iHeartRadio Gegerkan Dunia, Larang Musik AI Demi Jaga Keaslian
iHeartMedia, perusahaan induk iHeartRadio, resmi mengumumkan kebijakan baru bertajuk “Guaranteed Human” yang melarang pemutaran musik hasil kecerdasan buatan (AI) serta penggunaan penyiar berbasis suara sintetis. Langkah ini langsung menjadi sorotan karena melibatkan jaringan radio terbesar di Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap lagu, DJ, hingga host podcast yang terdengar di seluruh jaringan iHeartRadio berasal dari manusia asli, bukan hasil rekayasa teknologi.
Kebijakan Musik AI yang Dilarang iHeartRadio
iHeartRadio Larang Musik AI di Semua Siaran
Keputusan musik AI ini muncul setelah manajemen menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan “AI‑generated personalities” atau memutar lagu yang memakai vokal sintetis (Los Angeles Times, 2025). Semua konten on‑air kini diwajibkan melibatkan suara manusia nyata.
Tak hanya itu, setiap stasiun radio iHeartRadio wajib menambahkan identitas “Guaranteed Human” dalam legal ID untuk mempertegas komitmen terhadap kreativitas manusia (RAMP247, 2025).
Alasan iHeartRadio Menolak Konten AI
Menurut iHeartMedia, radio bukan sekadar soal memutar musik, tetapi menghadirkan koneksi emosional dan kepercayaan antara penyiar dan pendengar. Studi konsumen internal menunjukkan mayoritas audiens lebih menyukai konten yang jelas diciptakan oleh manusia daripada hasil teknologi otomatis (iHeartMedia Investor, 2025).
Perusahaan menilai maraknya musik generatif AI berpotensi menciptakan kebingungan soal orisinalitas, etika, serta hak cipta. Karena itu, iHeartRadio memilih menarik garis tegas demi melindungi nilai seni para musisi.
Dampak Kebijakan bagi Industri Musik
Perlindungan untuk Musisi
Kebijakan musik AI dipandang positif oleh banyak musisi karena radio tetap menjadi medium penting promosi karya manusia (Barrett Media, 2025). Larangan ini dianggap memberi ruang aman bagi penyanyi dan pencipta lagu dari ancaman banjir karya digital instan buatan mesin.
Dengan sikap tegas iHeartRadio, karya kreator tidak harus bersaing langsung dengan lagu sintetis yang dapat diproduksi tanpa biaya besar atau proses artistik panjang.
Tantangan bagi Startup AI
Sebaliknya, bagi startup musik AI, keputusan ini menjadi tantangan besar karena akses ke jalur distribusi radio tertutup. Beberapa pihak menilai AI seharusnya diposisikan sebagai alat kolaborasi, bukan pengganti seniman. Namun iHeartRadio tetap berpegang pada prinsip bahwa sisi kreatif utama harus berasal dari manusia (Radio Ink, 2025).
Bagaimana Masa Depan Musik dan AI?
Meski melarang konten musik AI di siaran, iHeartMedia mengakui bahwa AI tetap mereka gunakan untuk kebutuhan analitik data, penjadwalan, serta optimasi penyiaran. Teknologi tetap hadir, namun tidak ditempatkan di ranah penciptaan konten audio utama (Los Angeles Times, 2025).
Ke depan, industri diprediksi akan mengarah ke model kolaboratif di mana AI menjadi alat bantu produksi sementara komposisi dan vokal tetap dilakukan manusia. Debat etika dan regulasi pun diperkirakan makin menguat, termasuk di tingkat global.
Kebijakan musik AI dari iHeartRadio menunjukkan bahwa nilai keaslian dan sentuhan manusia masih memiliki tempat penting di tengah laju perkembangan kecerdasan buatan. Bagi dunia radio dan industri musik, keputusan ini menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi konten serba otomatis.
Ikuti terus berita seputar teknologi, musik, dan industri kreatif terbaru hanya di Garap Media, agar kamu tidak ketinggalan perkembangan paling aktual.
Referensi
