Hampir 1.000 Ton Sampah Bandung Diangkut ke TPA Setiap Hari

Last Updated: 2 February 2026, 18:11

Bagikan:

sampah bandung
Foto: Liputan6
Table of Contents

Sampah – Menjadi salah satu masalah di Kota Bandung yang seperti tak pernah selesai dibicarakan. Terbaru, Pemerintah Kota mencatat, selama sebulan terakhir jumlah sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti mencapai 979 ton perhari.

Pengelolaan sampah ini juga menghadapi tantangan operasional akibat cuaca dan kapasitas pengangkutan yang terbatas. Hari Minggu, misalnya, tidak dilakukan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti sehingga menimbulkan peningkatan volume pengiriman pada hari Senin. Hal ini membuat pengelolaan di hulu, termasuk TPS, menjadi sangat krusial untuk menekan penumpukan sampah.

Volume Sampah Bandung dan Tantangan TPA Sarimukti

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, jatah batas maksimal pengangkutan dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti itu sebanyak 170 rit per hari.

“Rata-rata pengiriman mencapai 170,04 rit per hari atau sekitar 979 ton sampah per hari,” dalam keterangan pers di Bandung dikutip Senin (2/2/2026).

Farhan mengakui adanya peningkatan tumpukan sampah di beberapa titik. Khususnya di sub wilayah kota (SWK) Bojonegara dan Tegallega. Selain itu, operasional di TPA Sarimukti juga sempat mengalami kendala akibat cuaca hujan yang mempengaruhi manuver alat berat.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi antrean kendaraan, bahkan ada yang terguling karena kondisi lahan licin akibat hujan. Ini menjadi perhatian kami, termasuk kemungkinan optimalisasi alat berat agar proses bongkar muat bisa lebih lancar,” ungkapnya.

Program Gaslah: Pengelolaan Sampah Bandung dari Hulu

Dalam upaya penguatan pengelolaan sampah dari hulu, Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung telah meluncurkan program Gaslah pada 26 Januari 2026 di Ujungberung. Program ini bertujuan untuk mendorong pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan RW.

“Kami menargetkan pada minggu pertama Februari sudah ada 1.376 petugas Gaslah yang aktif. Kalau masih ada kekurangan, akan kita lakukan rekrutmen ulang pada Maret,” ujarnya.

Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga telah merekrut pendamping KBS sebanyak satu orang di setiap kelurahan. Saat ini, tahapan awal berupa profiling wilayah sedang dimulai sebelum penyusunan rencana kerja program KBS.

Penutup

Permasalahan sampah di Bandung yang hampir 1.000 ton per hari menunjukkan pentingnya langkah pengelolaan dari hulu hingga TPA. Program Gaslah dan pendamping KBS menjadi strategi awal yang efektif untuk mengurangi tumpukan sampah secara berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya seputar lingkungan, pengelolaan sampah, program kota, inovasi publik, hingga kehidupan masyarakat dan isu terkini di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /