In This Economy?! Tren TikTok yang Sindir Realita Hidup
TikTok kini menjadi tempat berbagai tren unik bermunculan. Salah satu yang tengah viral adalah frasa “in this economy?!”. Ungkapan ini dipakai untuk menyindir keputusan hidup yang boros atau tidak masuk akal, terutama di tengah krisis ekonomi. Meski terdengar lucu, tren ini sebenarnya mencerminkan kegelisahan banyak orang soal kondisi keuangan saat ini.
Frasa tersebut ramai digunakan untuk menggambarkan dilema sehari-hari. Mulai dari belanja mahal, resign mendadak, hingga gaya hidup hedon yang tetap jalan meski dompet menipis.
Asal Mula Tren “In This Economy?!”
“In this economy?!” bukanlah istilah baru. Frasa ini telah lama digunakan dalam budaya populer Amerika untuk menyindir keputusan konsumtif saat ekonomi sedang sulit.
Namun, sejak awal 2024, tren ini muncul kembali di TikTok dengan gaya yang lebih ekspresif. Kreator TikTok memakai frasa ini untuk memperkuat efek komedi dalam video mereka. Misalnya, saat memamerkan belanja mahal, lalu muncul teks: “in this economy?!”. Karena itu, frasa ini dengan cepat menyebar di berbagai platform.
Di sisi lain, pendekatan yang jenaka membuat banyak orang merasa tren ini sangat relevan dan mudah dipahami.
Satire di Tengah Tekanan Finansial
Tren ini menjadi viral karena begitu banyak orang yang merasa relate. Ketika harga kebutuhan pokok naik dan biaya hidup makin berat, banyak yang mulai menyadari ironi di balik keputusan konsumtif yang tetap dilakukan, entah demi kenyamanan pribadi atau tekanan sosial.
Contohnya, seorang pengguna TikTok mengunggah video saat membeli kopi seharga Rp75.000 dan menambahkan teks, “ngopi mahal dulu ah… in this economy?!”. Hal ini menyindir perilaku yang tampak boros namun sering kali tidak bisa dihindari, karena sudah menjadi bagian dari rutinitas atau gaya hidup.
Dengan gaya penyampaian yang lucu, tren ini menyentil realita yang sebenarnya pahit: bahwa banyak orang memilih mengabaikan realitas ekonomi demi menjaga kewarasan atau citra sosial.
Bentuk Ekspresi Diri dan Coping Mechanism
Di balik kelucuannya, tren ini juga berfungsi sebagai coping mechanism. Banyak kreator yang menggunakan tren ini untuk membahas kecemasan finansial, beban hidup, dan tekanan sosial yang mereka hadapi. Format video yang singkat dan menghibur justru menjadi sarana yang efektif untuk membuka obrolan tentang isu serius seperti kesehatan mental dan krisis ekonomi.
Tidak jarang, video “in this economy?!” disertai komentar-komentar yang menyentuh dari para pengguna lain yang mengalami hal serupa, menciptakan rasa solidaritas di tengah krisis global yang sedang berlangsung.
Evolusi Menjadi Gaya Komunikasi Baru
Tren ini berkembang tidak hanya dalam bentuk video lucu, tapi juga menjadi gaya komunikasi baru di media sosial. Frasa ini digunakan dalam meme, caption Instagram, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Contohnya, seseorang yang ditawari liburan mahal bisa langsung menjawab, “In this economy?!” sebagai penolakan halus namun tetap humoris.
Hal ini menunjukkan bagaimana bahasa internet terus berevolusi dan mampu mencerminkan kondisi sosial-ekonomi suatu generasi. Bahkan, beberapa brand dan influencer mulai menggunakan frasa ini untuk promosi dengan pendekatan ironis yang tetap relevan dengan audiens muda.
Tren “in this economy?!” di TikTok bukan sekadar candaan biasa. Ia adalah cermin dari keresahan generasi masa kini yang hidup di tengah tekanan ekonomi, namun tetap mencoba bertahan dengan cara yang ringan dan humoris. Tren ini membuktikan bahwa meskipun media sosial penuh hiburan, di dalamnya juga tersimpan narasi sosial yang kuat dan bermakna.
Jika kamu ingin terus update soal tren-tren menarik lainnya di TikTok dan dunia digital, baca terus berita terbarunya hanya di Garap Media!
Referensi:
- TikTok Videos dengan tagar #InThisEconomy (akses per Juli 2025)
- KnowYourMeme
- The New York Times
- Komentar pengguna TikTok di berbagai konten tren “in this economy?!”
