Indonesia Tegas Tolak Visa Atlet Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

Last Updated: 10 October 2025, 02:04

Bagikan:

Atlet senam Israel tidak akan tampil di Jakarta setelah pemerintah Indonesia resmi menolak penerbitan visa mereka. Sumber Gambar: The Times of Israel
Table of Contents

Indonesia Tegas Tolak Visa Atlet Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

Pemerintah Indonesia secara resmi menolak penerbitan visa atlet Israel yang berencana mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Keimigrasian, Yusril Ihza Mahendra, dalam pernyataan resminya pada awal Oktober 2025 (ANTARA, 2025).

Selain itu, penolakan ini menunjukkan sikap konsisten Indonesia dalam politik luar negeri yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina. Karena itu, keputusan tersebut menjadi perhatian dunia internasional, mengingat ajang ini termasuk salah satu event olahraga bergengsi dengan peserta dari 86 negara.


Latar Belakang Keputusan Pemerintah

Menko Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel yang akan mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel (ANTARA, 2025).

Lebih lanjut, Yusril juga menjelaskan bahwa federasi senam nasional sempat mengajukan surat sponsorship untuk enam atlet Israel. Namun, surat tersebut akhirnya ditarik kembali setelah pemerintah menolak penerbitan visa (ANTARA, 2025). Dengan demikian, proses administrasi visa Israel otomatis tidak dapat dilanjutkan.


Reaksi Nasional dan Internasional

Keputusan Indonesia untuk menolak visa atlet Israel menuai beragam respons. Di dalam negeri, banyak masyarakat dan tokoh publik yang mendukung langkah ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Selain itu, dukungan juga datang dari anggota DPR RI yang menilai keputusan tersebut mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia (Media Indonesia, 2025).

Sementara itu, Associated Press (AP) melaporkan bahwa Indonesia secara resmi memblokir partisipasi tim Israel dalam ajang senam dunia di Jakarta. Lebih lanjut, AP menambahkan bahwa federasi senam internasional masih berdiskusi dengan pihak penyelenggara mengenai kemungkinan dampak keputusan tersebut (AP News, 2025).

Selain itu, laporan AP menyebutkan bahwa situasi perang di Gaza membuat kehadiran atlet Israel menjadi isu sensitif di Indonesia. Terutama di Jakarta, yang menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut.

 


Implikasi terhadap Dunia Olahraga

Keputusan pemerintah ini berpotensi memicu evaluasi dari Federasi Senam Dunia (FIG) mengenai status penyelenggaraan kejuaraan di Jakarta. Namun demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari FIG terkait sanksi terhadap Indonesia (AP News, 2025).

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa sikap ini tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi dunia olahraga. Sebaliknya, kebijakan ini merupakan bentuk konsistensi politik luar negeri Indonesia. Sebelumnya, Indonesia juga pernah menolak partisipasi Israel dalam ajang internasional seperti Asian Games 1962. Alasan yang sama digunakan, yaitu mendukung Palestina dan menolak penjajahan (Wikipedia, n.d.).


Posisi Indonesia dalam Diplomasi Global

Dengan keputusan ini, posisi diplomatik Indonesia di dunia Islam semakin kuat, terutama di kalangan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Selain itu, keputusan menolak visa atlet Israel menunjukkan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip kemerdekaan dan keadilan global (ANTARA, 2025).

Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto menegaskan dalam pidatonya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka secara penuh (Media Indonesia, 2025).


Pada akhirnya, penolakan visa atlet Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap konsisten terhadap politik luar negeri bebas aktif dan dukungan bagi Palestina. Selain itu, meskipun keputusan ini dapat berdampak pada posisi Indonesia dalam ajang olahraga internasional, pemerintah tetap menempatkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sebagai prioritas utama.

Untuk informasi terbaru seputar kebijakan luar negeri, olahraga internasional, dan diplomasi Indonesia, kunjungi Garap Media. Tetap dukung media independen yang menyuarakan kebenaran dan keadilan global.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /