Harga Bitcoin Melemah, Tekanan Global Bikin Investor Mundur

Last Updated: 5 February 2026, 09:52

Bagikan:

harga bitcoin
Foto: Liputan6
Table of Contents

Harga bitcoin kembali tertekan dan turun tajam untuk hari kedua berturut-turut. Hal ini memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap tren pelemahan aset digital global. Mata uang kripto terbesar itu nyaris menyentuh level psikologis USD 72 ribu, atau Rp 1,207 miliar (kurs USD 1 = Rp 16.765). Posisi ini terendah dalam 16 bulan terakhir dan menandai koreksi lebih dari 40 persen dari rekor tertinggi Oktober lalu.

Tekanan Bitcoin muncul dari berbagai faktor global. Ketegangan geopolitik AS-Eropa, terutama terkait manuver Presiden Trump di Greenland, mendorong investor menjauh dari aset berisiko. Penutupan sebagian pemerintah AS menunda rilis data ekonomi penting, menambah ketidakpastian pasar. Ekspektasi perubahan kebijakan moneter AS juga membuat investor institusional bersikap hati-hati, sehingga pasar kripto berada dalam fase defensif.

Bitcoin Dekati Level Kunci USD 70 Ribu

Bitcoin sempat turun hingga USD 72.096,20 (Rp 1,208 miliar), turun lebih dari 5 persen dalam sehari, sebelum sedikit pulih ke USD 72.958,38 (Rp 1,223 miliar). Analis menilai level USD 70 ribu menjadi batas psikologis penting. Jika ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat. Sebelumnya, Bitcoin menembus USD 73 ribu, mendekati harga sebelum momentum pemilihan presiden AS yang dianggap katalis reli kripto.

Arus Keluar ETF Bitcoin Tekan Likuiditas

Tekanan harga diperparah arus keluar dana institusional. Investor institusi menarik modal dari pasar kripto, sehingga likuiditas berkurang. ETF spot mencatat arus keluar lebih dari USD 3 miliar sepanjang Januari, setelah sebelumnya kehilangan USD 2 miliar pada Desember dan USD 7 miliar pada November. Tren ini terjadi sejak gelombang likuidasi besar-besaran posisi leverage tinggi pada Oktober lalu.

Saham Kripto Ikut Tertekan

Turunnya harga Bitcoin turut memengaruhi saham terkait kripto. Strategy, pengelola aset digital ini, melemah sekitar 5 persen, sementara saham perusahaan penambangan seperti Riot Platforms dan MARA Holdings turun hampir 11 persen dalam satu hari. Hal ini menunjukkan pelemahan pasar berdampak luas, merembet ke saham dengan eksposur aset digital.

Penutup

Tekanan global yang menekan harga bitcoin menunjukkan bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase defensif. Investor lebih memilih mengamankan aset sambil menunggu kejelasan arah ekonomi global dan kebijakan moneter yang stabil.

Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media seputar pasar kripto, saham terkait aset digital, likuiditas, volatilitas, serta tren investasi global.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /