IHSG Melemah- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Senin pagi mengikuti tren negatif yang terjadi di bursa saham Asia. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sentimen tersebut membuat pelaku pasar mengambil posisi konservatif dan menahan laju investasi di pasar modal Indonesia.
IHSG Melemah, dengan di Picu
IHSG Melemah dibuka pada level yang lebih rendah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Pada awal pembukaan perdagangan, indeks ini turun sekitar 0,29 persen ke posisi sekitar 8.211,31 poin. Indeks LQ45 pun mengalami tekanan serupa, mencatat penurunan mencapai 0,36 persen.
Analis pasar saham
Analis pasar saham menyatakan bahwa risiko geopolitik saat ini menjadi faktor utama yang mendorong koreksi IHSG. Investor asing kemudian memperbanyak strategi wait and see untuk sementara waktu. Hal ini didukung oleh anjuran dari lembaga riset sekuritas agar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain indikator domestik, bursa saham Asia regional juga menunjukkan tren serupa. Beberapa indeks utama seperti Nikkei, Hang Seng, dan Straits Times turun signifikan pada sesi pagi ini. Penurunan di pasar global turut memperburuk tekanan terhadap IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Baca juga: Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mediator Iran–AS
Pemicu Utama
Pelemahan IHSG ini terjadi di tengah ketidakpastian investor terhadap durasi dan tingkat eskalasi konflik di Timur Tengah. Risiko gangguan terhadap jalur energi global seperti Selat Hormuz serta kemungkinan dampak terhadap harga minyak juga menjadi perhatian pelaku pasar. Ketidakpastian ini berpotensi memperpanjang volatilitas pasar modal dalam beberapa waktu mendatang.
Kesimpulan
Meski demikian, beberapa analis mencatat bahwa komposisi IHSG yang masih dipengaruhi oleh emiten berbasis komoditas memiliki peluang untuk bertahan lebih baik jika harga komoditas global meningkat. Hal ini dapat menjadi katalis positif di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Secara keseluruhan, situasi geopolitik global tetap menjadi pendorong utama pergerakan IHSG, memaksa investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dalam jangka pendek.
Referensi
Antara News. (2026). IHSG melemah ikuti bursa Asia imbas konflik Iran dengan Israel-AS. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5446086/ihsg-melemah-ikuti-bursa-asia-imbas-konflik-iran-dengan-israel-as
Koran-Jakarta.com. (2026). IHSG Pagi Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Imbas Konflik Iran dengan Israel-AS. Koran Jakarta. https://koran-jakarta.com/2026-03-02/ihsg-pagi-ini-melemah-mengikuti-bursa-asia-imbas-konflik-iran-dengan-israel-as
Suara.com. (2026). IHSG Terjun Bebas 1,73% pada Senin Pagi Imbas Konflik AS-Iran, 600 Saham Merah. Suara.com. https://www.suara.com/bisnis/2026/03/02/091216/ihsg-terjun-bebas-173-pada-senin-pagi-imbas-konflik-as-iran
