Membatalkan Shalat – Hal yang harus dihindari setiap Muslim agar ibadahnya sah dan diterima Allah. Shalat memiliki syarat dan aturan yang harus dijaga, namun terdapat sejumlah hal yang bisa membatalkannya jika dilakukan, baik secara sengaja maupun karena lalai. Mengetahui hal-hal ini adalah bagian penting dari menjaga ibadah agar tidak sia-sia.
Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah berkata dalam Matan Taqrib:
وَالَّذِي يُبْطِلُ الصَّلَاةَ أَحَدَ عَشَرَ شَيْئًا
ٱلْكَلَامُ الْعَمْدُ، وَٱلْعَمَلُ ٱلْكَثِيرُ، وَٱلْحَدَثُ، وَحُدُوثُ ٱلنَّجَاسَةِ، وَٱنْكِشَافُ ٱلْعَوْرَةِ، وَتَغَيُّرُ ٱلنِّيَّةِ، وَٱسْتِدْبَارُ ٱلْقِبْلَةِ، وَٱلْأَكْلُ، وَٱلشُّرْبُ، وَٱلْقَهْقَهَةُ، وَٱلرِّدَّةُ.
Ada sebelas hal yang membatalkan shalat: berbicara dengan sengaja, melakukan gerakan yang banyak, berhadats, terkena najis, terbukanya aurat, berubahnya niat, berpaling dari arah kiblat, makan, minum, tertawa terbahak, dan keluar dari Islam (riddah).
Penjelasan Hal-hal yang Membatalkan Shalat
1. Berbicara dengan Sengaja
Ucapan yang disengaja untuk komunikasi, baik terkait shalat maupun tidak, membatalkan shalat.
Hadits:
كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِي الصَّلَاةِ، يُكَلِّمُ أَحَدُنَا أَخَاهُ فِي حَاجَتِهِ، حَتَّى نَزَلَتْ هٰذِهِ الْآيَةُ:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238). (HR. Bukhari, no. 4260 dan Muslim, no. 539)
Dari Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu ‘anhu:
إِنَّ هٰذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاسِ، إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرآنِ
“Sesungguhnya dalam shalat ini tidak pantas ada ucapan manusia. Yang ada hanyalah tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Muslim, no. 537)
2. Melakukan Gerakan yang Banyak
Gerakan tubuh berturut-turut (tiga langkah atau lebih), baik disengaja maupun lupa, membatalkan shalat. Gerakan ringan masih dimaklumi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنْ كُنْتَ فَاعِلًا فَوَاحِدَةٌ
“Kalau kamu memang harus melakukannya, maka sekali saja.” (HR. Muslim)
3. Berhadats
Jika berhadats saat shalat (kecil/besar), shalat batal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا فَسَا أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ، فَلْيَنْصَرِفْ، فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُعِدْ صَلَاتَهُ
“Jika salah seorang dari kalian kentut saat shalat, maka hendaknya ia membatalkan shalat, berwudhu, dan mengulang shalatnya.” (HR. Abu Daud dan lainnya)
4. Terkena Najis
Jika seseorang sengaja membiarkan najis yang tidak dimaafkan mengenai dirinya, maka shalatnya batal. Najis yang dibersihkan segera atau termasuk najis yang dimaafkan tetap tidak membatalkan shalat, sehingga ibadah sah dan diterima Allah.
5. Terbukanya Aurat
Aurat yang sengaja terbuka saat shalat menyebabkan shalat batal. Jika aurat terbuka karena angin atau kain lepas dan segera diperbaiki, shalat tetap sah. Oleh karena itu, penting selalu memastikan pakaian menutupi aurat dengan rapi sebelum dan selama shalat agar kekhusyukan terjaga.
6. Berubahnya Niat
Jika seseorang memutuskan atau mengubah niat saat shalat, shalatnya batal. Ini termasuk berniat keluar dari shalat, berpindah dari shalat wajib ke sunnah, tekad menghentikan shalat di tengah-tengah, atau ragu-ragu.
7. Berpaling dari Arah Kiblat
Membelakangi arah kiblat saat shalat akan membatalkan shalat, karena syarat arah kiblat tidak terpenuhi. Oleh karena itu, selalu pastikan posisi tubuh dan sajadah menghadap kiblat sebelum memulai shalat agar ibadah sah dan diterima Allah.
8. Makan dan Minum
Makan atau minum dengan sengaja saat shalat membatalkan ibadah. Jika yang dimakan atau diminum sangat sedikit (misal kurang dari sebutir wijen), beberapa ulama membolehkan, tetapi jika lebih dari itu, shalat tetap batal karena mengganggu kekhusyukan ibadah.
9. Tertawa Terbahak
Tertawa yang keras terdengar saat shalat akan membatalkan shalat. Kalau yang ringan atau yang tidak terdengar tidak membatalkan, karena tidak termasuk ucapan (kalam). Oleh karena itu, jagalah ekspresi dan suara saat shalat agar kekhusyukan tetap terjaga.
10. Keluar dari Islam (Riddah)
Perbuatan, ucapan, atau keyakinan yang bertentangan dengan Islam, seperti menyembah selain Allah, mencela agama, atau menolak kewajiban shalat, akan secara otomatis membatalkan shalat dan keislaman seseorang (Rumaysho, 2025).
Penutup
Mengetahui hal-hal yang membatalkan shalat sangat penting agar ibadah tetap sah, diterima Allah, dan penuh kekhusyukan. Dengan memahami dan menghindari hal-hal tersebut, shalat dapat dilakukan dengan benar, menenangkan hati, serta menambah keimanan dan ilmu.
Jangan lewatkan panduan ibadah lengkap, artikel bermanfaat, serta wawasan islami yang memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kualitas ibadah setiap hari hanya di Garap Media.
Referensi:
- Rumaysho. (2025). Daftar Lengkap Pembatal Shalat dan Penjelasannya. Retrieved from https://rumaysho.com/39915-daftar-lengkap-pembatal-shalat-dan-penjelasannya.html
