Harga pangan seperti cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan pada Selasa, 17 Februari 2026. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp89.350 per kilogram, naik dari Rp79.550 per kilogram pada Senin, 16 Februari 2026. Sementara itu, harga bawang merah berada di kisaran Rp45.300 per kilogram dan telur ayam Rp32.450 per kilogram berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.
Selain itu, komoditas lain seperti bawang putih mencapai Rp39.850 per kilogram. Beras kualitas bawah I dihargai Rp14.300 per kilogram, beras kualitas bawah II Rp15.050 per kilogram, beras kualitas medium I Rp15.950 per kilogram, dan beras kualitas medium II Rp15.700 per kilogram. Beras kualitas super I berada di Rp17.050 per kilogram, sementara super II Rp16.600 per kilogram.
Daftar Harga Pangan 17 Februari 2026
Cabai dan Bumbu
- Cabai rawit merah: Rp89.350/kg
- Cabai merah besar: Rp46.900/kg
- Cabai merah keriting: Rp47.900/kg
- Cabai rawit hijau: Rp48.400/kg
- Bawang merah: Rp45.300/kg
- Bawang putih: Rp39.850/kg
Beras
- Beras kualitas bawah I: Rp14.300/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp15.050/kg
- Beras kualitas medium I: Rp15.950/kg
- Beras kualitas medium II: Rp15.700/kg
- Beras kualitas super I: Rp17.050/kg
- Beras kualitas super II: Rp16.600/kg
Daging, Telur, dan Minyak
- Telur ayam: Rp32.450/kg
- Daging ayam ras: Rp43.650/kg
- Daging sapi kualitas I: Rp148.100/kg
- Daging sapi kualitas II: Rp129.000/kg
- Minyak goreng curah: Rp20.100/liter
- Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp23.150/liter
- Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp22.350/liter
Gula
- Gula pasir kualitas premium: Rp21.550/kg
- Gula pasir lokal: Rp18.800/kg
Analisis Kenaikan Harga Pangan
Stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah menjelang Imlek dan bulan puasa sebelumnya dinilai memberikan efek positif sementara terhadap daya beli masyarakat. Namun, harga kebutuhan pokok seperti pangan masih berada di level tinggi, sehingga daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Abdul Manap Pulungan, menekankan bahwa tekanan inflasi pada sektor pangan tetap menjadi tantangan utama.
“Daya beli itu sifatnya sementara, sekali libas saja. Sulit untuk mengangkat daya beli masyarakat karena inflasi masih tinggi, khususnya inflasi makanan,” ujar Pulungan. Inflasi tersebut terutama bersumber dari bahan makanan pokok seperti beras dan komoditas pangan lainnya yang merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Penyebab Kenaikan Harga Pangan
Kenaikan harga pangan disebabkan oleh menurunnya pasokan sementara permintaan meningkat. Lonjakan permintaan tidak hanya berasal dari kebutuhan selama Ramadan, tetapi juga dipengaruhi oleh program pemerintah. Pulungan menjelaskan, “Stok menurun karena demand naik. Bukan hanya untuk puasa, tapi juga untuk MBG.”
Meski demikian, kebijakan stimulus tetap diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Pulungan menambahkan, “Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja, karena itu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.”
Penutup
Pemantauan harga pangan seperti cabai rawit merah, beras, dan komoditas pokok lainnya sangat penting bagi konsumen dan pelaku usaha. Informasi ini membantu masyarakat merencanakan pengeluaran harian dan strategi belanja yang lebih bijak.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar harga cabai, harga bawang merah, harga bawang putih, harga beras, harga minyak goreng, harga daging ayam, harga daging sapi, harga gula pasir, inflasi pangan, dan daya beli masyarakat hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Harga Pangan Hari Ini 17 Februari 2026: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp 89.350 per Kg. Retrieved from https://www.liputan6.com/bisnis/read/6280286/harga-pangan-hari-ini-17-februari-2026-cabai-rawit-merah-sentuh-rp-89350-per-kg
