Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan sehingga metabolisme tubuh berjalan jauh lebih cepat dari normal. Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur detak jantung, suhu tubuh, serta penggunaan energi, sehingga gangguan pada organ ini dapat berdampak luas pada kesehatan tubuh secara keseluruhan (Alodokter, 2024).
Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya muncul perlahan dan kerap dianggap sebagai stres atau kelelahan biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, hipertiroid dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan jantung hingga krisis tiroid yang mengancam nyawa (Kompas.com, 2022).
Apa Itu Hipertiroid?
Pengertian Hipertiroid
Hipertiroid merupakan gangguan kelenjar tiroid yang ditandai dengan peningkatan produksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Kelebihan hormon ini menyebabkan organ-organ tubuh bekerja lebih cepat dari seharusnya, termasuk jantung, sistem saraf, dan pencernaan (Alodokter, 2024).
Penyebab Hipertiroid
Faktor Pemicu Hipertiroid
Beberapa kondisi medis yang paling sering menjadi penyebab hipertiroid antara lain:
- Penyakit Graves, yaitu gangguan autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan merangsang produksi hormon berlebih (Kompas.com, 2022).
- Nodul tiroid berfungsi, yaitu benjolan pada kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon secara mandiri tanpa kontrol normal (DetikHealth, 2025).
- Tiroiditis, peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan hormon bocor ke aliran darah (Alodokter, 2024).
Gejala Hipertiroid yang Perlu Diwaspadai
Tanda Fisik dan Psikologis
Gejala hipertiroid dapat berbeda pada setiap orang, namun secara umum meliputi:
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas meski nafsu makan meningkat (Kompas.com, 2022).
- Jantung berdebar cepat atau tidak teratur (Alodokter, 2024).
- Mudah berkeringat dan tidak tahan panas (Kompas.com, 2022).
- Tangan gemetar, cemas berlebihan, dan sulit tidur (DetikHealth, 2025).
- Pembesaran kelenjar tiroid atau gondok di leher (Alodokter, 2024).
Gejala tersebut sering kali berkembang perlahan sehingga banyak penderita baru menyadari saat kondisi sudah cukup berat.
Cara Diagnosis Hipertiroid
Pemeriksaan Medis
Untuk memastikan diagnosis hipertiroid, dokter biasanya melakukan tes darah guna mengukur kadar hormon TSH, T3, dan T4. Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi (USG) tiroid juga dapat dilakukan untuk melihat struktur kelenjar serta mendeteksi adanya nodul (RSUI, 2023).
Pengobatan Hipertiroid
Pilihan Penanganan Medis
Pengobatan hipertiroid disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan meliputi:
- Pemberian obat antitiroid untuk menekan produksi hormon tiroid (DetikHealth, 2025).
- Terapi radioiodin untuk mengurangi aktivitas kelenjar tiroid (RSUI, 2023).
- Tindakan operasi pada kasus tertentu yang tidak responsif terhadap pengobatan lain (Alodokter, 2024).
Penanganan yang tepat dan terkontrol dapat membantu penderita menjalani aktivitas normal serta mencegah komplikasi jangka panjang.
Risiko Jika Hipertiroid Tidak Ditangani
Hipertiroid yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan irama jantung, osteoporosis, hingga krisis tiroid yang merupakan kondisi darurat medis (Kompas.com, 2022).
Hipertiroid bukan sekadar gangguan hormon biasa, melainkan kondisi medis serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan tepat. Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat pada kesehatan.
Ikuti terus berbagai informasi kesehatan terpercaya dan berita menarik lainnya hanya di Garap Media untuk menambah wawasan dan menjaga kualitas hidup Anda.
Referensi
