residen ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menerima Gelar Adat Lampung Pepadun dengan gelar Baginda Pemuka Bangsa saat melanjutkan safari politik hari keduanya di Kota Bandar Lampung. Prosesi adat berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan. Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat Lampung kepada Jokowi atas kontribusinya terhadap bangsa dan negara. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga serta melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas nasional (detikSumbagsel, 2026; detikNews, 2026).
Gelar Adat Lampung Diberikan Melalui Prosesi Pepadun
Pemberian Gelar Adat Lampung kepada Jokowi dilaksanakan melalui rangkaian upacara adat di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung. Prosesi tersebut dipimpin oleh para tokoh adat Lampung. Berbagai unsur masyarakat juga hadir untuk menyaksikan pemberian gelar kehormatan kepada Presiden ke-7 RI tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan Musyawarah Keluarga (Nuwang) sebagai tahapan awal dalam tradisi adat Pepadun. Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan Nguruk Di Way, yaitu pengambilan air suci yang melambangkan penyucian diri. Setelah itu, upacara ditutup melalui ritual Cakak Pepadun atau menaiki singgasana adat sebagai tanda penerimaan gelar kehormatan (detikSumbagsel, 2026; Kupastuntas.co, 2026).
Baginda Pemuka Bangsa Menjadi Gelar Kehormatan bagi Jokowi
Melalui prosesi adat tersebut, Jokowi secara resmi menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa. Gelar itu diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat Lampung Pepadun kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi bagi bangsa Indonesia.
Selain menjadi bentuk penghargaan, pemberian gelar adat juga mencerminkan eratnya hubungan antara budaya daerah dan kehidupan kebangsaan. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Lampung terus menjaga warisan adat. Di sisi lain, mereka tetap memberikan penghormatan kepada tokoh nasional melalui mekanisme adat yang diwariskan secara turun-temurun (detikNews, 2026).
Poin Penting Prosesi Gelar Adat Lampung
Beberapa hal penting dalam prosesi pemberian gelar adat kepada Jokowi meliputi:
- Jokowi menerima Gelar Adat Lampung Pepadun dengan gelar Baginda Pemuka Bangsa.
- Prosesi berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung.
- Upacara adat diawali dengan Musyawarah Keluarga (Nuwang).
- Prosesi dilanjutkan dengan ritual Nguruk Di Way sebagai pengambilan air suci.
- Tahapan terakhir dilakukan melalui ritual Cakak Pepadun atau menaiki singgasana adat.
Jokowi Mengajak Masyarakat Melestarikan Budaya Lampung
Usai menerima gelar adat, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 beserta seluruh jajaran perangkat adat yang telah memberikan penghormatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan masyarakat Lampung selama kunjungannya.
Dalam sambutannya, Jokowi mengajak masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Karena itu, nilai-nilai budaya perlu diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap menjadi bagian dari identitas nasional (detikSumbagsel, 2026; detikNews, 2026).
Prosesi Adat Lampung Pepadun Mencerminkan Nilai Budaya yang Lestari
Prosesi pemberian Gelar Adat Lampung kepada Jokowi tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada seorang tokoh nasional, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas. Setiap tahapan dalam upacara adat memiliki makna simbolis yang mencerminkan penghormatan, kebersamaan, serta pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun (detikSumbagsel, 2026; Kupastuntas.co, 2026).
Tradisi Nuwang, Nguruk Di Way, hingga Cakak Pepadun menjadi bagian penting dalam tata cara pemberian gelar adat Lampung Pepadun. Prosesi tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat adat masih menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas daerah sekaligus bagian dari kekayaan budaya Indonesia (Kupastuntas.co, 2026).
Jokowi Apresiasi Sultan Sekala Brak dan Masyarakat Adat Lampung
Setelah menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 beserta seluruh jajaran perangkat adat yang telah memberikan penghormatan tersebut. Jokowi menilai penyematan gelar adat menjadi bentuk penghargaan yang memiliki makna mendalam bagi dirinya.
Dalam sambutannya, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, keberagaman adat dan budaya merupakan aset bangsa yang harus dipertahankan agar tetap menjadi identitas Indonesia di tengah perkembangan zaman (detikNews, 2026).
Nilai Penting Gelar Adat Lampung Pepadun
Pemberian Gelar Adat Lampung kepada Jokowi mengandung sejumlah makna penting, antara lain:
- Menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat Lampung kepada tokoh nasional.
- Memperkenalkan tradisi Lampung Pepadun kepada masyarakat yang lebih luas.
- Menunjukkan komitmen masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya.
- Menguatkan pesan bahwa budaya daerah merupakan bagian dari identitas nasional.
- Mendorong masyarakat untuk terus melestarikan adat dan tradisi bagi generasi mendatang (detikSumbagsel, 2026; Kupastuntas.co, 2026).
Penyematan Gelar Adat Lampung Pepadun kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi momentum yang menunjukkan kuatnya hubungan antara tokoh nasional dengan nilai-nilai budaya daerah. Melalui prosesi adat yang berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, masyarakat Lampung tidak hanya memberikan penghormatan, tetapi juga memperlihatkan komitmennya dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ajakan Jokowi untuk melestarikan budaya semakin menegaskan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa Indonesia (detikSumbagsel, 2026; detikNews, 2026).
Ikuti terus informasi terbaru mengenai budaya, tradisi, dan berbagai peristiwa nasional hanya di Garap Media. Temukan juga artikel menarik lainnya yang disusun berdasarkan sumber tepercaya agar Anda memperoleh informasi yang akurat, mendalam, dan mudah dipahami.
Referensi
