Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, melihat peluang ekspor beras yang cukup menjanjikan. Hal ini muncul seiring meningkatnya serapan beras produksi lokal oleh Perum Bulog secara signifikan.
Lonjakan ini tercermin dari serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari produksi dalam negeri, yang mencapai sekitar 112 ribu ton setara beras. Angka tersebut naik lebih dari 700 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, yang hanya sekitar 14 ribu ton.
Lonjakan Serapan Dorong Ekspor Beras
“Serapan bulan ini, kami terima kasih pada Dirut Bulog dan seluruh Direksi, serapan awal tahun ini meningkat pesat. Tahun lalu itu 14 ribu ton satu bulan. Tahun ini 112 ribu ton. Laporan harian kami terima dan ini naik 700 persen di Januari,” kata Amran dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Rabu (4/2/2026).
Dia berharap angka serapan beras Bulog tetap positif ke depan. Maka, ekspor beras bisa dilakukan, terutama untuk membantu negara lain yang membutuhkan bantuan.
“Ini kalau berlanjut, InsyaaAllah hampir pasti mudah-mudahnya, kalau ada negara sahabat yang butuh beras, mungkin kita bisa supply,” imbuhnya.
Berdasarkan catatan Bapanas, capaian serapan setara beras sebesar 112 ribu ton tersebut menjadi realisasi tertinggi di awal tahun dalam lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, realisasi serapan pada Januari dan Februari 2025 masing-masing tercatat sebesar 14,9 ribu ton dan 171,1 ribu ton.
Peningkatan serapan CBP ini sejalan dengan proyeksi produksi beras nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan total produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 dapat mencapai 10,16 juta ton atau naik 1,39 juta ton dibandingkan periode sama di 2025.
Kejar Target 4 Juta Ton
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkap serapan per 2 Februari 2026, realisasi pengadaan dalam negeri mencapai 112.032 ton setara beras.
“Sesuai dengan mandat dalam Rakortas yang menetapkan target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras yang berasal dari gabah kering panen dengan catatan any quality yang memasuki usia panen,” kata Rizal.
“Dalam mengakselerasi target tersebut, kami mengoptimalkan tim jemput pangan untuk komoditas gabah kering panen dan jagung pipil kering. (Kami) selalu sinergi dengan TNI, Polri dan petugas PPL, petugas penyuluh pertanian, untuk memastikan serapan GKP any quality telah memasuki usia panen,” sambungnya.
Bulog Gandeng TNI
Sebelumnya, Perum Bulog menggandeng aparat TNI Angkatan Darat untuk mengawal penyerapan gabah dari petani lokal tahun ini. Nantinya, aparat seperti Babinsa akan terlibat pada prosesnya.
“Sinergi BULOG dengan TNI AD, khususnya melalui peran Babinsa di lapangan, sangat penting untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujar Rizal, Kamis (29/1/2026).
Kepastian Buat Petani
Menurut Rizal, keberadaan Babinsa yang dekat dengan petani di wilayah binaan akan memperkuat proses pendampingan selama masa panen raya. Hal ini sekaligus membantu BULOG memperoleh data dan informasi lapangan secara lebih akurat, sehingga proses penyerapan dapat dilakukan secara responsif sesuai kondisi di daerah.
“Kami ingin memastikan petani mendapatkan kepastian serapan dan harga yang wajar. Dengan keterlibatan Babinsa, diharapkan potensi kendala di lapangan dapat segera diantisipasi, sehingga hasil panen petani benar-benar terlindungi,” tambahnya.
Rizal menegaskan sinergi antara BULOG dan TNI AD ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.
“Penyerapan gabah bukan hanya soal stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani dan keberlanjutan sistem pangan nasional. Ini adalah fondasi penting menuju ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas dia.
Penutup
Kesiapan Indonesia untuk ekspor beras semakin nyata dengan lonjakan serapan Bulog hingga 700 persen. Upaya ini tidak hanya memperkuat stok nasional, tetapi juga menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani dan sistem pangan yang berkelanjutan.
Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media untuk informasi seputar pertanian, ekonomi, perdagangan, teknologi, bisnis, investasi, dan peluang ekspor Indonesia.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Indonesia Siap-Siap Ekspor Beras. Retrieved from https://www.liputan6.com/bisnis/read/6271446/indonesia-siap-siap-ekspor-beras
