Lampung Barat — Dari dapur-dapur tradisional di kaki Bukit Barisan, aroma santan dan rempah berpadu menghadirkan satu hidangan khas yang sarat makna: Gulai Taboh.
Masakan bersantan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Lampung, khususnya di kalangan adat Sai Batin dan Pepadun.
Kata “taboh” dalam bahasa Lampung berarti masakan berkuah santan. Namun lebih dari sekadar gulai, Gulai Taboh adalah simbol rasa syukur dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Biasanya disajikan dalam upacara adat Begawi, pesta panen, atau kenduri keluarga besar.
Filosofi Gulai Taboh
Filosofi Gulai Taboh erat dengan pandangan hidup masyarakat Lampung:
Santan melambangkan kesejahteraan dan ketulusan hati.
Ikan sungai mencerminkan kesuburan dan keberkahan alam.
Proses memasak bersama-sama menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan.
Hidangan ini juga mencerminkan nilai adat Lampung “nemui nyimah” — sikap ramah dan menghormati tamu. Gulai Taboh selalu disajikan sebagai bentuk penghormatan dan tanda syukur atas karunia Tuhan.
Resep Gulai Taboh Khas Lampung Barat
Berikut resep tradisional yang masih dijaga di daerah Liwa dan Pesisir Barat Lampung:
Bahan-bahan:
500 gram ikan baung atau nila (bisa juga ikan patin)
1 liter santan kental dari 1 butir kelapa tua
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
3 cm lengkuas, memarkan
3 lembar daun jeruk
100 gram daun singkong muda, rebus sebentar dan iris kasar
Garam secukupnya
Gula dan penyedap alami (opsional)
Bumbu halus:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
3 cm kunyit
2 cm jahe
5 buah cabai merah keriting (sesuai selera pedas)
3 butir kemiri, sangrai
Cara membuat:
Tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk hingga harum.
Masukkan ikan, aduk perlahan hingga bumbu meresap.
Tuang santan kental, aduk perlahan agar santan tidak pecah.
Tambahkan daun singkong muda, garam, dan sedikit gula.
Masak dengan api kecil hingga ikan matang dan kuah mengental.
Angkat dan sajikan hangat dengan nasi putih.
baca juga: Seruit Lampung, Tradisi Kuliner yang Menyatukan Keluarga dan Masyarakat
Gulai Taboh di Era Modern
Kini, Gulai Taboh tak hanya ditemukan di acara adat, tetapi juga menjadi ikon kuliner Lampung di berbagai rumah makan dan festival kuliner Nusantara.
Beberapa versi modern menambahkan udang, cumi, atau tahu, tetapi tetap mempertahankan cita rasa gurih santan dan rempah asli Lampung.
Lebih dari sekadar hidangan, Gulai Taboh adalah warisan rasa dan nilai, pengingat bahwa setiap sajian dari dapur tradisional Lampung membawa pesan tentang syukur, kebersamaan, dan harmoni dengan alam. Ingin mengenal lebih banyak tentang kuliner dan budaya khas Lampung lainnya?
baca kisah informasi selengkapnya di Garap Media — ruang baca yang menyajikan cerita lokal dengan rasa yang hangat, seperti sepiring Gulai Taboh di tengah keluarga.
refrensi
