Kondisi internet Aceh dan jaringan listrik hingga kini masih belum sepenuhnya pulih setelah bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Ketimpangan pemulihan infrastruktur ini membuat sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan berkomunikasi serta mengakses informasi penting terkait bantuan dan layanan publik (ANTARA News, 2025).
Lebih dari dua pekan pascabencana, pemerintah pusat dan daerah masih berjibaku memperbaiki jaringan telekomunikasi dan listrik. Namun, keterbatasan pasokan listrik menjadi faktor utama yang memperlambat normalisasi layanan internet di daerah terdampak (ANTARA News, 2025).
Internet Aceh Terkendala Listrik Pascabencana
Pemulihan internet Aceh sangat bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengoperasikan Base Transceiver Station (BTS). Kementerian Komunikasi dan Digital menyebutkan bahwa tidak semua BTS mengalami kerusakan fisik, namun banyak yang belum bisa beroperasi karena pasokan listrik belum stabil di lapangan (ANTARA News, 2025).
Sejumlah wilayah di Aceh masih mengalami gangguan jaringan internet yang membuat warga kesulitan melakukan panggilan, mengakses layanan daring, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga maupun relawan. Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi bantuan serta aktivitas ekonomi masyarakat (ANTARA News, 2025).
Pemulihan Listrik Belum Merata di Berbagai Daerah
Selain jaringan internet, pasokan listrik juga belum pulih secara menyeluruh. Media lokal melaporkan bahwa warga di beberapa kabupaten masih mengalami pemadaman listrik dalam durasi panjang, bahkan hingga tiga pekan setelah bencana terjadi (Masakini.co, 2025).
Ketidakmerataan pemulihan listrik ini memperparah situasi warga yang terdampak. Banyak aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga fasilitas umum tidak dapat beroperasi normal akibat minimnya pasokan energi listrik.
Upaya Pemerintah Pulihkan Jaringan Telekomunikasi
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus melakukan percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi. Salah satu langkah yang diambil adalah pemasangan akses internet darurat berbasis satelit, termasuk pemanfaatan jaringan SATRIA-1 di beberapa titik terdampak (ANTARA News, 2025).
Langkah ini bersifat sementara sembari menunggu jaringan listrik dan infrastruktur telekomunikasi darat pulih sepenuhnya. Pemerintah berharap solusi ini dapat membantu warga tetap terhubung dan memperoleh informasi selama masa pemulihan berlangsung.
Tantangan Teknis di Lapangan
Proses pemulihan jaringan tidak hanya terkendala listrik, tetapi juga kerusakan kabel serat optik dan akses menuju lokasi terdampak yang sulit dijangkau. Kondisi geografis Aceh yang bergunung dan cuaca ekstrem turut memperlambat proses perbaikan infrastruktur (ANTARA News, 2025).
Situasi tersebut membuat sebagian wilayah masih berada dalam kondisi keterbatasan komunikasi, sehingga penyaluran bantuan dan pemantauan kondisi warga menjadi tidak optimal.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Warga
Keterbatasan internet Aceh dan listrik berdampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil terpaksa menghentikan aktivitasnya karena tidak dapat beroperasi tanpa listrik dan jaringan internet.
Selain itu, akses pendidikan dan informasi juga terganggu. Warga kesulitan mengikuti pembelajaran daring maupun mendapatkan informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan penanganan bencana.
Belum meratanya pemulihan internet Aceh dan pasokan listrik menunjukkan bahwa proses rehabilitasi pascabencana masih menghadapi tantangan besar. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Ikuti terus perkembangan berita terbaru seputar bencana dan pemulihan infrastruktur di Aceh serta wilayah lainnya hanya di Garap Media. Temukan laporan aktual dan terpercaya untuk memahami kondisi di lapangan secara menyeluruh.
Referensi
