Harga Pangan 16 Februari 2026: Cabai Rawit Merah Rp79.550/kg

Last Updated: 16 February 2026, 12:22

Bagikan:

harga pangan
Foto: Liputan6
Table of Contents

Mengawali pekan ini, Senin (16/2/2026), harga kebutuhan pokok di Indonesia menunjukkan pergerakan yang menarik perhatian masyarakat. Cabai rawit merah tercatat menembus Rp79.550 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras dijual Rp33.550 per kg, menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia. Kenaikan beberapa komoditas pokok menjadi sorotan penting bagi konsumen dan pedagang eceran di seluruh negeri.

Selain cabai rawit merah dan telur, harga komoditas pangan lain di tingkat pedagang eceran juga mengalami variasi. Bawang merah dipatok Rp48.650 per kg dan bawang putih Rp45.650 per kg. Beras menunjukkan harga berbeda berdasarkan kualitasnya, mulai dari kualitas bawah hingga super. Data ini menjadi acuan penting untuk memantau stabilitas komoditas pangan dan perencanaan kebutuhan rumah tangga.

Harga Pangan: Beras, Cabai, Daging, Gula, dan Minyak Goreng

Sementara itu, beras kualitas bawah I di harga Rp15.300 per kg, beras kualitas bawah II Rp15.500 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp17.250 per kg, dan medium II Rp17.200 per kg. Beras kualitas super I dijual Rp17.350 per kg dan super II Rp16.700 per kg. PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp53.300 per kg, cabai merah keriting Rp55.900 per kg, dan cabai rawit hijau Rp54.150 per kg.

Daging ayam ras dibanderol Rp45.700 per kg, daging sapi kualitas I Rp139.500 per kg, dan kualitas II Rp136.900 per kg. Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.400 per kg, gula pasir lokal Rp19.150 per kg. Selain itu, minyak goreng curah di harga Rp20.050 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp24.300 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II Rp23.050 per liter.

Mentan: Stok Melimpah, Tak Ada Alasan Harga Pangan Naik

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga pangan menjelang Imlek, Nyepi, dan bulan suci Ramadan. Dalam acara Gerakan Pangan Murah, Amran meminta seluruh pelaku usaha pangan di Indonesia untuk tidak menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menegaskan kondisi stok beras saat ini aman, bahkan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah untuk sejumlah komoditas strategis. Stok beras nasional pada Februari ini mencapai 3,4 juta ton, jauh di atas rata-rata normal yang biasanya berkisar 1-1,5 juta ton. Selain itu, stok beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.

“Stok kita 3,4 juta ton. Tidak ada alasan, yang biasanya 1 juta ton, 1,5 sekarang, 2 kali lipat dari biasanya. Jadi tidak ada alasan. Ada SPHP, kita 1,5 juta ton. Itu harganya maksimal Rp12.500,” tutur Amran pada acara Gerakan Pangan Murah, di Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Untuk komoditas minyak goreng, pemerintah memiliki stok sekitar 700 ribu ton dengan HET Rp15.700 per liter. Harga daging ayam ditetapkan maksimal Rp40 ribu per kilogram dan daging sapi Rp140 ribu per kilogram.

“Kami mohon atas nama pemerintah, jangan ada yang menaikkan harga di atas HET. Stok melimpah, tidak ada alasan harga naik,” tegas Amran.

Ancam Cabut Izin hingga Impor

Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha hingga menghentikan izin impor bagi pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan. Ia meminta Satgas Pangan menindak tegas produsen, distributor besar, feedlotter (penggemukan sapi), dan rumah potong hewan (RPH) yang menaikkan harga secara tidak wajar.

“Kalau ada yang menjual di atas HET, cari produsennya, dan bila perlu, beri sanksi berat, cabut izinya,” tegas Amran. Ia menekankan pedagang kecil tidak boleh menjadi sasaran utama penindakan. “Jangan ganggu pedagang lapak kecil. Mereka untungnya hanya Rp200-Rp500. Cari sumbernya, produsennya yang ditindak,” ujarnya.

Menurut Amran, kenaikan harga oleh segelintir oknum kerap berdampak luas dan memicu kemarahan publik kepada pemerintah. Ia mengaku telah mendapat arahan langsung dari Presiden untuk memastikan harga pangan tetap terkendali selama Ramadan, Idul Fitri, Imlek, dan Nyepi.

“Kita harus tegas, karena kalau tidak tegas, larinya ke pemerintah. Padahal pangan sudah lebih dari cukup,” kata Amran.

Swasembada 9 Komoditas

Amran juga mengungkapkan Indonesia saat ini telah swasembada sembilan komoditas pangan, termasuk beras, jagung pakan, bawang merah, cabai, dan ayam. Produksi telur dan daging ayam bahkan telah surplus hingga diekspor. Pemerintah kini fokus mengejar swasembada kedelai, bawang putih, serta penguatan sektor peternakan sapi.

“Kita sudah surplus untuk ayam dan telur. Tidak ada alasan harga naik. Kalau ada yang bermain-main, izinnya kami cabut dan pidananya kami serahkan ke Satgas,” tegasnya.

Penutup

Pantauan harga pangan 16 Februari 2026 menunjukkan kondisi stabil berkat stok yang melimpah dan pengawasan pemerintah. Kenaikan cabai rawit merah menjadi sorotan, namun pemerintah memastikan ketersediaan komoditas strategis tetap aman.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar harga beras, harga bawang, harga cabai, harga telur, harga daging, harga minyak goreng, harga gula, swasembada pangan, kebijakan pemerintah, dan stok pangan nasional hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /