Minum Berdiri – Dalam Islam menjadi salah satu topik yang sering dipertanyakan umat. Beberapa hadits menegaskan bahwa Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri, sehingga memahami hukum ini penting agar umat Islam dapat menjalankan sunnah dengan tepat.
Selain nilai ibadah, duduk saat minum juga memiliki manfaat kesehatan. Mengikuti tata cara yang diajarkan Nabi SAW membantu menjaga pencernaan dan meneladani adab beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Hadits Larangan Minum Berdiri
1. Hadits yang Diceritakan Anas bin Malik RA
عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا
Artinya: Dari Nabi SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab: “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR Muslim)
2. Hadits yang Diceritakan Abu Hurairah RA
لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ
Artinya: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa, hendaknya dia muntahkan.” (HR Muslim)
3. Hadits yang Diceritakan Al Jarud bin Al ‘Ala RA
أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن الشرب قائما
Artinya: “Bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri.” (HR At-Tirmidzi, beliau berkata: hadits ini gharib dan hasan. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1880)
4. Hadits yang Diceritakan Abu Sa’id Al-Khudri RA
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا
Artinya: “Nabi SAW sungguh melarang minum sambil berdiri.” (HR Muslim)
Berdasarkan hadits-hadits di atas, para ulama sepakat bahwa makan atau minum sambil duduk lebih utama daripada berdiri. Jika Rasulullah SAW pernah minum sambil berdiri, itu disebabkan kondisi tertentu seperti tempat-tempat suci yang padat, dan bukan kebiasaan beliau (Harbani, 2021).
Hikmah Larangan Minum Berdiri
- Kesehatan Tubuh – Minum sambil berdiri dapat mengganggu sistem pencernaan karena posisi tubuh tidak optimal. Duduk saat minum membantu penyerapan nutrisi lebih baik, mengurangi risiko kembung, dan mendukung kesehatan lambung.
- Meneladani Sunnah Nabi – Selain aspek kesehatan, duduk saat minum menekankan pentingnya meneladani adab Nabi SAW. Mengikuti sunnah dalam aktivitas sehari-hari menunjukkan kepatuhan terhadap ajaran Islam sekaligus menjaga kesejahteraan tubuh.
Penerapan Hukum Minum Berdiri
- Di Rumah – Orang tua dianjurkan mengajarkan anak-anak untuk duduk saat minum. Kebiasaan ini membiasakan anak meneladani sunnah sekaligus menjaga kesehatan sejak dini.
- Di Tempat Umum – Di kantor, sekolah, atau masjid, duduk saat minum tetap dianjurkan untuk menjaga etika dan mencontoh perilaku yang sesuai syariat. Jika kondisi memaksa berdiri, sebaiknya minum dalam jumlah kecil agar lebih aman.
Penutup
Hukum minum berdiri dalam Islam dilarang berdasarkan beberapa hadits sahih. Duduk saat minum tidak hanya memiliki hikmah kesehatan, tetapi juga menegaskan adab sunnah, meneladani perilaku Rasulullah SAW, dan mengajarkan kesopanan dalam aktivitas sehari-hari.
Mempraktikkan duduk saat minum menjadi cara sederhana untuk mengikuti sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk informasi seputar sunnah dan hukum Islam lainnya, temukan berita menarik di Garap Media.
Referensi:
- Harbani, R. I. (2021). Hadits Larangan Minum Sambil Berdiri dalam Islam, Berikut Penjelasannya. Detik Edu. Retrieved from https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5598686/hadits-larangan-minum-sambil-berdiri-dalam-islam-berikut-penjelasannya
