Heboh, Tanggul Beton Cilincing Jadi Sorotan Warga Jakarta

Last Updated: 11 September 2025, 06:05

Bagikan:

heboh, tanggul beton cilincing jadi sorotan warga jakarta
heboh, tanggul beton cilincing jadi sorotan warga jakarta
Table of Contents

Belakangan ini, heboh tanggul beton di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, menjadi bahan perbincangan hangat. Keberadaan tanggul ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian warga menilai tanggul beton tersebut dapat menjadi solusi untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap melanda, sementara pihak lain justru merasa keberadaannya menimbulkan masalah baru.

Tanggul beton Cilincing tidak hanya sekadar infrastruktur biasa, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Dengan kondisi lingkungan yang rentan, pembangunan tanggul ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah. Namun, pelaksanaannya memunculkan berbagai persoalan, mulai dari dampak sosial hingga aspek lingkungan yang masih perlu dikaji lebih dalam.


Dampak Tanggul Beton terhadap Warga

Pembangunan tanggul beton Cilincing membawa dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Di satu sisi, keberadaan tanggul ini dianggap mampu melindungi permukiman dari ancaman banjir rob yang kerap melumpuhkan aktivitas sehari-hari. Air laut yang biasanya meluap kini dapat terhalang oleh tanggul, sehingga risiko kerugian ekonomi akibat banjir berkurang.

Namun, di sisi lain, muncul keluhan dari sebagian warga yang merasa akses mereka ke laut menjadi terbatas. Nelayan kecil misalnya, menganggap tanggul beton ini mempersulit aktivitas mereka karena jalur keluar masuk kapal menjadi lebih sempit. Hal ini menimbulkan keresahan baru yang perlu segera ditangani oleh pihak berwenang.


Kontroversi Tanggul Beton Cilincing

Kontroversi tanggul beton Cilincing semakin ramai diperbincangkan karena berbagai faktor. Pertama, ada tudingan bahwa proyek ini kurang melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan. Kedua, isu lingkungan juga mencuat, di mana pembangunan tanggul diduga dapat merusak ekosistem pesisir dan habitat biota laut.

Selain itu, beberapa kelompok masyarakat menilai bahwa tanggul beton hanya menjadi solusi sementara. Mereka khawatir jika permukaan air laut terus naik akibat perubahan iklim, tanggul ini tidak lagi efektif. Oleh karena itu, perlu adanya strategi jangka panjang yang lebih menyeluruh, seperti pembangunan sistem drainase terpadu dan penghijauan kawasan pesisir.


Solusi Alternatif selain Tanggul Beton

Meskipun tanggul beton dianggap penting, para ahli lingkungan menyarankan adanya alternatif lain yang lebih ramah ekosistem. Salah satunya adalah pembangunan sabuk hijau atau green belt dengan menanam mangrove di sepanjang garis pantai. Mangrove tidak hanya menahan abrasi, tetapi juga menciptakan habitat alami bagi berbagai spesies laut.

Selain itu, penguatan sistem tata kelola air perkotaan juga sangat dibutuhkan. Drainase yang baik, pengendalian sampah, serta sistem peringatan dini banjir dapat menjadi solusi pendukung. Dengan demikian, masyarakat dapat terlindungi dari banjir tanpa harus terlalu bergantung pada infrastruktur keras seperti tanggul beton semata.


Heboh tanggul beton Cilincing memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur selalu memiliki dua sisi. Di satu sisi, keberadaan tanggul bisa melindungi warga dari banjir rob, tetapi di sisi lain menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Sebagai warga, kita perlu terus mengikuti perkembangan isu ini dengan cermat. Untuk membaca berita dan artikel menarik lainnya seputar fenomena sosial dan lingkungan, pastikan selalu update kabar terbaru di Garap Media.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /