Indeks Harga Saham Gabungan IHSG kembali menghadapi tekanan menjelang akhir tahun 2025. Setelah sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, pasar saham domestik menunjukkan tanda tanda pelemahan yang memicu kewaspadaan investor. Koreksi ini terjadi di tengah kondisi global yang masih bergejolak dan minimnya sentimen positif baru.
Tekanan terhadap IHSG tidak hanya tercermin dari penurunan indeks, tetapi juga dari menyusutnya kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Aktivitas transaksi yang menurun menunjukkan sikap hati-hati pelaku pasar, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru, saat likuiditas cenderung menipis.
IHSG Koreksi di Akhir Tahun 2025
Pada perdagangan pekan ketiga Desember 2025, IHSG ditutup melemah ke level 8.609 setelah terkoreksi sekitar 0,10%. Tekanan jual masih mendominasi meski intensitasnya mulai berkurang dibandingkan sesi sebelumnya.
Secara teknikal, analis menilai IHSG masih berada dalam fase koreksi jangka pendek. Area support berada di kisaran 8.460-8.560, sementara resistance terdekat berada di level 8.700. Dalam skenario terburuk, koreksi dapat berlanjut hingga area psikologis 8.000 jika tekanan global meningkat dan sentimen domestik memburuk.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Menguat, IHSG Catat Rekor Tertinggi Tahun Ini
Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus Signifikan
Dampak IHSG koreksi paling terasa pada nilai kapitalisasi pasar. Sepanjang periode 15-19 Desember 2025, kapitalisasi pasar BEI tercatat menyusut sekitar Rp104 triliun, turun dari Rp15.882 triliun menjadi Rp15.788 triliun.
Rata-rata volume transaksi harian juga mengalami penurunan lebih dari 20%. Frekuensi transaksi turut melemah, mencerminkan berkurangnya minat investor untuk melakukan transaksi aktif di tengah ketidakpastian pasar. Meski demikian, nilai transaksi harian justru tercatat meningkat, menunjukkan masih adanya aksi beli selektif pada saham-saham tertentu.
Sentimen Global Menekan IHSG
Sejumlah faktor global menjadi pemicu utama pelemahan pasar saham domestik. Penguatan dolar Amerika Serikat serta ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral AS mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketegangan geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas turut meningkatkan volatilitas pasar. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset Safe heaven seperti emas, sehingga tekanan jual di pasar saham menjadi semakin kuat, khususnya pada saham-saham berisiko tinggi.
Pergerakan Investor Asing dan Rupiah
Peran investor asing juga menjadi faktor penting dalam pergerakan IHSG koreksi. Meskipun sempat mencatatkan net buy harian, secara kumulatif sepanjang 2025 investor asing masih membukukan net sell puluhan triliun rupiah.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi sentimen pasar. Rupiah yang tertekan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi impor dan beban biaya perusahaan, khususnya emiten yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri.
Prospek Pasar Saham Menjelang 2026
Menjelang pergantian tahun, pasar saham diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Minimnya katalis positif dan potensi penurunan likuiditas akibat libur panjang membuat IHSG cenderung bergerak terbatas dalam jangka pendek.
Secara fundamental, ekonomi Indonesia dinilai masih relatif solid. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan menjadi faktor pendukung bagi pasar modal dalam jangka menengah hingga panjang. Jika tekanan global mereda, IHSG berpeluang kembali menguat pada awal 2026.
Penutup
IHSG koreksi di akhir 2025 menjadi pengingat bahwa dinamika pasar saham sangat dipengaruhi oleh faktor global dan domestik. Tekanan nilai tukar, kebijakan moneter global, serta sikap investor asing menjadi variabel utama yang perlu dicermati oleh pelaku pasar.
Bagi pembaca yang ingin terus mengikuti perkembangan ekonomi dan pasar keuangan terkini, ikuti terus berita di Garap Media! menghadirkan berbagai analisis dan berita ekonomi terpercaya. Jangan lewatkan artikel lainnya untuk memperkaya wawasan sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi
- Kompas.com IHSG Melemah ke 8.609, Analis Waspadai Koreksi Lanjutan
- Kontan.co.id IHSG Rawan Koreksi, Ini Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Senin (22/12/2025)
- Investor.id Koreksi IHSG Berlanjut, tapi Peluang Cuan Masih Ada di 6 Saham
- Mureks.co.id IHSG Anjlok 0,59% di Akhir Pekan, Kapitalisasi Pasar BEI Menguap Rp 104 Triliun
- Metrotvnews.com Terseok-seok di Awal 2025, IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa
