Jangan Kaget! Ini Fakta Menyeramkan Sleep Walker
Fakta sleep walker sering kali mengejutkan dan bahkan menyeramkan. Bayangkan seseorang berjalan di tengah malam tanpa sadar, membuka pintu, menaiki tangga, bahkan bisa keluar rumah tanpa mengenakan alas kaki—semua dilakukan dalam kondisi tertidur. Fenomena ini bukan sekadar kejadian aneh, melainkan gejala dari gangguan tidur yang disebut sleep walking atau somnambulisme.
Sayangnya, masih banyak yang menganggap sleep walking sebagai hal sepele. Padahal, fakta sleep walker menunjukkan bahwa kondisi ini bisa berisiko tinggi jika tidak ditangani dengan tepat. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap tentang penyebab, bahaya, serta cara mengatasi kondisi ini agar tidak membahayakan penderita maupun orang sekitarnya.
Apa Itu Sleep Walker?
Definisi dan Kategori
Sleep walker adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang mengalami kondisi somnambulisme—yakni gangguan tidur di mana penderita berjalan atau melakukan aktivitas lain saat masih tertidur. Biasanya terjadi pada fase tidur dalam, yaitu tahap non-REM (rapid eye movement), dan paling sering terjadi pada jam-jam awal tidur malam.
Siapa Saja yang Rentan?
Meski sleep walking bisa menyerang siapa saja, anak-anak usia 4-8 tahun lebih rentan mengalaminya karena sistem saraf mereka masih berkembang. Namun, orang dewasa juga bisa mengalaminya, terutama jika mereka mengalami stres berat, kurang tidur, atau sedang dalam pengaruh obat-obatan tertentu.
Penyebab Sleep Walking
Faktor Internal
Beberapa faktor internal yang bisa memicu sleep walking antara lain:
- Genetik: Jika orang tua memiliki riwayat sleep walking, anaknya punya kemungkinan 45% lebih tinggi untuk mengalaminya.
- Tidur yang tidak nyenyak: Gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia bisa memicu terjadinya episode sleep walking.
- Demam: Suhu tubuh yang tinggi pada anak-anak bisa meningkatkan peluang terjadinya somnambulisme.
Faktor Eksternal
Selain faktor dalam tubuh, penyebab eksternal juga dapat memicu sleep walking:
- Stres emosional: Tekanan psikologis tinggi seperti masalah sekolah, pekerjaan, atau hubungan bisa mengganggu kualitas tidur.
- Alkohol dan obat-obatan: Konsumsi alkohol atau obat tidur bisa mempengaruhi siklus tidur dan memicu kondisi ini.
- Lingkungan tidur yang buruk: Suara bising, cahaya terang, atau suhu kamar yang tidak nyaman juga menjadi pemicu.
Bahaya Sleep Walking yang Tak Disadari
Risiko Cedera
Orang yang mengalami sleep walking bisa berjalan tanpa kendali, naik turun tangga, bahkan keluar rumah tanpa sadar. Ini membuat risiko kecelakaan meningkat drastis, terutama bila mereka tinggal di tempat tinggi atau dekat jalan raya.
Perilaku Kompleks
Dalam beberapa kasus, penderita tidak hanya berjalan, tetapi juga bisa membuka pintu, makan, atau berbicara sendiri. Bahkan ada laporan ekstrem tentang penderita yang mengendarai mobil dalam kondisi tidur, meski jarang terjadi.
Gangguan Mental
Meskipun sleep walking bukan gangguan mental secara langsung, tetapi bisa menjadi gejala awal dari kondisi yang lebih serius seperti gangguan disosiatif atau stres pasca-trauma (PTSD).
Cara Mengatasi dan Mencegah Sleep Walking
Penanganan Awal
Jika Anda atau keluarga mengalami sleep walking, berikut langkah-langkah awal yang bisa dilakukan:
- Jangan membangunkan secara kasar: Bangunkan perlahan dengan suara lembut. Membuat mereka kaget bisa berbahaya.
- Buat lingkungan aman: Tutup pintu dan jendela rapat, serta jauhkan benda tajam dari kamar tidur.
- Buat jadwal tidur yang teratur: Hindari begadang dan pastikan kualitas tidur baik.
Perlukah Terapi?
Jika episode sleep walking terjadi secara rutin dan membahayakan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis tidur atau psikiater. Terapi perilaku, konseling, atau pengobatan medis mungkin dibutuhkan tergantung penyebabnya.
Sleep walker bukan sekadar kebiasaan aneh saat tidur, melainkan kondisi medis yang perlu diwaspadai. Dengan mengenali penyebab dan cara menghadapinya, Anda bisa melindungi diri dan orang terdekat dari risiko bahaya yang mungkin terjadi saat tidur. Jangan anggap remeh jika Anda melihat tanda-tanda sleep walking—penanganan dini bisa menyelamatkan nyawa.
Untuk berita dan artikel kesehatan menarik lainnya, jangan lupa kunjungi Garap Media dan dapatkan update informatif setiap hari!
