Harga Minyak Menguat Usai Negosiasi AS-Iran soal Program Nuklir

Last Updated: 7 February 2026, 09:35

Bagikan:

harga minyak
Foto: Freepik / Artphoto_studio
Table of Contents

Harga minyak stabil pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, di pasar energi global yang bergejolak. Stabilitas ini terjadi setelah perwakilan Iran dan Amerika Serikat (AS) mengadakan pembicaraan mengenai program nuklir Iran, memicu perhatian investor dan analis internasional.

Mengutip CNBC, Sabtu (7/2/2026), harga minyak Brent naik 50 sen atau 0,74% menjadi USD 68,05 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 26 sen atau 0,41% menjadi USD 63,55 per barel. Kenaikan ini terjadi seiring perdagangan kontrak minyak berjangka yang meningkat tajam.

Negosiasi AS-Iran dan Dampaknya pada Harga Minyak

Iran dan Amerika Serikat (AS) mengadakan negosiasi melalui mediasi Oman pada Jumat pekan ini mencoba mengatasi perbedaan tajam mengenai program nuklir Teheran.

“Menjelang minggu depan, Anda tidak tahu apakah akan ada serangan atau tidak,” ujar Analis Price Futures Group, Phil Flynn.

Sementara itu, televisi Pemerintah Iran melaporkan pada Jumat sore kalau pembicaraan telah berakhir. Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, negosiator akan kembali ke negara masing-masing untuk konsultasi dan pembicaraan akan berlanjut.

Menjelang pembicaraan, kurangnya konsensus mengenai agenda pertemuan membuat investor cemas tentang risiko geopolitik. Iran ingin tetap fokus pada isu nuklir. Sementara AS ingin membahas rudal balistik Iran dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Peningkatan ketegangan dapat mengganggu aliran minyak, karena sekitar seperlima dari total konsumsi dunia melewati Selat Hormuz. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak melalui selat tersebut, begitu pula Iran. Jika prospek konflik mereda, harga minyak dapat turun lebih jauh.

Aksi Jual dan Faktor Pasokan

Ekspor minyak Kazakhstan diperkirakan turun hingga 35% bulan ini melalui jalur utama Rusia, karena ladang minyak Tengiz perlahan pulih dari kebakaran fasilitas pembangkit listrik pada Januari. Secara mingguan, harga tertekan oleh aksi jual yang lebih luas di pasar dan ekspektasi kelebihan pasokan. Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak mentah Arab Light ke Asia untuk pengiriman Maret ke level terendah sekitar lima tahun, menandai penurunan bulan keempat berturut-turut.

Harga Minyak Melemah Sebelumnya

Sebelumnya, harga minyak turun hampir 3% pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026 (Jumat waktu Jakarta) di tengah gejolak pasar. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat mengadakan pembicaraan di Oman, yang meredakan kekhawatiran terkait pasokan minyak mentah Iran.

Mengutip CNBC, Jumat (6/2/2026), minyak mentah Brent turun sebesar USD 1,91 atau 2,75% menjadi USD 67,55 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melemah USD 1,85 atau 2,84% ke posisi USD 63,29.

“Masih ada keraguan kesepakatan yang masuk akal dapat dibuat dengan Iran, jadi meskipun pasar saat ini memberikan kepercayaan pada pembicaraan tersebut, kita masih belum tahu apa hasil dari pembicaraan tersebut,” ujar Analis Price Futures Group, Phil Flynn dikutip dari CNBC.

Diskusi tersebut terjadi ketika AS meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah. Para pemain regional berupaya menghindari konfrontasi militer yang dikhawatirkan banyak pihak dapat meningkat menjadi perang yang lebih luas.

“Perbedaan ekspektasi seputar cakupan dan tujuan pembicaraan terus menimbulkan ketidakpastian, yang memicu volatilitas pada harga minyak mentah karena para pedagang menilai kembali kemungkinan eskalasi versus diplomasi,” kata analis di Aegis Hedging dalam sebuah catatan.

Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz antara Oman dan Iran. Anggota OPEC lainnya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, begitu pula Iran.

Volatilitas telah mendorong investor untuk bergegas mengunci pergerakan minyak tahun ini. Mereka memperdagangkan rekor jumlah kontrak WTI Midland di Houston pada Januari. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran seputar risiko pasokan di Timur Tengah dan lebih banyak barel Venezuela yang menuju ke Pantai Teluk AS.

Penutup

Pergerakan harga minyak yang stabil pada Jumat, 6 Februari 2026, menunjukkan bagaimana negosiasi geopolitik antara AS dan Iran berdampak langsung pada sektor minyak global. Investor tetap waspada terhadap perkembangan selanjutnya, karena hasil pembicaraan akan menentukan arah pergerakan pasar di minggu-minggu mendatang.

Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media seputar pasar energi, geopolitik, ekonomi global, minyak mentah, pergerakan pasar, kebijakan OPEC, konflik Timur Tengah, perdagangan internasional, investasi energi, harga komoditas, tren pasar minyak, dan fluktuasi pasar global.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /