Jafar/Felisha Gagal Tembus Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2025
Harapan pasangan muda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha A. N. Pasaribu, untuk melangkah lebih jauh di BWF World Championships 2025 harus pupus setelah kalah di babak 16 besar. Menghadapi unggulan ke-4 asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, Jafar/Felisha sempat memberikan perlawanan sengit, namun akhirnya tak mampu mempertahankan momentum hingga game ketiga.
Kekalahan ini tentu menjadi catatan penting, mengingat pasangan ini sedang dalam proses menapaki panggung besar dunia. Meski belum berhasil lolos ke perempat final, penampilan mereka tetap memberi optimisme bagi masa depan sektor ganda campuran Indonesia.
Jalannya Pertandingan
Game Pertama: Dominasi Jafar/Felisha
Di awal pertandingan, Jafar/Felisha tampil percaya diri. Mereka mampu mengendalikan tempo permainan dengan pola cepat dan serangan variatif. Smash keras Jafar dikombinasikan dengan permainan net cerdik dari Felisha berhasil membuat pasangan Malaysia kewalahan. Hasilnya, game pertama berhasil diamankan dengan skor 21-14 untuk Indonesia.
Game Kedua: Kebangkitan Malaysia
Memasuki game kedua, Chen/Toh mulai menemukan ritme permainan mereka. Fokus pada permainan bertahan solid dan serangan balik yang tajam, pasangan Malaysia berhasil menekan dan memaksa Jafar/Felisha melakukan beberapa kesalahan sendiri. Skor pun berbalik, Malaysia menutup game kedua dengan 21-19, sehingga pertandingan harus berlanjut ke rubber game.
Game Ketiga: Pertarungan Ketat, Akhir yang Pahit
Game penentuan berlangsung ketat sejak awal. Kedua pasangan saling kejar mengejar angka, namun pada poin-poin krusial, pengalaman Chen/Toh sebagai pasangan unggulan terlihat lebih matang. Jafar/Felisha sempat unggul tipis, tetapi tidak mampu menjaga konsistensi hingga akhir. Malaysia akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-17, sekaligus memastikan tiket ke perempat final.
Evaluasi Penampilan Jafar/Felisha
Meski harus tersingkir di babak 16 besar, penampilan Jafar/Felisha layak diapresiasi. Sebagai pasangan non-unggulan, mereka berhasil memberikan perlawanan ketat kepada unggulan keempat dunia. Ada beberapa catatan penting dari pertandingan ini:
- Kekuatan Serangan: Jafar menunjukkan potensi besar dengan smash kerasnya, yang kerap menjadi senjata utama pasangan ini.
- Permainan Net: Felisha memiliki kualitas permainan depan yang cukup menjanjikan, meski masih perlu lebih konsisten di momen-momen penting.
- Mental Pertandingan: Saat memasuki poin-poin kritis, terlihat bahwa mereka masih perlu meningkatkan fokus dan pengalaman agar tidak mudah kehilangan momentum.
Jika mampu memperbaiki konsistensi dan memperbanyak jam terbang di turnamen internasional, pasangan muda ini bisa menjadi salah satu andalan ganda campuran Indonesia di masa depan.
Kekalahan di BWF World Championships 2025 menjadi pelajaran berharga bagi Jafar Hidayatullah/Felisha A. N. Pasaribu. Meski gagal melangkah ke perempat final, perjalanan mereka tetap menyisakan harapan bagi masa depan ganda campuran Indonesia.
Ikuti terus update berita bulu tangkis dan olahraga lainnya hanya di Garap Media, agar tidak ketinggalan informasi menarik seputar prestasi atlet Indonesia di panggung dunia!
Lampiran Referensi
