Jangan Pakai Baju Hijau di Pantai Selatan! Ini Alasannya

Last Updated: 20 May 2025, 19:10

Bagikan:

Larangan tak tertulis: mengenakan hijau di tepian Pantai Selatan, di mana mitos dan ombak menyatu dalam sunyi.
Table of Contents

Jangan Pakai Baju Hijau di Pantai Selatan! Ini Alasannya

Indonesia terkenal akan keindahan alamnya, salah satunya adalah Pantai Selatan yang terbentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Namun, di balik keindahan tersebut, tersimpan mitos dan larangan kuat yang telah melekat di masyarakat, salah satunya adalah larangan mengenakan baju hijau saat berkunjung ke pantai ini. Larangan ini bukan hanya soal warna semata, tetapi juga terkait dengan kepercayaan budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Meskipun terdengar mistis, kisah ini tetap menjadi perbincangan hangat hingga kini. Tapi, benarkah memakai baju hijau di pantai laut selatan bisa mendatangkan bahaya? Mari kita kupas lebih dalam dalam artikel ini.


Asal Usul Larangan Baju Hijau di Pantai Selatan

Legenda Ratu Pantai Selatan

Larangan memakai baju hijau erat kaitannya dengan legenda Nyi Roro Kidul, sosok mitos penguasa Pantai Selatan. Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Jawa, Nyi Roro Kidul menyukai warna hijau, dan menjadikannya sebagai warna kerajaannya di laut selatan. Oleh karena itu, mereka yang mengenakan warna hijau diyakini akan “diambil” oleh sang ratu dan dijadikan abdi dalam kerajaannya di dasar laut.

Legenda ini begitu kuat hingga membentuk kepercayaan bahwa jika seseorang memakai baju hijau dan berenang di pantai selatan, ombak besar akan datang dan menyeret mereka ke laut, sebagai bentuk “panggilan” dari Nyi Roro Kidul.

Kepercayaan yang Masih Hidup

Meskipun zaman telah berubah dan masyarakat semakin rasional, kepercayaan ini tetap bertahan. Beberapa pengunjung pantai bahkan mengaku mengalami kejadian mistis setelah mengenakan baju hijau, mulai dari kesurupan hingga hilang secara misterius. Hal inilah yang memperkuat larangan tersebut di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Yogyakarta, Cilacap, hingga Banyuwangi.


Perspektif Budaya dan Sosial

Simbol Warna Hijau dalam Budaya Jawa

Dalam budaya Jawa, warna memiliki makna simbolik. Hijau dianggap sebagai warna yang sakral karena sering dikaitkan dengan alam dan dunia spiritual. Oleh sebab itu, mengenakan warna hijau di kawasan yang dianggap keramat bisa diartikan sebagai bentuk tantangan atau tidak sopan terhadap kekuatan gaib setempat.

Tradisi dan Larangan sebagai Bentuk Kearifan Lokal

Larangan ini juga bisa dilihat sebagai bagian dari kearifan lokal untuk menjaga ketertiban dan menghormati tempat yang dianggap suci. Kearifan ini menciptakan kesadaran kolektif bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam dan kekuatan yang tak kasat mata.


Sisi Rasional: Antara Mitos dan Logika

Warna Hijau dan Ilmu Kelautan

Dari sudut pandang ilmiah, ada juga yang mencoba menjelaskan larangan ini secara logis. Warna hijau cenderung menyatu dengan warna air laut, khususnya di Pantai Selatan yang dikenal memiliki ombak ganas dan palung laut yang dalam. Hal ini membuat penyelamatan terhadap orang yang terseret ombak menjadi sulit, karena korban sulit terlihat dari kejauhan.

Ombak Pantai Selatan yang Mematikan

Pantai Selatan memiliki karakteristik ombak yang besar dan arus bawah laut yang kuat. Banyak kasus kecelakaan laut terjadi bukan karena mitos, tapi karena kurangnya kewaspadaan. Larangan memakai baju hijau bisa saja merupakan bentuk perlindungan tak langsung agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati saat bermain di pantai.

Kisah Nyata dan Testimoni Masyarakat

Beberapa warga setempat dan wisatawan pernah membagikan cerita tentang kejadian aneh di pantai setelah mengenakan baju hijau. Ada yang merasa tiba-tiba pingsan, terbawa arus padahal air tampak tenang, hingga melihat penampakan sosok wanita berbaju hijau. Meskipun tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, cerita-cerita ini menambah kuatnya kepercayaan terhadap larangan tersebut.


Memakai baju hijau di Pantai Selatan bukan hanya soal mengikuti mitos atau kepercayaan, tapi juga soal menghormati budaya lokal dan menjaga keselamatan. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah Nyi Roro Kidul, ada baiknya kita tetap berhati-hati dan menghormati larangan yang ada. Mitos bisa jadi cerminan dari kearifan lokal yang bertujuan baik, dan mempercayainya tidak membuat kita mundur secara logika, tapi justru menunjukkan rasa hormat pada nilai-nilai budaya.

Penasaran dengan cerita budaya dan misteri lainnya? Baca berita selengkapnya hanya di Garap Media.

Lampiran Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /