Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pertahanan maritim nasional. Pemerintah menambah dua lisensi desain fregat Arrowhead 140 atau Fregat Merah Putih dari perusahaan Inggris, Babcock International. Langkah ini menjadi bagian penting dari modernisasi alutsista laut dan penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Keputusan tersebut mencuat usai lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke London. Kunjungan ini menghasilkan kesepakatan strategis di sektor pertahanan laut. Penambahan lisensi juga menandai kelanjutan kerja sama Indonesia dan Inggris dalam pembangunan kapal perang modern di galangan nasional.
Indonesia Tambah Lisensi Fregat Arrowhead 140
Indonesia resmi menambah dua lisensi fregat Arrowhead 140 dari Babcock. Tambahan lisensi ini membuat Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memperluas jumlah Fregat Merah Putih yang dibangun secara lokal, sekaligus memperkuat kemampuan tempur laut TNI Angkatan Laut (Airspace Review, 2026).
Hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris menghasilkan kesepakatan penting di bidang pertahanan, termasuk pembelian lisensi kapal perang. Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya fokus pada pembelian alutsista, tetapi juga pada penguasaan teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional (Republika, 2026).
Peran Inggris dalam Penguatan Armada Laut Indonesia
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Inggris terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kolaborasi ini menjadi bukti kepercayaan Inggris terhadap kemampuan Indonesia dalam mengembangkan kapal perang modern secara mandiri. Babcock sebagai pemilik desain Arrowhead 140 memberikan lisensi agar kapal dapat dibangun di Indonesia sesuai kebutuhan operasional TNI AL (Signal Berita, 2026).
Model kerja sama ini memungkinkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna akhir, tetapi juga produsen kapal perang. Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor alutsista dapat ditekan secara bertahap.
Dampak Strategis bagi TNI AL dan Industri Pertahanan
Penambahan lisensi fregat Arrowhead 140 memberikan dampak signifikan bagi kekuatan laut Indonesia. Armada TNI AL berpotensi diperkuat dengan kapal perang berteknologi modern yang memiliki kemampuan multi‑peran, mulai dari patroli laut, pengamanan wilayah perairan, hingga operasi tempur.
Dari sisi industri, proyek ini membuka peluang besar bagi galangan kapal nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas sumber daya manusia. Transfer teknologi dari Babcock diharapkan mempercepat kemandirian industri pertahanan nasional dalam jangka panjang.
Fregat Super Modern Dibangun di Tanah Air
Dua fregat tambahan tersebut direncanakan akan dibangun di dalam negeri. Kapal ini digambarkan sebagai fregat super modern yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dengan kekuatan pertahanan laut yang disegani di kawasan (Prokaltim, 2026).
Pembangunan fregat di tanah air juga berdampak positif pada sektor ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penguatan rantai pasok industri strategis nasional.
Penambahan dua lisensi fregat Arrowhead 140 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius membangun kekuatan laut yang modern dan mandiri. Kerja sama dengan Inggris melalui Babcock tidak hanya memperkuat armada TNI AL, tetapi juga mempercepat transfer teknologi pertahanan ke dalam negeri.
Ikuti terus perkembangan isu pertahanan, alutsista, dan strategi maritim nasional lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan berita penting dan analisis mendalam seputar kebijakan strategis Indonesia.
Referensi
