Garap Media – Menjelang Hari Raya, satu hal yang sering diabaikan banyak orang adalah ancaman digital. Padahal, jangan klik pesan Lebaran sembarangan jika tidak ingin uang THR hilang dalam hitungan menit.
Modus penipuan semakin canggih. Pelaku kini tidak hanya mengirim pesan mencurigakan, tetapi juga menyamar sebagai kurir, bank, hingga instansi resmi. Sekali klik, data pribadi bisa langsung diambil tanpa disadari.
Fenomena ini bukan kasus kecil. Laporan dari berbagai lembaga keamanan siber menunjukkan peningkatan signifikan serangan phishing saat momen besar seperti Lebaran.
Modus Baru Penipuan yang Banyak Menjebak
Penipu biasanya memanfaatkan momen emosional dan kebiasaan masyarakat. Beberapa modus yang sering muncul:
Link “paket tertahan” dari kurir palsu
Pesan hadiah THR dari nomor tak dikenal
Notifikasi akun bank yang seolah bermasalah
Aplikasi seperti WhatsApp sering menjadi media utama penyebaran karena penggunaannya yang masif di Indonesia.
Yang berbahaya, tampilan pesan dibuat sangat meyakinkan, bahkan menyerupai layanan resmi.
Sekali Klik, Data Bisa Langsung Dicuri
Banyak orang mengira harus memasukkan data dulu baru bisa kena hack. Faktanya, tidak selalu begitu. Dalam beberapa kasus, hanya dengan mengklik link:
Malware bisa langsung terinstal
Akses ke perangkat bisa dibuka
Data sensitif bisa disalin tanpa izin
Menurut Badan Siber dan Sandi Negara, serangan phishing menjadi salah satu metode paling umum dalam kejahatan siber di Indonesia. Ini yang membuat banyak korban tidak sadar sampai saldo mereka benar-benar berkurang.
Kenapa Lebaran Jadi Target Utama?
Lebaran adalah momen di mana aktivitas digital meningkat drastis. Orang lebih sering:
Belanja online
Mengirim uang
Berkomunikasi intens via chat
Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyerang di waktu yang paling “sibuk dan lengah”. Selain itu, adanya THR membuat potensi kerugian jauh lebih besar dibanding hari biasa.
Cara Melindungi Diri dari Penipuan
Agar tidak jadi korban, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Jangan klik link dari nomor tidak dikenal
Periksa ulang nama pengirim dan isi pesan
Gunakan aplikasi resmi untuk cek transaksi
Aktifkan fitur keamanan tambahan di perangkat
Jika ragu, lebih baik abaikan daripada menyesal. Langkah sederhana ini sering dianggap sepele, padahal bisa menyelamatkan jutaan rupiah.
Kenapa Masih Banyak yang Jadi Korban?
Meski sudah sering diperingatkan, kasus penipuan tetap tinggi.
Alasannya sederhana:
Terburu-buru saat membaca pesan
Terlalu percaya dengan tampilan “resmi”
Kurangnya literasi digital
Padahal, penipu justru mengandalkan momen ketika korban tidak berpikir panjang.
Penutup
Peringatan jangan klik pesan Lebaran bukan sekadar himbauan, tapi realita yang terus terjadi setiap tahun. Dengan meningkatnya aktivitas digital dan peredaran uang saat Lebaran, risiko penipuan juga ikut melonjak. Lebih baik waspada sejak awal daripada kehilangan THR yang sudah ditunggu-tunggu. Karena di era sekarang, satu klik bisa jadi keputusan paling mahal.
Sumber Referensi
- CNN Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260316150913-185-1338669/jangan-asal-klik-pesan-jelang-lebaran-kalau-tak-mau-thr-dikuras-penipu - BBC News
https://www.bbc.com/news - Badan Siber dan Sandi Negara
https://www.bssn.go.id
