Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu dilaporkan mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak. Letusan tersebut teramati jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dan dilaporkan oleh sejumlah media nasional maupun lokal.
Aktivitas vulkanik ini membuat warga di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan. Otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi resmi agar masyarakat tidak beraktivitas di zona rawan, terutama di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Semeru.
Gunung Semeru Erupsi dengan Kolom Abu 3.000 Meter
Peristiwa Gunung Semeru Erupsi ini diberitakan terjadi dengan kolom abu berwarna kelabu tebal yang membumbung hingga kurang lebih 3.000 meter di atas puncak. Laporan visual menyebutkan arah sebaran abu mengikuti arah angin saat erupsi berlangsung.
Tinggi kolom letusan mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak dan teramati jelas dari pos pemantauan (Antara News, 2026). Gunung Semeru meletus dengan semburan abu vulkanik tebal setinggi 3.000 meter, disertai rekaman aktivitas kegempaan dari alat seismograf (Liputan6.com, 2026).
Erupsi terjadi lebih dari satu kali dalam sehari dengan tinggi kolom abu sore hari mencapai 3.000 meter (Jatim Hari Ini, 2026). Laporan ini memperkuat informasi bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih cukup intens dalam beberapa waktu terakhir.
Imbauan Resmi PVMBG dan Zona Bahaya
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius yang telah direkomendasikan. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area rawan awan panas guguran serta potensi lahar hujan.
Status aktivitas gunung masih terus dipantau dan masyarakat diminta mematuhi rekomendasi resmi demi keselamatan bersama (Kumparan, 2026). Abu vulkanik berpotensi mengganggu jarak pandang dan kesehatan pernapasan sehingga penggunaan masker saat berada di luar ruangan sangat dianjurkan bagi warga terdampak.
Dampak Erupsi dan Kondisi Terkini di Sekitar Semeru
Sejumlah wilayah di sekitar lereng Gunung Semeru dilaporkan masih dalam kondisi terkendali meskipun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat erupsi terbaru ini.
Warga diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi erupsi susulan (Suara Jatim Post, 2026). Otoritas daerah bersama BPBD, TNI, dan relawan kebencanaan tetap bersiaga, sementara pos pemantauan gunung api beroperasi selama 24 jam guna merekam perkembangan aktivitas Gunung Semeru secara berkala.
Peristiwa Gunung Semeru Erupsi dengan kolom abu mencapai 3.000 meter ini menjadi pengingat penting bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api dengan aktivitas vulkanik tinggi. Kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap rekomendasi resmi, serta akses informasi yang akurat menjadi kunci meminimalkan risiko.
Untuk mendapatkan pembaruan terbaru seputar bencana alam, kebijakan pemerintah, dan isu nasional lainnya, jangan lewatkan berita terkini hanya di Garap Media. Baca juga laporan mendalam dan analisis aktual lainnya yang kami sajikan setiap hari.
Referensi
