Jangan Makan Kentang Bertunas! Ini Faktanya

Last Updated: 6 June 2025, 16:30

Bagikan:

Tunas Kecil, Efek Mematikan. Jangan Sepelekan Kentang Bertunas!
Table of Contents

Jangan Makan Kentang Bertunas! Ini Faktanya

Kentang dikenal sebagai salah satu bahan makanan pokok yang mudah diolah dan disukai banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa kentang yang bertunas bisa membahayakan kesehatan? Banyak orang yang menganggap bahwa selama bagian kentang yang bertunas dibuang, maka sisanya masih aman untuk dikonsumsi. Benarkah demikian? Dalam artikel ini, kita akan membahas bahaya kentang bertunas secara ilmiah, dampaknya bagi kesehatan, dan bagaimana cara mengenalinya agar Anda tidak keliru dalam mengonsumsinya.


Apa Itu Kentang Bertunas?

Kentang bertunas adalah kentang yang telah mulai mengalami proses perkecambahan. Tunas biasanya muncul di permukaan kulit kentang dalam bentuk benjolan kecil berwarna putih, hijau, atau ungu. Proses ini terjadi secara alami, terutama jika kentang disimpan di tempat lembap atau terkena sinar matahari. Namun, di balik proses alami ini, terdapat risiko yang cukup serius terhadap kesehatan manusia.


Bahaya Zat Beracun dalam Kentang Bertunas

Kentang bertunas mengandung zat alami bernama solanin, sejenis glikoalkaloid yang berfungsi sebagai pertahanan alami tanaman terhadap hama. Namun, kadar solanin dalam kentang akan meningkat signifikan ketika kentang mulai bertunas atau berubah warna menjadi hijau.

Solanin memiliki sifat racun yang bisa berbahaya bagi tubuh manusia jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Beberapa efek samping konsumsi solanin meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Sakit perut dan diare
  • Pusing dan sakit kepala
  • Dalam kasus ekstrem: halusinasi, kejang, bahkan kematian

Menurut European Food Safety Authority (EFSA), dosis solanin sebesar 1–5 mg per kg berat badan sudah dapat menimbulkan gejala keracunan. Satu buah kentang berukuran sedang yang bertunas bisa saja mengandung jumlah solanin yang cukup untuk memicu gejala tersebut, terutama pada anak-anak.


Apakah Aman Jika Tunasnya Dibuang?

Banyak orang beranggapan bahwa cukup dengan memotong bagian tunas dan area hijau di sekitar kentang, maka kentang masih bisa dikonsumsi. Walaupun tindakan ini bisa mengurangi jumlah solanin, penelitian menunjukkan bahwa zat beracun ini menyebar hingga ke bagian dalam kentang, tidak hanya terkonsentrasi di kulit atau tunas saja.

Jadi, membuang bagian tunas tidak menjamin keamanan sepenuhnya. Terlebih lagi jika tekstur kentang sudah berubah menjadi lembek, berkeriput, atau berbau, itu menandakan kentang sudah rusak dan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi.


Bagaimana Cara Menyimpan Kentang dengan Benar?

Untuk mencegah kentang cepat bertunas dan menjaga kualitasnya, berikut beberapa tips penyimpanan:

  • Simpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering
  • Hindari sinar matahari langsung atau lampu terang
  • Jangan menyimpan kentang bersama buah-buahan seperti apel dan pisang karena etilen yang dilepaskan bisa mempercepat proses pertunasan
  • Gunakan wadah atau kantong kertas, bukan plastik, agar sirkulasi udara tetap terjaga

Dengan penyimpanan yang tepat, kentang bisa bertahan lebih lama dan tetap aman untuk dikonsumsi.


Kentang memang makanan yang kaya nutrisi dan fleksibel dalam pengolahan, tetapi kentang yang bertunas sebaiknya tidak dikonsumsi karena risiko keracunan solanin yang serius. Jangan tergoda untuk tetap memasaknya hanya karena terlihat masih utuh. Kesehatan Anda jauh lebih berharga.

Untuk informasi lebih lengkap dan berita-berita kesehatan terpercaya lainnya, kunjungi Garap Media sekarang juga dan jadilah pembaca cerdas yang peduli dengan apa yang Anda konsumsi!

Lampiran Referensi

  1. European Food Safety Authority.
  2. National Center for Biotechnology Information (NCBI).
  3. Harvard Health Publishing. 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /