Hujan Service Fault, Sabar/Reza Tersingkir di Babak 32 Besar BWF 2025!
Debut pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani, di Kejuaraan Dunia BWF 2025 harus berakhir dengan kesedihan. Bertemu pasangan Denmark, Rasmus Kjær / Frederik Søgaard, mereka kalah tipis dalam duel tiga set penuh drama: 18-21, 21-18, 24-26.
Selain berlangsung ketat, pertandingan ini juga diwarnai sejumlah service fault yang justru merugikan pasangan Indonesia pada momen-momen krusial. Laga pun menjadi sorotan karena memperlihatkan betapa tipisnya margin kemenangan di level dunia.
Jalannya Pertandingan
- Game Pertama (18-21)
Pasangan Denmark tampil agresif sejak awal dengan smash keras dan rotasi pertahanan rapat. Sabar/Reza beberapa kali kehilangan kontrol di service return sehingga tertinggal. Skor berakhir 18-21. - Game Kedua (21-18)
Indonesia bangkit dengan pola main lebih sabar. Variasi servis dan penempatan bola ke sudut lapangan membuat lawan kerepotan. Momentum ini membawa mereka merebut set kedua 21-18. - Game Ketiga (24-26)
Inilah puncak drama. Kedua pasangan saling kejar poin, membuat tensi pertandingan semakin tinggi. Sayangnya, serangkaian service fault yang menimpa Sabar/Reza di momen kritis memberi keuntungan bagi Denmark. Setelah deuce panjang, Kjær/Søgaard akhirnya menutup laga 26-24.
Analisis Kekalahan
- Hujan Service Fault
Bolasport menyoroti bahwa service fault berulang di set ketiga menjadi faktor utama kekalahan. Hal ini membuat konsentrasi Sabar/Reza buyar dan lawan mendapat momentum. - Mental di Poin Kritis
Meski mampu menahan hingga deuce, mental Denmark lebih terjaga di poin penentuan. Keputusan tepat di momen terakhir jadi pembeda. - Pelajaran untuk Debut Dunia
Kekalahan tipis ini tetap menjadi pengalaman berharga. Sabar/Reza menunjukkan daya saing tinggi, tapi perlu melatih konsistensi servis dan ketenangan di bawah tekanan.
Kekalahan tipis 1-2 dari Rasmus Kjær / Frederik Søgaard memang menyakitkan, namun debut Sabar/Reza di Kejuaraan Dunia BWF 2025 tetap patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level dunia, meski harus tersandung karena faktor servis fault dan tekanan mental.
Mari terus dukung perjuangan Sabar/Reza dan atlet bulu tangkis Indonesia lainnya, serta ikuti perkembangan berita olahraga menarik hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
