Harga Kripto 7 Februari 2026: Bitcoin dan Ethereum Kembali Pulih

Last Updated: 7 February 2026, 10:09

Bagikan:

harga kripto
Foto: Ajaib Alpha
Table of Contents

Harga kripto jajaran teratas kembali pulih pada Sabtu pagi pukul 08.34, (7/2/2026). Kenaikan harga kripto ini termasuk dalam Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), yang sempat tertekan beberapa hari terakhir akibat koreksi pasar dan tekanan volatilitas global.

Pemulihan ini menunjukkan adanya optimisme investor dan perbaikan sentimen pasar, meski volatilitas masih tetap tinggi. Pergerakan harga terbaru menarik perhatian investor ritel maupun institusional yang mengikuti dinamika pasar kripto global.

Pemulihan Harga Kripto Teratas

Bitcoin (BTC) Naik Kembali

Mengutip data coinmarketcap.com, harga Bitcoin naik 8,71% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, BTC anjlok 16,26%, namun kini kembali di posisi USD 70.000. Harga sempat menyentuh USD 70.231,04 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 16.860 per USD). Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin sebelumnya sempat turun ke bawah USD 66 ribu, titik terendah lebih dari satu tahun terakhir.

Ethereum (ETH) Ikut Menguat

Ethereum naik 7,28% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, ETH anjlok 23,86%, koreksi lebih besar dibanding Bitcoin. Saat ini, harga Ethereum berada di USD 2.052 atau sekitar Rp 34,58 juta. Pemulihan ini menjadi sinyal positif bagi pasar altcoin besar.

Pergerakan Kripto Lainnya

  • Tether (USDT): Naik 0,07%, kini USD 0,9993.
  • Binance Coin (BNB): Naik 4,98%, namun turun 23,43% sepekan terakhir, kini USD 653,80.
  • XRP: Melonjak 16,78%, posisi USD 1,45.
  • USDC: Turun 0,02%, namun tetap hijau mingguan, USD 0,9999.
  • Solana (SOL): Naik 11,16%, kini USD 86,69 setelah turun 26,50% sepekan terakhir.
  • Tron (TRX): Naik 1,17%, kini USD 0,2733, turun 6,64% mingguan.
  • Dogecoin (DOGE): Melompat 9,79%, kini USD 0,09812 setelah turun 14,98% mingguan.
  • Bitcoin Cash (BCH): Naik 17,03%, kini USD 529,36, turun 3,87% selama sepekan.

Kapitalisasi pasar kripto global naik 10,92% dalam 24 jam terakhir, mencapai USD 2,39 triliun atau sekitar Rp 40.285 triliun, menandakan pemulihan pasar secara keseluruhan.

Musim Dingin Kripto dan Volatilitas

Sebelumnya, pasar kripto diguncang tekanan besar setelah Bitcoin turun tajam beberapa pekan terakhir, bahkan sempat menyentuh titik terendah lebih dari satu tahun di bawah USD 66 ribu. Kondisi ini disebut sebagai “musim dingin kripto”, periode penurunan berkepanjangan dengan volatilitas tinggi dan sentimen negatif investor.

Sejumlah analis menilai level USD 70 ribu sebagai ambang psikologis penting bagi Bitcoin. Ketika menembus batas ini, tekanan jual semakin dalam. Bitcoin telah terkoreksi hampir 50% dari rekor tertingginya di Oktober lalu, saat harga sempat menyentuh USD 126 ribu.

Prediksi Analis

Barry Bannister, Kepala Strategi Ekuitas di Stifel, memprediksi Bitcoin berpotensi turun hingga USD 38 ribu, sekitar 70% dari puncaknya. Sementara itu, Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise Asset Management, menyebut kondisi saat ini sebagai “musim dingin kripto yang dahsyat”, mirip dengan 2022, dipicu oleh leverage berlebihan dan aksi ambil untung oleh investor awal.

Penutup

Pemulihan harga kripto pada 7 Februari 2026 menegaskan bahwa pasar digital masih menarik untuk diamati meski menghadapi volatilitas tinggi. Bitcoin dan Ethereum menunjukkan rebound signifikan, memberi sinyal peluang bagi investor yang ingin memantau pergerakan pasar lebih dekat.

Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media seputar harga kripto, Bitcoin, Ethereum, altcoin, stablecoin, Binance Coin, XRP, Solana, Dogecoin, Bitcoin Cash, dan kapitalisasi pasar.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /