Investasi Emas – Dalam beberapa tahun terakhir, investasi emas kembali populer berkat stabilitas nilainya dan kemudahan akses melalui platform digital. Investor kini dihadapkan pada dua pilihan utama: emas fisik dan emas digital, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda.
Pemahaman mendalam mengenai perbedaan keduanya sangat penting agar keputusan investasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan jangka panjang, serta profil risiko masing-masing. Artikel ini merangkum perbedaan utama berdasarkan sejumlah laporan media dan sumber tepercaya.
Definisi dan Cara Kepemilikan
Emas fisik adalah emas berbentuk nyata seperti batangan atau koin yang dapat disimpan dan dipindahkan secara langsung. Kepemilikannya berada sepenuhnya di tangan investor, sehingga mereka bisa memegang, menyimpan, atau menjualnya kapan pun diperlukan. Kompas (Kompas, 2025) menjelaskan bahwa emas fisik memberikan rasa aman karena dapat disimpan sendiri.
Sebaliknya, emas digital adalah saldo emas yang tercatat secara elektronik di dalam aplikasi dan dapat dipantau kapan saja. Nilainya didukung oleh cadangan emas fisik yang disimpan oleh platform, sehingga pengguna tetap memiliki jaminan atas aset yang mereka beli. IDN Times (2025) menegaskan bahwa emas digital tetap memiliki underlying emas meskipun tidak berbentuk fisik.
Modal Awal dan Aksesibilitas Investasi Emas
Emas fisik umumnya memerlukan modal lebih besar karena pembelian minimal biasanya dimulai dari 1 gram, ditambah adanya biaya cetak yang membuat harga awalnya lebih tinggi. Hal ini membuat investor perlu menyiapkan dana lebih sebelum mulai membeli emas fisik. Kompas (Kompas, 2025) mencatat bahwa biaya tambahan membuat emas fisik kurang ramah bagi pemula.
Di sisi lain, emas digital dapat dibeli mulai dari nominal kecil, bahkan hanya sekitar Rp10.000, sehingga sangat terjangkau bagi siapa pun yang ingin mulai berinvestasi. IDN Times (2025) menyebutkan bahwa fitur ini membuat emas digital menjadi pilihan populer bagi investor muda dan pemula yang ingin membangun kebiasaan investasi secara bertahap.
Biaya Penyimpanan dan Keamanan
Emas fisik memerlukan tempat penyimpanan yang benar-benar aman, seperti brankas di rumah atau safe deposit box di bank, agar terlindungi dari risiko kerusakan maupun akses orang yang tidak berkepentingan. Risiko pencurian dan kehilangan juga cukup besar, sehingga pemilik harus menyiapkan biaya tambahan untuk keamanan dan memastikan penyimpanan dilakukan dengan benar.(BeritaSatu, 2024).
Emas digital jauh lebih mudah disimpan karena seluruh aset berada dalam platform yang sudah dilengkapi sistem keamanan siber berlapis serta perlindungan asuransi. Pengguna tidak perlu memikirkan tempat fisik atau risiko pencurian. Namun, keamanan akun tetap menjadi tanggung jawab pribadi, misalnya dengan menggunakan PIN yang kuat, autentikasi ganda, serta menjaga kerahasiaan perangkat dan data login agar akun tetap aman. (IDN Times, 2025).
Spread Harga dan Biaya Tambahan Investasi Emas
Emas fisik memiliki spread harga yang lebih besar dibandingkan emas digital, dan pembeli juga perlu menanggung biaya cetak, penyimpanan, serta ongkos kirim. Faktor-faktor tambahan inilah yang membuat total pengeluaran untuk memiliki emas fisik biasanya lebih tinggi. (IDN Times, 2025).
Emas digital biasanya memiliki spread yang lebih kecil karena tidak memerlukan proses fisik seperti pencetakan atau penyimpanan, sehingga biaya operasionalnya jauh lebih rendah. Hal ini membuat transaksi emas digital menjadi jauh lebih efisien, cepat, dan mudah diakses oleh pengguna kapan saja. (BeritaSatu, 2024).
Baca juga: Investasi Gen Z 2026: Solusi Cuan Lawan Inflasi (Emas & Crypto)
Likuiditas dan Kemudahan Transaksi
Transaksi emas fisik biasanya membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui pengecekan keaslian, kondisi barang, dan kecocokan sertifikat. Selain itu, pemilik juga perlu mencari pembeli melalui toko emas atau pasar sekunder. Laporan Detik (2025)menekankan bahwa proses jual emas fisik tidak selalu cepat, terutama saat permintaan sedang menurun.
Sementara itu, emas digital dapat dibeli atau dijual kapan saja karena tersedia 24 jam melalui aplikasi. Seluruh proses berlangsung secara online tanpa perlu pemeriksaan fisik, sehingga transaksi menjadi jauh lebih cepat, praktis, dan cocok bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas tinggi dalam berinvestasi (IDN Times, 2025).
Tujuan Investasi Emas
Emas fisik lebih cocok untuk penyimpanan jangka panjang, warisan, atau koleksi karena bentuknya yang nyata dan mudah diteruskan. Banyak orang juga melihat emas fisik sebagai aset yang stabil. IDN Times (2025) menilai bahwa emas fisik memberikan rasa aman bagi investor konservatif yang ingin memegang aset secara langsung.
Emas digital lebih cocok untuk investasi rutin, seperti menabung emas secara mingguan atau bulanan, karena proses pembelian dapat dilakukan dalam jumlah kecil dan kapan saja. Fleksibilitas ini memudahkan investor muda atau pemula untuk mulai berinvestasi tanpa harus menyiapkan modal besar. IDN Times (2025) juga mencatat bahwa kemudahan akses dan fitur otomatisasi di aplikasi membuat emas digital semakin diminati generasi baru.
Penutup
Baik emas fisik maupun emas digital memiliki kelebihan masing-masing. Emas fisik unggul dari segi kepemilikan nyata dan cocok untuk jangka panjang. Sementara emas digital unggul dalam fleksibilitas, modal kecil, dan kemudahan transaksi.
Jika masih bingung, investor bisa mengombinasikan keduanya agar portofolio lebih seimbang. Untuk informasi menarik lainnya seputar investasi, sosial, dan tren global, jangan lupa membaca berita lain di Garap Media.
Referensi
- Investasi Emas Fisik Vs Emas Digital: Kelebihan dan Kekurangannya.
- Perbedaan Investasi Emas Fisik vs Digital.
- 5 Perbedaan Investasi Emas Fisik vs Digital.
- 4 Perbedaan Emas Fisik dan Digital.
- Catat! Ini Perbedaan Investasi Emas Fisik vs Digital.
- Emas Fisik vs Emas Digital, Mana yang Lebih Baik?.
