Insiden Petasan Perahu Baganduang menyebabkan tiga anak terluka akibat ledakan mercun saat Festival Perahu Baganduang berlangsung di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Ledakan terjadi ketika mercun yang digunakan dalam atraksi perang petasan meledak dan mengenai korban yang berada di sekitar perahu. Korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis (Riauin.com, 2026).
Kronologi Ledakan Mercun dalam Tradisi Perang Petasan
Panitia festival menyelenggarakan atraksi perang petasan sebagai bagian dari rangkaian tradisi Perahu Baganduang. Peserta menyalakan mercun sebagai simbol semangat dan kemeriahan pesta adat di Sungai Kuantan. Salah satu mercun meledak saat dipegang sehingga serpihan dan api mengenai tiga anak yang berada di lokasi kegiatan. Warga dan panitia segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke rumah sakit (Riauin.com, 2026).
Laporan media menyebutkan bahwa salah satu korban mengalami luka serius pada bagian jari tangan akibat ledakan tersebut. Tenaga medis melakukan tindakan darurat untuk mencegah infeksi dan kerusakan jaringan lebih lanjut. Dua korban lain mengalami luka bakar dan cedera ringan di beberapa bagian tubuh (Riauin.com, 2026).
Penanganan Medis Korban di RSUD Teluk Kuantan
Tenaga kesehatan di RSUD Teluk Kuantan menerima tiga korban untuk mendapatkan perawatan intensif. Dokter melakukan pemeriksaan luka bakar dan cedera akibat serpihan ledakan pada masing‑masing pasien. Salah satu korban dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di Pekanbaru untuk penanganan lanjutan. Pihak rumah sakit memastikan kondisi korban berada dalam pengawasan medis (Riauin.com, 2026).
Orang tua korban mendampingi anak selama proses perawatan berlangsung. Dinas kesehatan daerah memantau perkembangan kondisi korban secara berkala. Aparat kepolisian mencatat keterangan saksi untuk kepentingan penyelidikan.
Festival Perahu Baganduang sebagai Warisan Budaya Kuantan Singingi
Festival Perahu Baganduang merupakan tradisi tahunan masyarakat Kuantan Singingi yang digelar setelah Idulfitri di Sungai Kuantan. Masyarakat menghias perahu dengan ornamen warna‑warni dan menggabungkannya menjadi satu rangkaian panjang sebagai simbol persatuan. Pemerintah daerah menjadikan festival tersebut sebagai daya tarik wisata budaya daerah (RRI, 2024).
Atraksi perang petasan menjadi bagian dari kemeriahan festival tersebut. Peserta menggunakan mercun untuk menciptakan suasana semarak di tengah perlombaan dan arak‑arakan perahu. Tradisi tersebut telah berlangsung turun‑temurun dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat (RRI, 2024).
Beberapa ciri khas Festival Perahu Baganduang meliputi:
- Perahu dihias dengan ornamen adat berwarna mencolok.
- Perahu digandeng membentuk rangkaian panjang di sungai.
- Masyarakat memadati bantaran sungai untuk menyaksikan atraksi.
- Atraksi perang petasan menjadi simbol semangat kompetisi.
Respons Aparat dan Imbauan Keselamatan kepada Masyarakat
Aparat kepolisian melakukan penyelidikan terhadap sumber dan mekanisme ledakan mercun yang menyebabkan korban luka. Petugas mengumpulkan keterangan saksi serta mengevaluasi prosedur keamanan yang diterapkan selama festival berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat agar lebih berhati‑hati dalam penggunaan petasan pada kegiatan publik (Riauin.com, 2026).
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan atraksi perang petasan dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden Petasan Perahu Baganduang di Kuantan Singingi menjadi pengingat bahwa tradisi budaya memerlukan pengelolaan risiko yang matang. Pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan keselamatan publik.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan berita daerah dan isu budaya lainnya melalui artikel terbaru di Garap Media. Redaksi akan terus menghadirkan laporan faktual, terverifikasi, dan berbasis sumber resmi untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Referensi
