Gus Elham Viral Usai Cium Anak Perempuan Saat Dakwah, MUI dan Kemenag Angkat Suara
Gus Elham Yahya, pendakwah muda asal Kediri, sedang menjadi sorotan publik. Videonya yang menunjukkan ia mencium anak perempuan saat dakwah viral di media sosial dan menimbulkan perdebatan luas. Banyak pihak menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan di ruang publik, terlebih oleh seorang tokoh agama.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa sikap tersebut tidak layak ditiru. Kedua lembaga ini meminta pendakwah menjaga keteladanan dan berhati-hati dalam bersikap di depan jamaah. Era digital membuat setiap tindakan publik figur, termasuk pendakwah, selalu diawasi dan mudah disalahartikan (Antara, 2025).
Kronologi Kasus Gus Elham Cium
Awal Video Viral
Video yang memperlihatkan Gus Elham mencium anak perempuan di acara pengajian pertama kali beredar di media sosial dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform. Dalam video tersebut, ia tampak memeluk anak kecil dan mencium pipinya di depan jamaah. Publik kemudian menilai tindakan tersebut tidak pantas, terlebih dilakukan di forum dakwah terbuka (Suara Sumbar, 2025).
Setelah video itu viral, banyak warganet menuding tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap anak. Namun, Gus Elham membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa aksinya murni bentuk kasih sayang tanpa niat buruk. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka atas tindakan yang menimbulkan kontroversi (Metro TV News, 2025).
Respon Resmi MUI dan Kemenag
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh pendakwah dan mengingatkan agar tokoh agama menjaga keteladanan, terutama di hadapan publik. MUI menilai, dakwah seharusnya mencerminkan nilai moral, bukan menimbulkan keresahan (MUI, 2025).
Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafii, juga menyatakan bahwa aksi itu tidak sesuai dengan prinsip dakwah ramah anak yang menjadi pedoman Kemenag. Ia menegaskan bahwa kementerian akan memperkuat pengawasan di madrasah dan pesantren agar interaksi dengan anak-anak tetap aman dan sesuai etika (Kemenag, 2025).
Tinjauan Etika dan Hukum: Gus Elham Cium dalam Perspektif Agama
Pandangan Syariat Islam
Dalam pandangan Islam, mencium anak kecil dianggap wajar jika dilakukan dengan niat kasih sayang dan tanpa nafsu. Namun, bila dilakukan di depan umum dan menimbulkan fitnah, maka tindakan tersebut bisa dinilai makruh atau bahkan haram tergantung konteksnya. Para ulama menekankan pentingnya menjaga batas interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, termasuk anak-anak di luar keluarga (Suara.com, 2025).
Tanggung Jawab Etika Dakwah
Sebagai tokoh agama, Gus Elham diharapkan dapat memberikan teladan yang baik, baik dalam ucapan maupun tindakan. Pakar komunikasi dakwah menilai bahwa publik figur di bidang keagamaan harus memahami bahwa setiap gestur di depan jamaah bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, menjaga etika di ruang publik menjadi sangat penting untuk menjaga marwah dakwah dan kepercayaan umat (Antara, 2025).
Reaksi Publik dan Dampak Sosial
Kecaman Netizen dan Aktivis Anak
Kasus ini mendapat perhatian luas dari warganet dan aktivis perlindungan anak. Banyak yang mengecam tindakan tersebut dan menilai perlu adanya edukasi bagi tokoh agama terkait interaksi dengan anak-anak. Aktivis menyebut kasus ini sebagai alarm penting agar pesantren dan lembaga dakwah memperkuat regulasi terkait perlindungan anak (Suara Sumbar, 2025).
Dampak terhadap Citra Dakwah
Beberapa pengamat menilai bahwa peristiwa ini bisa mencoreng citra dakwah di kalangan muda. Namun, sebagian lainnya melihatnya sebagai momentum perbaikan dan introspeksi bagi para pendakwah agar lebih berhati-hati dalam bertindak. Dakwah modern perlu diiringi dengan kesadaran digital, termasuk memahami bagaimana publik menafsirkan gestur dan tindakan yang terekam kamera (Antara, 2025).
Klarifikasi dan Langkah Lanjutan
Gus Elham kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui video klarifikasi yang diunggah di media sosialnya. Ia mengakui bahwa tindakannya menimbulkan salah paham dan berjanji untuk memperbaiki diri. Kemenag memastikan bahwa mereka akan terus melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang dakwah ramah anak di berbagai daerah (Metro TV News, 2025).
Para ulama berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pendakwah untuk menjaga adab, terutama saat berinteraksi dengan anak-anak di ruang publik. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak menilai dan tidak serta-merta menghukum tanpa memahami konteksnya.
Kontroversi Gus Elham cium anak perempuan menjadi refleksi penting tentang bagaimana batas kasih sayang dan etika publik harus dijaga oleh para tokoh agama. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya tentang pesan yang disampaikan, tetapi juga tentang sikap yang ditunjukkan di depan umat.
Untuk mengikuti perkembangan berita terkini dan isu keagamaan lainnya, kunjungi portal Garap Media dan baca berita menarik seputar etika, sosial, dan budaya digital.
Referensi
