Hukum dan Cara Ganti Utang Puasa Ramadan di Bulan Syaban

Last Updated: 20 January 2026, 16:33

Bagikan:

ganti utang puasa ramadan
Foto: Canva / Gatot Adriansyah
Table of Contents

Ganti Utang Puasa Ramadan – Menjadi perhatian penting menjelang bulan Ramadan, khususnya saat memasuki bulan Syaban. Bagi umat Islam yang masih memiliki puasa tertinggal, dianjurkan untuk segera menunaikannya dengan melaksanakan puasa qadha sebelum Ramadan tiba.

Puasa qadha adalah puasa pengganti yang dilakukan karena puasa wajib terlewat atau batal bukan karena sengaja, melainkan karena halangan sehingga seseorang tidak mampu menjalankan puasa tersebut. Kewajiban mengganti puasa ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Ayyāmam ma’dūdāt(in), faman kāna minkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar(a), wa ‘alal-lażīna yuṭīqūnahū fidyatun ṭa’āmu miskīn(in), faman taṭawwa’a khairan fahuwa khairul lah(ū), wa an taṣūmū khairul lakum in kuntum ta’lamūn(a).

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Hukum Mengganti Utang Puasa Ramadan di Bulan Syaban

Mengganti utang puasa Ramadan boleh dilakukan sejak Ramadan berakhir hingga akhir bulan Syaban. Artinya, mengganti utang puasa Ramadan di bulan Syaban hukumnya diperbolehkan. Puasa qadha dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah di hari yang berbeda, tanpa ketentuan harus berurutan.

Umat Islam dianjurkan menyegerakan qadha puasa karena hal tersebut lebih utama, sesuai firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’minun ayat 61:

اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ
Ulā’ika yusāri’ūna fil-khairāti wa hum lahā sābiqūn(a).

Artinya: “Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.”

Siapa Saja yang Wajib Mengganti Utang Puasa Ramadan?

Berikut golongan yang wajib melaksanakan puasa qadha:

  1. Musafir: Orang yang sedang bepergian jauh dengan tujuan baik diperbolehkan tidak berpuasa, tetapi wajib mengganti puasa di hari lain.
  2. Orang Sakit: Orang sakit yang masih ada harapan sembuh boleh tidak berpuasa, tetapi wajib menggantinya setelah sembuh.
  3. Wanita Haid dan Nifas: Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa, tetapi wajib mengganti puasa yang tertinggal. Hadits dari Aisyah RA:

    “Terdapat sesuatu (haid) yang menimpa kami, dan kami diperintah untuk mengganti puasa, dan tidak diperintah untuk mengganti salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  4. Muntah Sengaja: Orang yang sengaja muntah saat berpuasa, puasanya batal dan wajib diganti.
  5. Makan dan Minum Sengaja: Seseorang yang makan atau minum dengan sengaja sehingga puasanya batal atau terlambat mengetahui Ramadan wajib mengganti puasanya.

Cara Mengganti Utang Puasa Ramadan

Bagi yang memiliki utang puasa, puasa qadha dilakukan dengan ketentuan:

  1. Puasa qadha bisa berturut-turut atau terpisah, yang penting jumlah hari sama dengan puasa tertinggal.
  2. Puasa qadha dapat dikerjakan mulai bulan Syawal sampai sebelum Ramadan berikutnya, lebih baik dilakukan cepat. Menunda tanpa uzur hukumnya haram.
  3. Bagi orang meninggal, utang puasa bisa diganti dengan membayar fidyah atau oleh walinya.
  4. Niatkan puasa qadha untuk mengganti puasa Ramadan agar ibadah sah di sisi Allah SWT.

Niat Qadha Puasa Ramadan

Bacaan niat qadha:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu souma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

Berapa Kali Harus Mengganti Puasa Ramadan

Jumlah puasa qadha harus sama dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Artinya, jika seseorang meninggalkan puasa selama tiga hari, maka ia wajib menggantinya dengan tiga hari puasa qadha, sehingga keseluruhan ibadah puasanya tetap terpenuhi dan sah di sisi Allah SWT.

Penutup

Menunaikan ganti utang puasa Ramadan di bulan Syaban sangat penting agar ibadah puasa qadha tetap sah, sempurna, dan diterima oleh Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda pelaksanaan qadha puasa tanpa alasan syar’i, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Jangan lewatkan artikel dan panduan ibadah Islam lainnya di Garap Media, agar ibadah Anda semakin lancar dan berkah setiap hari.

Referensi: 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /