John Herdman Ungkap Tantangan Pisau Bermata Dua di Timnas Indonesia

Last Updated: 15 February 2026, 08:57

Bagikan:

timnas indonesia
Foto: Liputan6
Table of Contents

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman belum lama ini buka-bukaan membahas tantangan yang dihadapi sebagai pelatih tim nasional. Herdman, pria asal Inggris, baru dipekerjakan oleh PSSI pada Januari 2026 untuk menggantikan Patrick Kluivert, yang mengakhiri kontraknya secara mutual termination pada 16 Oktober 2025 setelah kegagalan membawa skuad Garuda lolos Piala Dunia 2026.

Kehadiran Herdman diharapkan dapat mengobati lara masa lalu, mengingat dia datang dengan rekor gemilang dari peran sebelumnya. Pelatih berusia 50 tahun itu pernah mengakhiri penantian 36 tahun Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Di Timnas Indonesia, Herdman kini menghadapi tugas penting, termasuk mengantar skuad Garuda tampil di FIFA Series pada Maret 2026 dan memperebutkan trofi ASEAN Championship 2026 yang berlangsung 24 Juli-26 Agustus.

Tantangan Herdman di Timnas Indonesia

“Pisau Bermata Dua”: Ekspektasi dan Dukungan Publik

Dalam wawancara dengan ASEAN United FC, Herdman menyebut ada faktor dalam perannya yang bisa menjadi tantangan layaknya “pisau bermata dua”. Faktor itu adalah ekspektasi dan dukungan publik, yang dapat menjadi anugerah sekaligus kutukan di tengah upaya mengembangkan skuad Garuda.

“Di balik itu semua, ada semangat para penggemar. Jadi kami tidak berjuang melawan apa pun, (melainkan) benar-benar memiliki sesuatu yang mendukung kami,” kata Herdman.

Ia menambahkan, “Itu bisa menjadi anugerah dan kutukan. Bisa disebut kutukan karena ada begitu banyak eksekptasi, sementara kami belum berhak untuk memiliki ekspektasi itu.”

Misi Herdman Membangun Timnas Indonesia

Herdman diketahui mendapat kontrak berskema 2+2 tahun dari PSSI, artinya terikat selama dua tahun dengan opsi perpanjangan untuk dua tahun lagi. Ia menjelaskan misi utamanya adalah membawa Indonesia lolos Piala Dunia dalam empat tahun ke depan.

“Saya kira kita berada di ambang melakukan sesuatu, yang dapat membangun kepercayaan, rasa hormat terhadap diri kita sebagai sebuah bangsa, dan kemudian membangun harapan nyata untuk lolos ke Piala Dunia,” ujar Herdman.

“Itulah misi kita selama empat tahun ke depan,” tambah pelatih asal Inggris ini.

Sudah Blusukan di Dalam dan Luar Negeri

Jelang tugas pertamanya, Herdman aktif memantau talenta pemain dengan menyambangi pertandingan dan latihan klub-klub BRI Super League. Upaya ini dilakukan untuk menilai pemain potensial bagi skuad Garuda. Selain itu, Herdman juga mengunjungi beberapa pemain tim nasional yang berkarier di Benua Biru, termasuk Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Dean James (Go Ahead Eagles), dan Jay Idzes (Sassuolo). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan membangun timnas indonesia yang kompetitif.

Penutup

John Herdman membawa tantangan besar bagi timnas indonesia, terutama terkait ekspektasi tinggi dari publik yang digambarkannya sebagai “pisau bermata dua”. Perjalanannya akan menjadi sorotan penting bagi penggemar sepak bola di Tanah Air.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar timnas, pssi, garuda, fifa series, asean championship, pemain diaspora, liga domestik, dan sepak bola internasional hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /