Indonesia Disebut Negara Paling Bahagia Dunia Versi Riset Global Harvard

Last Updated: 12 January 2026, 05:58

Bagikan:

Indonesia Bahagia Versi Harvard
Indonesia kembali jadi sorotan setelah riset global menempatkan Tanah Air sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia, mengungguli sejumlah negara maju. Sumber gambar: Kompas Muda
Table of Contents

Indonesia kembali menjadi perbincangan publik setelah sejumlah media nasional mengulas hasil Global Flourishing Study (GFS) yang menempatkan Indonesia di posisi teratas sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan psikologis tertinggi di dunia. Temuan ini mengukur kebahagiaan tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial, makna hidup, dan kondisi mental masyarakat (ANTARA News, 2025).

Klaim tersebut kemudian disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan. Ia menyebut hasil survei itu sebagai sesuatu yang mengharukan, meski menegaskan bahwa tingginya kebahagiaan masyarakat Indonesia bukan semata hasil kinerja pemerintah, melainkan kuatnya nilai sosial di tengah masyarakat (detik.com, 2026).

Global Flourishing Study dan Metodologi

Survei Kesejahteraan Psikologis Global

Global Flourishing Study merupakan riset internasional yang dipimpin oleh Harvard University bersama Baylor University dan Gallup. Studi ini menilai kesejahteraan manusia secara menyeluruh melalui berbagai indikator, seperti kebahagiaan, kesehatan mental, hubungan sosial, karakter, serta makna hidup. Hasil riset tersebut kemudian dirangkum dan dilaporkan oleh sejumlah media nasional (ANTARA News, 2025).

Berbeda dengan indeks kebahagiaan konvensional, GFS tidak hanya menilai kepuasan hidup berbasis ekonomi. Pendekatan flourishing digunakan untuk melihat sejauh mana seseorang dapat menjalani hidup yang bermakna dan seimbang dalam berbagai aspek kehidupan.

Negara paling bahagia di dunia menurut GFS

Dilansir dari Global Flourishing Study, berikut adalah 10 negara paling Bahagia di dunia menurut peneliti Harvard yang dipublikasikan di Nature Mental Health:

  1. Indonesia
  2. Israel
  3. Filipina
  4. Meksiko
  5. Polandia
  6. Nigeria
  7. Mesir
  8. Kenya
  9. Tanzania
  10. Argentina (Kompas, 2026).

Sementara itu, Amerika Serikat, sebagai salah satu negara kaya di dunia menempati peringkat ke-12, tepat di Bawah Hong Kong. Adapun Inggris, Turkiye, dan Jepang berada di urutan paling bawah.

Indonesia sebagai Negara Paling Bahagia Dunia

Unggul dalam Kesejahteraan Psikologis

Berdasarkan laporan media nasional, Indonesia menempati peringkat pertama dalam daftar negara dengan kesejahteraan psikologis tertinggi versi GFS. Posisi ini mengungguli sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa (Kompas.com, 2026).

Hasil tersebut cukup mengejutkan publik karena Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara maju secara ekonomi. Namun, indikator yang digunakan dalam riset ini menempatkan faktor sosial dan psikologis sebagai penilaian utama.

Pernyataan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hasil survei tersebut membuatnya terharu. Ia menilai kebahagiaan masyarakat Indonesia tumbuh dari rasa syukur, kebersamaan, dan solidaritas sosial, meskipun masih banyak tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat (detik.com, 2026).

Dalam kesempatan lain, Prabowo juga menegaskan bahwa capaian tersebut tidak bisa sepenuhnya diklaim sebagai hasil kinerja pemerintah. Menurutnya, kebahagiaan masyarakat Indonesia sudah terbentuk dari nilai budaya dan sosial yang mengakar kuat sejak lama (Jakarta Satu, 2026).

Faktor yang Mendorong Tingginya Kebahagiaan

Hubungan Sosial dan Kebersamaan

Salah satu faktor utama yang disorot media adalah kuatnya hubungan sosial masyarakat Indonesia. Keluarga besar, lingkungan komunitas, serta budaya saling membantu dinilai berperan besar dalam menjaga kesejahteraan psikologis masyarakat (ANTARA News, 2025).

Makna Hidup dan Nilai Budaya

Selain hubungan sosial, makna hidup dan nilai budaya juga menjadi aspek penting dalam penilaian GFS. Banyak masyarakat Indonesia dinilai memiliki ketahanan mental yang baik karena menjunjung nilai kebersamaan, spiritualitas, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Perbandingan dengan Indeks Kebahagiaan Lain

Media nasional juga menyoroti perbedaan hasil GFS dengan indeks kebahagiaan lain seperti World Happiness Report. Perbedaan metodologi menjadi faktor utama, di mana GFS lebih menekankan aspek kesejahteraan psikologis dan sosial dibanding indikator ekonomi semata (Kompas.com, 2026).

Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dipahami secara lebih luas dan tidak selalu sejalan dengan tingkat pendapatan atau pembangunan ekonomi suatu negara.

Penempatan Indonesia sebagai negara paling bahagia dunia versi Global Flourishing Study memberikan sudut pandang baru dalam memaknai kesejahteraan masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan, nilai sosial dan kebersamaan terbukti menjadi kekuatan utama bangsa.

Untuk mengikuti perkembangan isu sosial, nasional, dan kebijakan publik lainnya, pembaca dapat terus menyimak berita dan artikel terbaru di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /