Israel Larang Salat Id di Al Aqsa, Ketegangan Memuncak

Last Updated: 20 March 2026, 14:18

Bagikan:

Israel Larang Salat Id di Al Aqsa
Table of Contents

Garap Media – Ketika umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut Idul Fitri, kabar dari Masjid Al-Aqsa justru memicu kemarahan global. Israel dilaporkan melarang pelaksanaan Salat Id di kompleks suci tersebut, sebuah langkah yang langsung memancing gelombang kritik dan kecaman internasional.

Dalam laporan yang dikutip dari CNN Indonesia dan dikonfirmasi oleh berbagai media global termasuk BBC News, aparat keamanan Israel membatasi akses masuk ke kawasan Yerusalem Timur. Pembatasan ini berdampak langsung pada ribuan jamaah yang biasa memadati Al Aqsa saat hari raya.

Hook-nya jelas: ini bukan sekadar pembatasan keamanan. Ini menyentuh simbol agama, identitas, dan konflik panjang yang belum pernah benar-benar selesai.

Alasan Keamanan atau Kontrol Politik?

Pihak Israel berdalih bahwa pembatasan dilakukan demi alasan keamanan. Dalam beberapa tahun terakhir, kompleks Al Aqsa memang kerap menjadi titik benturan antara aparat Israel dan warga Palestina.

Namun, narasi ini tidak sepenuhnya diterima. Banyak pengamat melihat kebijakan ini sebagai bentuk kontrol terhadap ruang ibadah umat Muslim di wilayah yang statusnya masih diperebutkan.

Menurut laporan BBC, ketegangan di Yerusalem meningkat signifikan sejak awal 2026. Dalam beberapa pekan terakhir saja, terjadi sejumlah bentrokan yang menyebabkan puluhan warga luka-luka. Data dari organisasi kemanusiaan menunjukkan bahwa akses ke tempat ibadah di kawasan konflik sering kali menjadi alat tekanan politik.

Ribuan Jamaah Gagal Salat Id

Biasanya, lebih dari 100.000 jamaah menghadiri Salat Id di Al Aqsa setiap tahunnya. Namun dengan pembatasan ini, angka tersebut turun drastis.

Banyak warga Palestina dari Tepi Barat tidak diizinkan masuk ke Yerusalem. Sementara itu, checkpoint diperketat, membuat bahkan warga lokal kesulitan mencapai masjid.

Situasi ini bukan hanya soal ibadah yang tertunda. Ini soal pengalaman kolektif yang hilang—tradisi yang terputus di salah satu situs paling sakral dalam Islam.

Reaksi Dunia Kecaman dan Kekhawatiran

Reaksi internasional datang cepat. Sejumlah negara di Timur Tengah mengecam langkah Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran kebebasan beragama.

Organisasi internasional juga angkat suara. Mereka memperingatkan bahwa pembatasan semacam ini bisa memperburuk eskalasi konflik yang sudah rapuh.

BBC melaporkan bahwa isu Al Aqsa sering menjadi pemicu ketegangan yang lebih luas. Bahkan keputusan kecil di kawasan ini bisa berdampak pada stabilitas regional.

Kenapa Al Aqsa Selalu Jadi Titik Panas?

Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah. Ini adalah simbol.

Bagi umat Islam, Al Aqsa adalah situs suci ketiga setelah Mekah dan Madinah. Sementara bagi Israel, Yerusalem adalah ibu kota yang mereka klaim.

Di sinilah konflik menjadi kompleks: agama, sejarah, dan politik bertemu dalam satu titik yang sama.

Tidak heran jika setiap kebijakan terkait Al Aqsa selalu berdampak besar, bukan hanya lokal, tapi global.

Antara Momentum Idul Fitri dan Realitas Konflik

Idul Fitri seharusnya menjadi momen kemenangan dan kebahagiaan. Namun bagi banyak warga Palestina, tahun ini terasa berbeda.

Alih-alih berkumpul untuk Salat Id, mereka justru dihadapkan pada pembatasan dan ketidakpastian.

Ini menciptakan kontras yang tajam: dunia merayakan, sementara sebagian lainnya berjuang hanya untuk menjalankan ibadah.

Penutup

Kasus Israel larang Salat Id Al Aqsa bukan hanya berita biasa. Ini adalah cerminan dari konflik yang lebih dalam—tentang hak, identitas, dan kekuasaan.

Selama akar masalah belum diselesaikan, Al Aqsa akan terus menjadi titik panas yang memicu reaksi global.

Dan setiap keputusan di sana, sekecil apa pun, akan selalu punya dampak besar, bukan hanya bagi Palestina, tapi juga dunia.

Sumber Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /