Industri perkeretaapian Indonesia kembali menghadirkan inovasi besar di tahun 2025. Dari layanan antarkota yang lebih cepat hingga KRL commuter yang lebih nyaman, berbagai armada baru mulai beroperasi dan siap memanjakan para penumpang. Tak hanya itu, sebagian besar armada terbaru ini juga dilengkapi dengan teknologi modern, interior yang lebih mewah, dan fasilitas ramah difabel. Bahkan, Indonesia mulai melangkah menuju kemandirian teknologi lewat pengembangan kereta cepat buatan dalam negeri. Lalu, apa saja kereta terbaru yang diluncurkan di Indonesia pada tahun ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Peluncuran Layanan Baru di Gapeka 2025
Mulai 1 Februari 2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yang membawa sejumlah layanan baru. Beberapa di antaranya adalah:
- KA Cakrabuana (Purwokerto–Gambir pp)
- KA Gunungjati (Semarang Tawang–Gambir pp)
- KA Sancaka Utara (Surabaya Pasarturi–Solo Balapan–Cilacap pp)
Kehadiran layanan ini mempermudah mobilitas masyarakat di jalur-jalur strategis. Dengan jadwal keberangkatan yang lebih teratur dan waktu tempuh yang lebih efisien, penumpang kini punya lebih banyak pilihan transportasi untuk bepergian antarkota.
2. KA Batavia: Perjalanan Nyaman dari Jakarta ke Solo
Mulai 6 Februari 2025, KAI Daop 1 Jakarta menghadirkan KA Batavia yang melayani rute Gambir–Solo Balapan pp. Kereta ini tersedia dalam dua kelas layanan, yaitu Eksekutif dan Ekonomi, dengan total kapasitas 488 tempat duduk.
Harga tiketnya cukup bersaing, mulai dari Rp 350.000 untuk kelas Ekonomi dan Rp 530.000 untuk kelas Eksekutif. Dengan interior yang nyaman, kursi ergonomis, serta fasilitas AC dan colokan listrik di setiap tempat duduk, KA Batavia menjadi salah satu favorit baru bagi para pelancong jarak jauh.
3. Kedatangan 23 Trainset KRL Baru
Tahun 2025 menjadi momen penting bagi KRL Jabodetabek karena akan kedatangan 23 trainset baru, terdiri dari:
- 11 trainset impor dari CRRC Sifang (China)
- 12 trainset lokal buatan PT INKA
Kereta baru seri SFC120-V dari CRRC sudah mulai diuji coba sejak awal tahun, dan tiga rangkaian pertamanya resmi beroperasi pada 1 Juni 2025 di rute Bogor Line dan Cikarang Loop Line.
Sementara itu, kereta buatan PT INKA ditargetkan siap beroperasi pada akhir tahun, setelah melalui serangkaian uji coba dan sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
4. Proyek Kereta Cepat Buatan Indonesia
Selain kereta penumpang reguler, Indonesia juga sedang mengembangkan Proyek Kereta Cepat Merah Putih yang sepenuhnya dibuat di dalam negeri. Proyek ini digarap oleh kolaborasi LPDP, BRIN, dan PT INKA. Targetnya, kereta cepat buatan Indonesia selesai pada 2025 dan mulai diuji pada 2026.
Jika berhasil, ini akan menjadi lompatan besar dalam kemandirian teknologi transportasi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
5. Dampak Positif bagi Masyarakat
Hadirnya kereta terbaru ini membawa berbagai dampak positif, di antaranya:
- Konektivitas meningkat: Perjalanan antarkota dan komuter jadi lebih cepat dan mudah.
- Kapasitas angkut bertambah: Mengurangi kepadatan penumpang di jam sibuk.
- Kenyamanan penumpang meningkat: Interior lebih modern, fasilitas lebih lengkap.
- Mendorong industri dalam negeri: PT INKA mendapat porsi produksi yang besar.
Dengan semua keunggulan tersebut, tak heran jika tahun 2025 disebut sebagai era baru perkeretaapian Indonesia.
Penutup
Perkembangan dunia perkeretaapian Indonesia pada tahun 2025 ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan operator untuk menghadirkan transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau. Mulai dari kereta antarkota hingga KRL modern, semua diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Ingin tahu kabar terbaru seputar transportasi dan teknologi di Indonesia? Baca berita terlengkapnya hanya di Garap Media!
