Hari Kesehatan Mental Sedunia – Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober sebagai momen global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental . Di tengah tekanan hidup, media sosial, dan kehidupan ekonomi, isu kesehatan mental kini menjadi semakin relevan. Tahun ini, tema globalnya adalah “Kesehatan Mental adalah Hak Asasi Manusia Universal” menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses terhadap layanan mental yang layak tanpa stigma ( Organisasi Kesehatan Dunia, 2024 ).
Apa Itu Hari Kesehatan Mental Sedunia?
Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1992 oleh World Federation for Mental Health ( WFMH). Tujuannya sederhana namun penting: membuka percakapan tentang kesehatan jiwa agar tidak lagi menjadi hal yang tabu. Di Indonesia, peringatan ini juga menjadi momen refleksi untuk mendorong masyarakat agar lebih terbuka terhadap isu stres, kecemasan, dan depresi.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2023) , sekitar 1 dari 8 orang di dunia mengalami gangguan mental. Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) 2018 menunjukkan bahwa sekitar 9,8% penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa ( Kementerian Kesehatan RI, 2018 ).
Mengapa Kesehatan Mental Sedunia Itu Penting?
Kesehatan mental tidak kalah pentingnya dari kesehatan fisik. Ia mempengaruhi cara seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi. Selain itu, orang dengan kondisi mental yang stabil cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik, produktivitas tinggi, dan hubungan sosial yang sehat. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental antara lain:
- Stres berkepanjangan di tempat kerja atau sekolah.
- Kurangnya dukungan sosial dari keluarga atau teman.
- Tekanan finansial dan sosial yang tidak seimbang.
- Paparan media sosial berlebihan yang memicu kecemasan dan kecemasan ( American Psychological Association, 2022 ).
Baca juga: Bagaimana Self Reward Bisa Membantu Gen Z Jaga Kesehatan Mental?
Cara Merawat Kesehatan Mental
Merawat kesehatan mental bukan hal mewah tapi kebutuhan dasar. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Kenali perasaanmu sendiri. Jangan abaikan emosi negatif.
- Beri waktu untuk istirahat. Tidur cukup dan lakukan hal-hal yang kamu sukai.
- Cari dukungan. Bercerita kepada teman atau konselor bisa membantu.
- Batasi penggunaan media sosial. Fokus pada kehidupan nyata.
- Berolahraga ringan. Aktivitas fisik terbukti meningkatkan hormon bahagia (endorfin) ( Harvard Health Publishing, 2021 ).
Jika kamu mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres , jangan ragu mencari bantuan profesional. Banyak lembaga dan komunitas yang menyediakan layanan konseling berani gratis, termasuk Pijar Psikologi dan Into The Light Indonesia.
Penutup
Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia bukan sekadar kampanye satu hari. Ini adalah ajakan untuk lebih peduli terhadap diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, dimulai dengan hal kecil: mendengarkan tanpa menghakimi, memberi ruang untuk berbicara, atau sekadar mengingatkan teman untuk istirahat. Karena setiap langkah kecil menuju kesadaran adalah bagian dari perubahan besar.
Temukan berbagai tips dan panduan seputar gaya hidup sehat dan kesejahteraan mental hanya di Garap Media.
Referensi
- Stres di Amerika 2022: Khawatir akan masa depan, terbebani oleh inflasi
- Penerbitan Kesehatan Harvard. (2021). Berolahraga untuk relaksasi
- Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018
- Kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024
- Laporan kesehatan mental dunia: Transformasi kesehatan mental untuk semua
