Jelang Hari Kacang-kacangan Sedunia yang diperingati setiap 10 Februari jadi momen untuk menyorot potensi kacang hijau sebagai pangan lokal yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Kacang ini dapat menjadi solusi untuk pencegahan stunting pada anak dan peningkatan asupan gizi, terutama protein.
Selain mudah dibudidayakan di lahan kering, kacang ini memiliki kandungan protein tinggi. Protein tersebut mendukung pertumbuhan anak dan kesehatan ibu hamil, sekaligus menjadi alternatif protein nabati yang praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.
Kandungan Protein Tinggi dalam Kacang Hijau
Pakar Gizi IPB University, Prof Ali Khomsan, menyatakan bahwa kacang hijau memiliki kandungan protein sekitar 20-35 persen, sehingga tergolong sangat tinggi dan bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak serta kesehatan ibu hamil.
“Kalau kita bicara tentang kacang hijau sebagai leguminosa, ini adalah tanaman yang memang kaya protein. Kandungan proteinnya bisa sekitar 20 sampai 35 persen, sehingga relatif tinggi,” ujar Prof Ali.
Protein Nabati Harus Dibarengi Protein Hewani
Prof Ali menekankan bahwa olahan kacang hijau seperti bubur atau camilan relatif mudah diterima anak-anak. Namun, protein nabati memiliki daya cerna yang lebih rendah dibandingkan protein hewani, sehingga perlu dikombinasikan dengan sumber protein hewani seperti susu atau telur agar gizi optimal tetap tercapai.
“Protein nabati daya cernanya tidak setinggi pangan hewani, sehingga harus dikombinasikan dengan pangan hewani seperti susu atau telur. Tetapi, pangan lokal kacang hijau ini harus tetap dioptimalkan,” jelasnya.
Solusi Protein Terjangkau untuk Masyarakat
Ketergantungan pada protein hewani seringkali terkendala oleh harga yang fluktuatif. Kacang hijau hadir sebagai solusi pangan fungsional yang murah, kaya protein, dan bermanfaat bagi kesehatan. Budidayanya juga ramah lingkungan karena mampu mengikat nitrogen dalam tanah, sehingga meningkatkan kesuburan lahan pertanian.
Upaya pencegahan stunting melalui intervensi gizi berbasis pangan lokal ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan di Indonesia. Mengolah bahan pangan lokal menjadi berbagai produk, seperti bubur, susu, atau tepung untuk biskuit, menjadi langkah praktis yang bisa dilakukan ibu rumah tangga sehari-hari.
Penutup
Mengoptimalkan konsumsi kacang hijau sebagai pangan lokal kaya protein penting untuk mendukung gizi anak dan ibu hamil serta mencegah stunting. Mengolahnya menjadi berbagai menu praktis memastikan keluarga mendapat kandungan gizi yang optimal setiap hari.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, gizi anak, pangan lokal, protein nabati, stunting, olahan kacang, nutrisi, dan gaya hidup hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Jelang Hari Kacang-kacangan Sedunia, Ketahui Manfaat Hebat Kacang Hijau yang Kaya Protein. Retrieved from https://www.liputan6.com/health/read/6268073/jelang-hari-kacang-kacangan-sedunia-ketahui-manfaat-hebat-kacang-hijau_yang-kaya-protein
