (Norris, 2008), hasil penguraian genom platypus mengungkap bahwa hewan ini memiliki campuran gen dari mamalia, burung, dan reptil. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa platypus merupakan contoh luar biasa dari evolusi yang kompleks.
Menariknya, platypus juga diketahui dapat bercahaya di bawah sinar ultraviolet. Fenomena ini pertama kali dilaporkan oleh National Geographic pada tahun 2020, yang menyebutkan bahwa bulu platypus memantulkan warna biru-hijau saat terkena sinar UV. Temuan tersebut menambah daftar keanehan biologis hewan ini yang membuatnya semakin misterius.
Pelestarian dan Ancaman terhadap Populasi
Meski terkenal, populasi platypus di alam liar menghadapi ancaman serius. Menurut National Geographic (Wilcox, 2019), pembangunan wilayah dan perubahan iklim menyebabkan penurunan jumlah individu di beberapa area Australia timur. Kekeringan ekstrem serta pencemaran air juga berkontribusi terhadap penyusutan habitat alami mereka.
Sebagai respons, pemerintah Australia membangun Pusat Konservasi Platypus terbesar di dunia pada tahun 2024 untuk membantu penelitian dan pelestarian spesies ini (Reuters, 2024). Fasilitas tersebut menjadi rumah bagi beberapa platypus pertama yang direhabilitasi dari alam liar, dan menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian hewan ini untuk generasi mendatang.
Fakta Umur Panjang dan Perilaku Platypus
Salah satu penemuan paling menarik datang dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan Australia. Seekor platypus betina ditemukan berumur 24 tahun — menjadikannya individu liar tertua yang pernah tercatat (ABC, 2024). Menurut Smithsonian (2024), temuan ini menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa, terutama dalam menghadapi perubahan ekosistem yang cepat.
Selain itu, perilaku platypus juga terus diteliti. Hewan ini berburu dengan sistem elektroreseptor di paruhnya, memungkinkan mereka mendeteksi gerakan mangsa meski dalam kondisi gelap total. Mekanisme ini menjadikan platypus sebagai predator efisien di perairan dangkal, terutama di sungai-sungai kecil di Australia timur (Wikipedia, n.d.).
Keunikan hewan platypus tak hanya membuatnya menjadi simbol eksotis Australia, tetapi juga membuka pintu bagi penelitian evolusi dan konservasi yang lebih luas. Penemuan tentang umur panjang dan kemampuan biologisnya membuktikan bahwa alam masih menyimpan banyak misteri untuk diungkap.
Dengan upaya konservasi yang terus dilakukan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, harapan bagi kelangsungan hidup platypus tetap besar. Mari terus dukung pelestarian satwa liar dan baca berita inspiratif lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
