Harga Emas Naik, Investor Waspadai Lonjakan

Last Updated: 18 October 2025, 06:16

Bagikan:

Harga Emas Naik - Photo by Jingming Pan on Unsplash
Harga Emas Naik - Photo by Jingming Pan on Unsplash
Table of Contents

Harga Emas Naik – Harga emas naik kembali mencatat rekor tertinggi di Indonesia pada pertengahan Oktober 2025. Menurut data PT Antam, harga emas 24 karat kini mencapai Rp2.407.000 per gram, naik sekitar Rp24.000 dari hari sebelumnya ( DetikFinance, 2025 ). Kenaikan ini membuat investor dan masyarakat semakin waspada terhadap perubahan pasar logam mulia yang fluktuatif.

Tren kenaikan harga emas dunia dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi pemicu utama bergulirnya harga emas domestik. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada sektor investasi, tetapi juga terhadap daya beli masyarakat serta kebijakan ekonomi nasional.

Faktor Global yang Membuat Harga Emas Naik

1. Permintaan Safe Haven Meningkat

Ketika perekonomian global tidak stabil, banyak investor mengalihkan asetnya ke instrumen yang dianggap aman seperti emas. Menurut HSBC, proyeksi harga emas rata-rata pada tahun 2025 dan 2026 diperkirakan mencapai USD3.355 hingga USD3.950 per ounce ( Reuters, 2025 ). Permintaan Lonjakan ini menambah tekanan pada harga global yang berdampak langsung ke pasar lokal Indonesia.

2. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga emas. Saat dolar menguat, harga emas dalam rupiah akan otomatis meningkat. Kondisi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar emas terhadap dinamika nilai tukar dan kebijakan moneter global.

Faktor Domestik yang Mendorong Harga Emas Naik

1. Meningkatnya Minat Beli di Asia

Di kawasan Asia, terutama India, minat beli emas fisik melonjak tajam menjelang musim festival. Reuters (2025) melaporkan bahwa premi emas di India mencapai level tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir karena adanya permintaan musiman. Fenomena ini turut menekan pasokan emas global, termasuk di Indonesia.

2. Kebijakan Emas Nasional

Pemerintah Indonesia melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia meluncurkan program “bank bullion” untuk memperkuat ekosistem perdagangan emas domestik ( Reuters, 2025 ). Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri, meskipun efek jangka pendeknya belum signifikan terhadap kestabilan harga.

Dampak Lonjakan Harga Emas Bagi Investor

Kenaikan harga emas membawa keuntungan bagi investor jangka pendek karena nilai aset meningkat tajam. Namun, risiko koreksi tetap tinggi seiring potensi penyesuaian harga global. Investor disarankan untuk memantau pergerakan pasar dan tidak terburu-buru menjual emas hanya karena kenaikan sementara.

Baca juga: Literasi Keuangan adalah Kunci Sukses Finansial

Selain investor, masyarakat umum juga terdampak. Harga emas yang tinggi dapat menurunkan minat membeli perhiasan, sementara biaya pembuatan (making fee) ikut naik. Bagi pengrajin dan penambang, kondisi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan karena biaya operasional ikut meningkat.

Tips Menghadapi Kenaikan Harga Emas

  1. Pantau harga harian melalui situs resmi Logam Mulia, Pegadaian, atau aplikasi emas digital.
  2. Pilih waktu pembelian saat harga stabil atau turun, bukan saat sedang melonjak.
  3. Hindari pembelian emosional, utamakan analisis kebutuhan dan tujuan investasi.
  4. Diversifikasi portofolio agar tidak bergantung pada satu jenis aset.

Menurut Trading Economics (2025), harga emas global per 17 Oktober 2025 mencapai USD4.156,77 per ounce, naik 0,70 % dari hari sebelumnya. Angka ini menegaskan tren bullish yang masih kuat di pasar logam mulia dunia.

Penutup

Lonjakan harga emas menjadi sinyal bagi masyarakat dan investor untuk lebih berhati-hati. Meskipun emas sering dianggap sebagai aset aman, batuknya tetap perlu diwaspadai agar tidak salah langkah dalam berinvestasi.

Ikuti terus perkembangan terkini seputar harga emas, ekonomi, dan keuangan global hanya di Garap Media . Dapatkan berita terkini, analisis tajam, serta panduan investasi yang mudah dipahami untuk semua kalangan.

Referensi

 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /