Aksi tidak senonoh di transportasi umum kembali menyita perhatian masyarakat Jakarta. Sebuah video yang memperlihatkan dugaan masturbasi di bus Transjakarta viral di media sosial dan menuai kecaman luas. Peristiwa ini menimbulkan keresahan di kalangan penumpang karena terjadi di ruang publik yang seharusnya aman dan nyaman.
Kasus tersebut terjadi di dalam bus Transjakarta rute Pantai Maju–Balai Kota pada Kamis (16/1). Pihak Transjakarta bersama kepolisian langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke pihak berwajib untuk diproses hukum (ANTARA News, 2026).
Kronologi Masturbasi di Bus Transjakarta
Peristiwa masturbasi di bus Transjakarta terungkap setelah penumpang lain merasa curiga dengan gerak-gerik seorang pria di dalam bus yang sedang melaju. Dalam kondisi bus cukup padat, pelaku diduga melakukan tindakan asusila tanpa memedulikan penumpang lain di sekitarnya. Aksi tersebut akhirnya diketahui dan direkam oleh penumpang hingga videonya viral di media sosial (detikNews, 2026).
Petugas Transjakarta yang menerima laporan dari penumpang kemudian menghentikan bus di halte terdekat. Pelaku langsung diamankan oleh petugas dan tidak diberi ruang untuk melarikan diri. Video kejadian ini pun menyebar luas dan memicu reaksi keras dari masyarakat.
Dua Pelaku Diamankan Polisi
Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara mengonfirmasi bahwa terdapat dua pria yang diamankan terkait kasus masturbasi di bus Transjakarta. Keduanya ditangkap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan perbuatan asusila di ruang publik. Polisi menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku (ANTARA News, 2026).
Dalam keterangannya, polisi menyebut korban mengalami ketidaknyamanan dan trauma akibat kejadian tersebut. Proses hukum dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap penumpang dan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.
Respons Transjakarta dan Langkah Pencegahan
Manajemen PT Transportasi Jakarta menyatakan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden tersebut. Transjakarta menegaskan bahwa pihaknya tidak mentoleransi segala bentuk tindakan asusila di dalam layanan transportasi umum. Pelaku telah diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum (ANTARA News, 2026).
Sebagai langkah pencegahan, Transjakarta meningkatkan pengawasan di seluruh layanan, termasuk optimalisasi peran petugas di lapangan dan pemantauan melalui CCTV. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan rasa aman penumpang tetap terjaga (ANTARA News, 2026).
Dampak terhadap Keamanan Transportasi Umum
Kasus masturbasi di bus ini memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan transportasi umum di Jakarta. Banyak penumpang menilai bahwa kejadian tersebut menjadi peringatan penting agar pengawasan lebih diperketat, terutama di jam-jam sibuk.
Pengamat menilai bahwa pencegahan tindakan asusila di transportasi umum harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari operator layanan, aparat penegak hukum, hingga kesadaran penumpang untuk berani melapor jika menemukan kejadian mencurigakan.
Kasus masturbasi di bus Transjakarta yang viral ini menjadi pengingat bahwa keamanan di ruang publik merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Tindakan cepat Transjakarta dan kepolisian patut diapresiasi sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.
Ikuti terus berita aktual dan terpercaya lainnya hanya di Garap Media. Dapatkan informasi penting seputar peristiwa nasional, hukum, dan transportasi publik setiap hari.
Referensi
