Kepala SMAN 1 Cimarga Tampar Siswa Merokok, Kasusnya Viral di Media Sosial
Sebuah video yang menampilkan seorang kepala sekolah menampar siswa karena ketahuan merokok di lingkungan sekolah viral di media sosial. Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian publik dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen. Banyak yang menilai tindakan kepala sekolah tersebut berlebihan, sementara sebagian lain menilai hal itu sebagai bentuk kedisiplinan yang wajar.
Kasus ini terjadi di SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten. Video berdurasi sekitar 20 detik itu pertama kali diunggah pada awal Oktober 2025 dan memperlihatkan siswa berseragam duduk di depan ruang guru sebelum menerima tamparan dari kepala sekolahnya (Detik, 2025).
Kronologi Siswa Merokok di Sekolah
Menurut laporan Detik.com (2025), insiden terjadi setelah beberapa siswa kedapatan merokok di area belakang sekolah. Guru piket yang mengetahui kejadian itu kemudian memanggil para siswa ke ruang kepala sekolah untuk dimintai keterangan. Saat proses pembinaan berlangsung, kepala sekolah menampar salah satu siswa karena dianggap tidak sopan dan tidak menunjukkan rasa bersalah.
Rekaman kejadian itu kemudian tersebar di media sosial dan memicu reaksi luas. Dalam klarifikasinya, pihak sekolah mengaku tindakan kepala sekolah bersifat spontan akibat emosi. Namun, mereka menegaskan bahwa kejadian tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara kepala sekolah, siswa, dan orang tua.
Reaksi Publik dan Kementerian Pendidikan
Video viral tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian besar warganet menganggap kepala sekolah seharusnya menjadi teladan dan menegur tanpa kekerasan. Namun, ada pula yang membela sang kepala sekolah dengan alasan tindakan itu mencerminkan disiplin terhadap pelanggaran berat (Liputan6, 2025).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan fisik di lingkungan pendidikan tidak dibenarkan. Mereka mengimbau agar kasus seperti ini dijadikan pelajaran untuk memperkuat sistem pembinaan siswa yang lebih humanis (Kumparan, 2025).
Isu Blacklist Sekolah oleh Perusahaan
Setelah video viral, muncul kabar bahwa sejumlah perusahaan akan memutus kerja sama dengan SMAN 1 Cimarga karena tindakan kepala sekolah. Namun berdasarkan penelusuran Liputan6 (2025), kabar tersebut tidak benar. Tidak ada satu pun perusahaan yang secara resmi menyatakan akan melakukan blacklist terhadap sekolah tersebut.
Dinas Pendidikan Banten juga mengonfirmasi bahwa isu blacklist merupakan hoaks. Mereka menyebut fokus utama adalah menyelesaikan konflik antara pihak sekolah dan orang tua siswa agar tidak berlanjut ke ranah hukum. Kasus ini pun akhirnya berakhir damai setelah kedua pihak sepakat mencabut laporan polisi (Kumparan, 2025).
Tanggapan Psikolog dan Pakar Pendidikan
Psikolog pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta menilai bahwa tindakan fisik seperti tamparan dapat berdampak buruk terhadap kondisi mental siswa. Ia menekankan bahwa pembinaan disiplin sebaiknya dilakukan dengan pendekatan edukatif dan komunikasi terbuka, bukan kekerasan (Detik, 2025).
Sementara itu, pakar pendidikan menilai kasus ini juga menunjukkan pentingnya edukasi bahaya rokok sejak dini. Sekolah perlu memperkuat peran konseling dan kegiatan pembinaan karakter agar siswa memahami konsekuensi dari perilaku merokok di lingkungan pendidikan.
Kasus kepala sekolah yang menampar siswa karena merokok kembali membuka diskusi tentang batas antara disiplin dan kekerasan di dunia pendidikan. Di satu sisi, tindakan tegas memang dibutuhkan untuk menjaga ketertiban sekolah, namun di sisi lain, pendekatan edukatif dan empatik harus menjadi prioritas utama.
Masyarakat diharapkan dapat melihat kasus ini secara objektif dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, bebas kekerasan, dan berorientasi pada pendidikan karakter. Untuk berita lain seputar pendidikan dan sosial, baca juga berita terbaru di Garap Media.
Referensi
