Harry Styles baru-baru ini merilis album teranyarnya yang bertajuk Kiss All the Time. Disco, Occasionally. Untuk memperkenalkan karya solonya ini, ia duduk dengan Zane Lowe dalam sebuah wawancara yang dirilis Apple Music. Ia berbagi tentang karyanya, rencana tur, hidupnya, hingga satu topik yang sulit ia bicarakan: kematian Liam Payne.
“Ya. Sejujurnya, bahkan hanya membicarakan hal ini saja kadang masih terasa sulit bagi saya. Ada masa setelah dia meninggal ketika saya benar-benar kesulitan menghadapi betapa anehnya rasanya ketika orang lain seakan-akan ikut memiliki sebagian dari kesedihan kita,” tuturnya.
Harry Styles mengatakan bahwa momen kehilangan seorang teman begitu berdampak kepadanya. Di sisi lain, ia mendadak menghadapi ekspektasi publik tentang bagaimana cara berduka “yang seharusnya”.
“Lalu tiba-tiba kita juga sadar bahwa mungkin ada harapan dari orang lain agar kita mengekspresikan kesedihan itu dengan cara tertentu seolah-olah jika tidak, berarti kita tidak benar-benar merasakan apa yang kita rasakan,” kata dia.
Dampak Kematian Liam Payne bagi Harry Styles
Salah satu hal yang membuat kematian Liam Payne begitu berat bagi Harry Styles adalah kedekatan mereka. Ia merasa banyak kesamaan antara dirinya dan Liam, sehingga kehilangan itu terasa lebih dalam.
“Kehilangan siapa pun itu sulit, tetapi kehilangan teman yang dalam banyak hal begitu mirip dengan diri kita terasa sangat berat. Saya melihat seseorang dengan hati yang sangat baik, yang hanya ingin menjadi pribadi yang hebat,” tuturnya.
Kepergian Liam Payne membuat Harry banyak berpikir tentang hidupnya sendiri.
“Peristiwa itu menjadi momen yang sangat penting bagi saya untuk melihat kembali hidup saya dan bertanya pada diri sendiri: Apa yang sebenarnya ingin saya lakukan dengan hidup saya? Bagaimana saya ingin menjalani hidup saya?” kata dia.
Harry Styles Ingin Jalani Hidup Seutuhnya
Dari berbagai pertanyaan yang muncul ini, pelantun “Watermelon Sugar” tersebut sampai pada sebuah kesimpulan.
“Saya pikir cara terbaik untuk menghormati teman yang telah pergi adalah dengan menjalani hidup kita sepenuhnya,” tuturnya, kemudian menambahkan, “Dia adalah orang yang sangat istimewa, dan kepergiannya benar-benar menyedihkan.”
Liam Payne Meninggal 16 Oktober 2024
Liam Payne meninggal dunia secara tragis pada 16 Oktober 2024 lalu setelah jatuh dari balkon lantai tiga hotel di Buenos Aires, Argentina. Sebelum kejadian tragis ini, pihak hotel sempat meminta bantuan ke polisi karena seorang tamu pria ngamuk yang diduga karena pengaruh obat atau alkohol. Begitu pihak berwenang datang tujuh menit kemudian, pria ini sudah tewas karena jatuh dari balkon.
Penutup
Harry Styles menunjukkan betapa sulitnya menghadapi kehilangan sahabat dekat di tengah perhatian publik dan sorotan media yang terus menyorotinya. Ia harus menavigasi kesedihan pribadinya sekaligus ekspektasi orang lain tentang bagaimana seharusnya berduka dengan tepat. Situasi ini memperlihatkan betapa kompleksnya emosi yang dirasakan seseorang di posisi publik saat kehilangan orang terdekat.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar selebritas, musik, konser, album terbaru, wawancara eksklusif, film, fashion, gaya hidup, tren viral, dan hiburan hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Harry Styles Ungkap Sulitnya Hadapi Kematian Liam Payne, Ditambah dengan Ekspektasi Publik. Retrieved from https://www.liputan6.com/showbiz/read/6294159/harry-styles-ungkap-sulitnya-hadapi-kematian-liam-payne-ditambah-dengan-ekspektasi-publik
